Opini
Ahok, Banjir dan Bandung
Oleh: Rianto F. Simorangkir
Minggu, 30 Okt 2016 11:00
Terkesan seperti hanya membangun citra diri yang positif semata. Melihat rekam jejak sang Pemimpin Kota, Bang Kamil, yang dimana-mana sangatlah positif. Tapi ketika melihat pemberitaan ini, pastilah Abang kita itu terdiam, melihat kotanya kebanjiran.
Memang pemimpin, dimana-mana tidaklah ada yang sempurna. Pastilah ada kelemahan yang dimiliki oleh masing-masing orang atau pemimpin. Beruntung Jakarta memiliki seorang pemimpin yang peduli akan sungai. Sehingga sederas apapun hujan yang beresiko mengakibatkan banjir akan reda dengan sendirinya. Sebab sudah dibuat sistem yang sangat bagus dalam mengatasi persoalan banjir yang akan selalu melanda dari masa ke masa.
Seorang pemimpin yang peka, bahwa perlu adanya normalisasi sungai-sungai yang ada. Bahwa bantaran sungai bukan untuk dijadikan tempat pemukiman. Perlu keberanian dalam mengambil keputusan untuk memindahkan orang-orang yang tinggal sudah berpuluh-puluh tahun dibantaran sungai. Dimana pemimpin-pemimpin sebelumnya tidak begitu tegas dalam proses normalisasi tersebut.
Dan ketika Jakarta sekarang sudah lebih baik, terus dikatakan bahwa itu bukanlah rancangan programnya. Itu sudah ada sejak zaman kepemimpinan sebelumnya. Selalu ada saja hal-hal yang dilakukan yang bisa mengurangi makna dari hal-hal yang sudah dicapai sekarang ini. Dan pernyataan tersebut dibalas, bahwa memang benar program normalisasi sungai-sungai sudah ada sejak zaman Bapak Fauzi. Tapi yang dibutuhkan masyarakat itu bukan program-program yang ada diatas kertas. Tapi tindakan dan bukti nyata yang diperlukan untuk bisa menyelesaikan masalah banjir tersebut.
Pemimpin kota-kota yang ada di seluruh Indonesia seharusnya bisa melihat kejadian yang baru terjadi dikota Bandung. Dan memang bencana banjir sudah merata terjadi dibeberapa kota-kota yang ada di Indonesia, mulai dari kota-kota yang ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Seharusnya pemimpin tidak sibuk untuk urusan dirinya sendiri, atau golongan maupun partai yang mengusungnya. Pemimpin-pemimpin daerah tersebut harus turun langsung melihat apa yang terjadi di masyarakatnya. Mengayomi dan menuntun daerahnya supaya menjadi lebih baik lagi. Terutama masalah banjir. Seharusnya ketika daerah yang dipimpinnya kebanjiran, seharusnya dia merasa malu. Dan tidak menyalahkan orang lain atas kejadian tersebut.
Mari dicarikan solusi bagaimana supaya penyakit banjir itu tidak kambuh lagi. Harus dibutuhkan kerja yang ekstra keras, dan berani mengambil keputusan-keputusan yang meskipun tidak populis. Sebuah keputusan yang membawa kebaikan bagi masyarakat meskipun pada awalnya banyak ditentang. Harus berani untuk tidak popular dimata masyarakat. Toh, masyarakat itu sendiri bisa menilai, akan hal-hal yang sudah dicapai, mana yang berhasil dan mana yang tidak. Dan satu lagi masyarakat tidak membutuhkan rencana-rencana program yang tidak akan pernah ada implementasi atau eksekusi dari program tersebut. Rakyat membutuhkan hasil nyata dan tindakan nyata dari pemimpin-pemimpin daerah kita ini.
Penggusuran itu perlu dan harus dilakuka sepanjang masyarakat yang digusur tersebut sudah disiapkan sebelumnya tempat yang lebih baik. Dan tidak seperti salah satu legislator kita ini, sampai-sampai membuat lomba puisi tentang penggusuran. Bahkan diimingi-imingi dengan hadiah sampai 10 juta. Pemenangnya diambil dari jika sudah banyak yang mereview puisinya dalam sebuah video, dengan hastag #situkanggusur. Apa itu, kerja legislator kita ini. Seharusnya dia itu lebih banyak untuk melihat kerjaannya di kedewanan. Mengejar target rancangan undang-undang yang harus sudah siap untuk menjadi undang-undang yang sah di Negara tercinta kita ini.
Mari kita membuat pilkada yang aman, damai dan bersih di Negara kita ini dan tidak ada tempat yang namanya SARA untuk bisa dihembuskan. Jayalah Indonesia***
Penulis adalah Staf pengajar di STT Terpadu PESAT Sibolangit dan Alumni UNIMED 2003.
Sumber: harian.analisadaily.com
Panglima TNI dan Menhan RI Yakinkan Kesiapan Interoperabilitas TNI
Kepri-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., serta para Kepala
Wakil Panglima TNI dan Sejumlah Pejabat Negara Terima Warga Kehormatan dan Brevet Korps Marinir
Kepri-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kep
KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Siap Sukseskan Perayaan HUT ke-81
Tapung Hulu-Semangat kebersamaan dan gotong royong mulai terasa di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dan Karang Taruna
Termasuk Bapenda Riau, 8 OPD Raih Penghargaan Kearsipan Pemprov
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan kearsipan internal kepada delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan predikat Sangat Memuaskan. Penghargaan tersebut diserahkan di Pek
Plt Gubri Usulkan Jembatan Siak V dan Flyover Garuda Sakti ke Menteri PU
PEKANBARU â€" Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur strategis kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat melakukan pert