Nusantara
Kebakaran Hutan di Meranti, Petugas Kesulitan Cari Air untuk Padamkan Api
Senin, 04 Mar 2019 15:16
"Kendala kita sumber air yang sulit, kebakaran masih terpantau di Desa Sokop, Pulau Rangsang. Kemarin sudah pendinginan, namun cuaca masih terik. Hari ini kita lanjutkan," ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Meranti, Edy Afrizal, Senin (4/3).
Kebakaran lahan di Kepulauan Meranti mulai sejak awal Maret 2019. Sebelumnya, titik-titik api bermunculan di Pulau Tebing Tinggi dan melanda perkebunan sagu masyarakat. Setelah titik api di Tebing Tinggi berhasil diatasi, titik api lainnya muncul di Pulau Rangsang tepatnya Desa Sokop.
Lokasi kebakaran jauh di pedalaman pulau dan hanya bisa diakses melalui jalur laut menggunakan kapal cepat. Selain sangat sulit sumber air, kendala juga dialami petugas terkait minimnya peralatan seperti mesin penyemprot air.
"Untuk mengatasi sulitnya sumber air, salah seorang anggota Polres Meranti, Bripda Ameldo Fadira sampai harus membuat embung darurat dengan membersihkan belukar di parit," katanya.
Kebakaran di Pulau Rangsang sempat meluas hingga menghanguskan perkebunan kelapa dan sagu masyarakat. Untuk mengatasi titik api di lokasi, Satgas Karhutla Riau bisa mengirimkan bantuan pengeboman air atau water bombing menggunakan helikopter.
"Saya mohon hari ini, kalau bisa water bombing di Pulau Rangsang karena selang tidak bisa jangkau kepala api dan air sangat sulit," katanya.
Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Pekanbaru menyatakan asap yang ditimbulkan akibat Karhutla di Meranti pada Minggu kemarin mencapai Kota Pekanbaru dan menyelimuti ibu kota Provinsi Riau tersebut sepanjang hari.
Kondisi kabut asap masih tipis dengan jarak pandang 8 kilometer. Kabut asap juga belum mengganggung penerbangan di Bandara SSK II Pekanbaru.
Jumlah titik api di Riau pada Senin hari ini menurun drastis yang
hanya tersisa satu titik di Meranti. Angka itu jauh berkurang dibanding 1
Maret 2019 lalu yang kala itu titik api mencapai 31 titik api di Meranti.
Sumber: merdeka.com
Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda Musnahkan Miras Ilegal
Puncak Jaya-Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda melaksanakan pemusnahan barang bukti Minuman Keras (Miras) ilegal hasil sitaan, bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik
Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo dan Situs Bersejarah di Jawa Tengah
Magelang-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melaksanakan peninjauan rehabilitasi dan pembangunan sejumla
Krisis Energi dan Ekonomi Bayang-Bayangi Israel dalam Dua Dekade Mendatang
Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman, memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan kemandirian energi dalam dua dekade ke depan.Jika tingkat konsumsi saat ini terus berlanjut, negara itu kemun
Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah
PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan
Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat
JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk