Sabtu, 16 Mei 2026
  • Home
  • Nasional
  • TNI Kejar Egianus Kogoya Cs: Kami Tak Gentar, Tangkap Hidup atau Mati

Nasional

TNI Kejar Egianus Kogoya Cs: Kami Tak Gentar, Tangkap Hidup atau Mati

Jumat, 08 Mar 2019 13:37
Ilustrasi Prajurit TNI Foto: Dok. Puspen TNI
JAKARTA - Kelompok Egianus Kogoya jadi dalang dalam kasus penyerangan di Distrik Mugi, Nduga, Papua, yang membuat 3 orang prajurit TNI gugur. Kodam XVII/Cenderawasih meminta Egianus Cs segera menyerah atau ditangkap hidup atau mati.

"Tidak ada batas waktu pengejaran, batas waktunya adalah tertangkap hidup atau mati. Atau dia dengan sukaraeala menyerahkan diri, menyatakan setia kepada NKRI, kita ampuni. Kalau melakukan perlawanan, risiko tentunya kita hadapi sama-sama. Target kita mereka tertangkap hidup atau mati," kata Kepala Penerangan Kodam XVII/Cenderawasih, Kolonel Inf Muhammad Aidi saat dihubungi, Jumat (8/3/3/2019).

Kolonel Aidi menyatakan, TNI tidak akan mentolerir kelompok apapun yang mencoba-coba merongrong kedaulatan NKRI, termasuk kelompok Egianus Kogoya.

"Apalagi Mereka mengangkat senjata dan mempersenjatai diri secara ilegal. Tidak akan ada negara mana pun di dunia ini yang mentolerir terhadap pemberontakan kedaulatan," tegasnya.

Kelompok Egianus jadi dalang penyerangan pekerja proyek Trans Papua pada awal Desember 2018 lalu. Mulanya disebut ada 31 pekerja yang tewas. NamunKapolri Jenderal Tito Karnavian menyebut korban tewas ada 20 orang. Sebanyak 19 orang merupakan pekerja proyek dan 1 orang adalah prajurit TNI.

Saat itu Juru bicara kelompok yang menamakan diri Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) Sebby Sambom membenarkan Egianus Kogoya Cs jadi dalang penyerangan tersebut. Menurut Sebby, jauh sebelum penembakan, mereka telah memperingatkan agar pembangunan jalan Trans Papua tidak dilanjutkan.

Kolonel Aidi menegaskan saat ini sudah ada 600 personel TNI yang diterjunkan untuk pengamanan dan melanjutkan pembangunan jembatan. TNI akan bertindak tegas jika ada pihak manapun yang mengganggu pembangunan.

"Mereka (Egianus Kogoya Cs-red) sudah mengultimatum tidak menerima pembangunan karena menurut mereka pembangunan akan mempersempit ruang gerak mereka. Sementara kalau kita berpikir ini untuk menjaga keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia, sampai ke pedalaman tersentuh pembangunan," ujar Kolonel Aidi.

"Kita bisa bayangkan Kabupaten Nduga yang terdiri dari 32 distrik atau kecamatan, seluruh kecamatan hanya bisa ditempuh pesawat perintis. Artinya ini daerah-daerah sangat terisolasi. Inilah yang TNI lakukan, untuk membuka keterisolasian," sambungnya.


Sumber: detik.com
nasional
Berita Terkait
  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:51

    Banjir Bandang Terjang 2 Kecamatan di Semarang, 2 Orang Tewas

    SEMARANG, iNews.id â€" Hujan dengan intensitas tinggi yang melanda Kota Semarang, Jawa Tengah, pada Jumat (15/5/2026) malam mengakibatkan banjir bandang di dua kecamatan. Bencana ini memakan korb

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:36

    Prabowo Resmikan 1.061 Koperasi Merah Putih, Targetkan 20 Ribu Unit Berdiri pada Agustus 2026.

    JAKARTA-Presiden RI Prabowo Subianto secara resmi meluncurkan operasionalisasi 1.061 Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih di Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (16/5/2026). Tidak tanggung-ta

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:25

    Tabrakan Beruntun di Bahu Jalan Tol JORR Cakung, Dua Orang Meninggal Dunia

    JAKARTA - Peristiwa kecelakaan terjadi melibatkan tiga kendaraan di Ruas Jalan Tol JORR KM 56 A Cakung arah Rorotan, Jakarta Timur, Jumat (15/5/2026).Ketika kendaraan yang terlibat laka lantas yakni t

  • Sabtu, 16 Mei 2026 14:08

    Kenapa Ubi Ungu Paling Dianjurkan? Dokter Gizi Ungkap Alasannya.

    Jakarta-Olahan ubi belakangan kembali populer di media sosial, mulai dari ubi panggang hingga ubi cream cheese dengan berbagai topping kekinian. Di antara banyak jenis ubi yang dijual, dokter gizi men

  • Sabtu, 16 Mei 2026 11:34

    AS Tiba-tiba Batalkan Pengerahan 4.000 Tentara ke Negara NATO Polandia, Ada Apa?

    Amerika Serikat (AS) tiba-tiba membatalkan rencana pengerahan 4.000 tentara ke negara NATO; Polandia. Pembatalan ini diungkap para pejabat Amerika pada hari Jumat, seiring Washington mengatur ulang pa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.