Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Nusantara
  • Anggota TNI AD Kepergok Keluyuran di Lokalisasi Sarkem

Anggota TNI AD Kepergok Keluyuran di Lokalisasi Sarkem

Kamis, 17 Sep 2015 09:33
Antara
TNI razia di tempat hiburan malam.
YOGYAKARTA – Anggota TNI AD yang berinisial S kepergok keluyuran di komplek lokalisasi Pasar Kembang (Sarkem), Yogyakarta, kemarin malam. Meski hanya nongkrong, prajurit berpangkat bintara itu membawa sepucuk senjata api jenis FN lengkap dengan lima butir peluru.

Komandan Denpom IV/2 Yogyakarta, Mayor Cpm Muhammad Rizal menyampaikan, prajurit tersebut berasal dari kesatuan lain. Hal itu ia katakan di sela razia pelanggaran disiplin anggota TNI dan Polri di Yogyakarta.

Prajurit yang kepergok itu ditangkap dan digeledah tanpa perlawanan. Surat tugas yang ia bawa ternyata masa berlakunya sudah habis. "Surat jalan kadaluarsa, begitu juga lokasi tugasnya tidak untuk wilayah Yogyakarta," ujar Rizal.

Sementara surat senpi yang dibawa prajurit itu masih berlaku hingga 2016. Selanjutnya, prajurit tersebut dibawa ke Denpom IV/Yogyakarta di Jalan Magelang, untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

"Kita koordinasi dengan satuannya, status prajurit ini apa ? Organik, jalankan tugas, atau desersi, kita harus koordinasi dengan kesatuannya," ucapnya.

Rizal menambahkan, tidak boleh ada prajurit keluyuran di tempat hiburan malam tanpa disertai tugas dari kesatuannya. Tindakan itu akan mendapat sanksi jika dia indispliner.

"Sebagai prajurit enggak boleh keluar tanpa pemberitahuan atasan. Jika keluar pun harus mendapat surat izin. Itu tidak setiap saat bisa keluar sendiri tanpa ada tujuan yang jelas," tuturnya.

Untuk sanksi ringan, prajurit yang indispliner bisa mendapat hukuman penjara selama tujuh hari. Kurungan selama 21 hari juga bisa diterapkan jika masuk kategori indispliner berat. "Bisa juga penundaan kenaikan pangkat, disiplin bagi prajurit itu wajib," ujar Rizal.

Razia dilakukan Provos Polda DI Yoygakarta dan Provos TNI AD, AU, dan AL secara bersamaan. Pihak Dirjen Bea Cukai turut digandeng dalam razia itu. Tujuan lain dari razia gabungan ini untuk mengecek cafe maupun diskotik yang menjual minuman keras (miras) secara ilegal.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jun 2026 18:48

    Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda Musnahkan Miras Ilegal

    Puncak Jaya-Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda melaksanakan pemusnahan barang bukti Minuman Keras (Miras) ilegal hasil sitaan, bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik

  • Kamis, 25 Jun 2026 18:46

    Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo dan Situs Bersejarah di Jawa Tengah

    Magelang-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melaksanakan peninjauan rehabilitasi dan pembangunan sejumla

  • Kamis, 25 Jun 2026 16:48

    Krisis Energi dan Ekonomi Bayang-Bayangi Israel dalam Dua Dekade Mendatang

    Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman, memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan kemandirian energi dalam dua dekade ke depan.Jika tingkat konsumsi saat ini terus berlanjut, negara itu kemun

  • Kamis, 25 Jun 2026 16:14

    Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah

    PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan

  • Kamis, 25 Jun 2026 16:12

    Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat

    JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.