Rabu, 29 Jul 2026
Nasional,
'Bonus Jangan Ditunda Lagi', Pelatih Senam Riau Ancam Viralkan Kisruh ke Tingkat Nasional
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 29 Jul 2026 13:27
PEKANBARU - Kekecewaan kontingen Riau atas tertundanya pencairan sisa bonus Pekan Olahraga Nasional (PON) XXI Aceh-Sumatera Utara dan Peparnas 2024 semakin memuncak. Ratusan atlet dan pelatih menjadwalkan aksi unjuk rasa di Kantor Gubernur Riau pada 5 Agustus 2026 mendatang sebagai bentuk protes atas penundaan yang sudah berlangsung lebih dari dua tahun tersebut.
Pelatih senior senam Riau, Ahmad Marcos, menyebutkan bahwa perwakilan pelatih telah menggelar konsolidasi di Kantor Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Riau untuk mematangkan rencana aksi. Seluruh perwakilan kontingen dipastikan akan turun tangan menuntut hak mereka kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau.
"Kami sudah mendengar isu-isu bahwa pembayaran ini akan ditunda lagi. Karena itu kami memanggil para pelatih dan semuanya untuk membahas langkah selanjutnya. Kami mendesak pemerintah bertanggung jawab terhadap bonus yang sudah dijanjikan. Ini hak kami, jangan ditunda-tunda lagi," tegasnya kepada GoRiau.com, Rabu (29/7/2026).
Marcos menilai penundaan ini sebagai bentuk ketidakadilan bagi para pahlawan olahraga yang telah mempertaruhkan tenaga dan keselamatan demi mengharumkan nama daerah. Keterlambatan pembayaran hak selama lebih dari dua tahun ini dianggapnya belum pernah terjadi di ajang tingkat nasional maupun internasional.
"Namanya uang, terlambat satu atau dua hari saja sudah bermasalah. Ini sudah lebih dari dua tahun. Sangat memalukan. Sepanjang yang saya tahu, belum pernah ada kejadian seperti ini, baik di tingkat nasional maupun internasional," keluhnya.
Jika tuntutan pada aksi damai 5 Agustus nanti tidak juga diindahkan, kontingen berencana membawa masalah ini ke permukaan yang lebih luas. Mereka tidak segan-segan untuk menjadikan isu ini viral hingga ke tingkat pusat agar mendapat perhatian dari publik secara luas.
"Tanggal 5 Agustus semua kontingen PON akan datang. Kami akan membawa spanduk berisi tuntutan. Kalau perlu kami viralkan sampai tingkat nasional, karena persoalan ini sudah tidak layak lagi," serunya.
Dampak penundaan ini tidak hanya merugikan secara materi, tetapi juga membuat roda pembinaan olahraga prestasi di Riau seakan mati suri. Banyak atlet yang sudah berkeluarga kini berada dalam kondisi ekonomi yang sulit karena ketiadaan pekerjaan tetap dan hanya mengandalkan bonus yang dijanjikan.
"Ada atlet yang sudah punya tiga anak dan tidak punya pekerjaan. Mereka mau makan apa? Kami latihan pagi dan sore, berjuang mati-matian, tetapi malah diabaikan," sesalnya.
Melihat keseriusan masalah ini, ia mendesak Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, untuk segera mengambil keputusan agar pembayaran bonus dapat secepatnya direalisasikan. Evaluasi secara menyeluruh juga dinilai perlu dilakukan jika ada pihak di dalam pemerintahan yang menghambat proses pencairan tersebut.
Sebagai informasi, Pemprov Riau sebelumnya menyatakan skema pembayaran bonus dilakukan secara bertahap. Hingga kini, total dana yang telah disalurkan baru mencapai Rp23,64 miliar, dengan rincian Rp11,72 miliar untuk kontingen PON dan Rp11,91 miliar untuk Peparnas. Sementara itu, sisa kewajiban yang direncanakan cair pada 2026 mencapai Rp27,40 miliar, yang terbagi atas Rp12,81 miliar untuk PON dan Rp14,59 miliar untuk Peparnas. (goriau)
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/bonus-jangan-ditunda-lagi-pelatih-senam-riau-ancam-viralkan-kisruh-ke-tingkat-nasional.html
komentar Pembaca