Jumat, 26 Jun 2026

Oknum Guru Cabuli Siswi SD Dua Kali

Rabu, 16 Sep 2015 16:24
Ilustrasi
SAGULUNG - Guru olahraga di sebuah sekolah dasar (SD) swasta di Sagulung Baru, Kelurahan Seibinti, Batam berinisial FT tega mencabuli seorang siswi kelas III berinisial CP (8). Bahkan, perbuatan itu dilakukan sebanyak dua kali.

Kejadian tersebut terungkap setelah ibu dari korban menemukan anaknya dalam keadaan telanjang di sebuah pondok yang berada di belakang Hypermart Tunas Regency, pada Jumat 11 September 2015 sore.

"Ketahuannya pas hari Jumat lalu. Saya temukan dia (anaknya) sudah telanjang di dalam pondok. Saya lihat ada bulu-bulu juga di kemaluan anaknya. Anak saya diancam pelaku," kata OV, saat dihubungi wartawan, Selasa (15/8/2015).

Pondok tersebut merupakan lokasi kedua bocah tersebut diperkosa. Beberapa bulan sebelumnya, tindakan serupa dilakukan pelaku di daerah Tanjunguncang.

Ibu dari korban menuturkan, dampak psikis atas kejadian tersebut sangat dirasakan putri kesayangannya itu. Korban enggan ke sekolah karena trauma dan takut dengan ancaman pelaku yang akan membunuh jika perbuatan itu diberitahukan kepada orangtua.

Namun tidak lama setelah itu, korban akhirnya mau memberitahu kalau pelakunya adalah salah seorang guru di sekolahnya. Tak terima dengan perlakuan pelaku, orangtua korban melapor ke Polresta Barelang.

"Anak saya masih takut. Kami sudah lapor ke Polresta Barelang dan sudah melakukan visum di rumah sakit tadi siang," katanya.

Orangtua dari korban berharap polisi segera menangkap pelaku. Sementara itu, kata dia, pihak kepolisian masih menungu hasil visum tim Dokter visum RSUD Embung Fatimah.

"Kata polisinya sedang menunggu hasil visum di rumah sakit. Saya harap pelakunya ditangkap dan dihukum seberat mungkin, karena kalau dibiarkan nanti anak-anak lainnya menjadi korban," jelasnya.

Di tempat terpisah, Kepala Sekolah, Antonius Sitepu mengatakan, telah memanggil guru tersebut dan menanyakan peristiwa tersebut, namun pelaku tidak mengakui perbuatannya.

"Kami sudah panggil guru bersangkutan, dia tidak mengaku melakukan perbuatan seperti yang ditujukan orangtua siswa," pungkasnya.

(okezone.com)
Nusantara
Berita Terkait
  • Kamis, 25 Jun 2026 18:48

    Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda Musnahkan Miras Ilegal

    Puncak Jaya-Kodim 1714/Puncak Jaya Bersinergi dengan Polri dan Pemda melaksanakan pemusnahan barang bukti Minuman Keras (Miras) ilegal hasil sitaan, bertempat di Lapangan Alun-Alun Roh Kudus, Distrik

  • Kamis, 25 Jun 2026 18:46

    Wakil Panglima TNI Tinjau Pembangunan Yonif TP 936/Satria Joyokusumo dan Situs Bersejarah di Jawa Tengah

    Magelang-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R bersama Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen TNI Muhammad Saleh Mustafa melaksanakan peninjauan rehabilitasi dan pembangunan sejumla

  • Kamis, 25 Jun 2026 16:48

    Krisis Energi dan Ekonomi Bayang-Bayangi Israel dalam Dua Dekade Mendatang

    Pengawas Negara Israel, Matanyahu Englman, memperingatkan bahwa Israel berisiko kehilangan kemandirian energi dalam dua dekade ke depan.Jika tingkat konsumsi saat ini terus berlanjut, negara itu kemun

  • Kamis, 25 Jun 2026 16:14

    Soal Pengangkatan Tenaga Ahli oleh Kepala Daerah, Ini Kata Prof Djohermansyah

    PEKANBARU-Pakar Otonomi Daerah Prof Djohermansyah Djohan menilai pengangkatan tenaga ahli oleh kepala daerah merupakan hal yang lumrah. Hal itu juga menjadi kewenangan kepala daerah dalam menjalankan

  • Kamis, 25 Jun 2026 16:12

    Prabowo Respons Kritik Makan Bergizi Gratis Minta Penolak Turun Langsung Jumpai Masyarakat

    JAKARTA - Kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam acara Puncak Pekan Nasional (Penas) Petani dan Nelayan XVII di Gorontalo, Rabu (24/6/2026) diwarnai aksi antusias peserta yang membentangkan spanduk

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.