Kamis, 06 Agu 2026

Opini

Ahok, Banjir dan Bandung

Oleh: Rianto F. Simorangkir
Minggu, 30 Okt 2016 11:00
rimanews.com
Ilustrasi
Sungguh suatu hal yang sangat me­risaukan jika kita tidak bisa meng­antisipasi hal-hal yang seharus­nya bisa kita antisipasi. Banjir yang terjadi dikota Bandung, dan bahkan menurut pemberitaan di Metro TV dinyatakan telah menelan korban 1 orang pegawai toko. Kemana pemerintah kota yang selama ini yang selalu membangga-bang­gakan prestasi yang katanya su­dah dicapai olehnya. Membuka ruang publik yang bisa menampung seluruh as­pirasi masyarakat dengan baik. Tapi satu hal yang sungguh mengherankan, kok bisa banjir. Padahal  Bandung ter­masuk daerah dengan dataran ting­gi. Melihat mobil yang bisa diseret oleh kuatnya arus banjir. Apa yang sudah dikerjakan oleh pemerintahnya.

Terkesan seperti hanya memba­ngun citra diri yang positif semata. Melihat rekam jejak sang Pemimpin Kota, Bang Kamil, yang dimana-mana sa­ngatlah positif. Tapi ketika melihat pem­beritaan ini, pastilah Abang kita itu terdiam, melihat kota­­­nya keban­jiran.

Memang pemimpin, dimana-mana ti­daklah ada yang sem­purna. Pastilah ada kelemahan yang dimiliki oleh masing-masing orang atau pemimpin. Be­runtung Jakarta memiliki seorang pemimpin yang peduli akan sungai. Se­hingga sederas apa­pun hujan yang beresiko mengakibatkan banjir akan reda dengan sendirinya. Sebab sudah di­buat sistem yang sangat bagus dalam mengatasi persoalan banjir yang akan selalu melan­da dari masa ke masa.

Seorang pemimpin yang peka, bah­wa perlu adanya norma­lisasi sungai-su­ngai yang ada. Bahwa bantaran sungai bukan untuk dijadikan tempat pemukiman. Perlu keberanian dalam mengambil keputusan untuk memin­dah­kan orang-orang yang tinggal sudah berpuluh-puluh tahun dibanta­ran sungai. Dimana pemimpin-pe­mim­pin sebelumnya tidak begitu tegas dalam proses normalisasi tersebut.

Dan ketika Jakarta sekarang sudah lebih baik, terus dikatakan bahwa itu bukanlah rancangan programnya. Itu sudah ada sejak zaman kepemimpinan sebelumnya. Selalu ada saja hal-hal yang dilakukan yang  bisa mengurangi makna dari hal-hal yang sudah dicapai sekarang ini. Dan pernyataan tersebut dibalas, bahwa memang benar program normalisasi sungai-sungai sudah ada sejak zaman Bapak Fauzi. Tapi yang dibutuh­kan masyarakat itu bukan program-program yang ada diatas kertas. Tapi tindakan dan bukti nyata yang diperlukan untuk bisa menyele­sai­kan masalah banjir tersebut.

Pemimpin kota-kota yang ada di seluruh Indonesia seharus­nya bisa melihat kejadian yang baru terjadi dikota Bandung. Dan memang ben­cana banjir sudah merata terjadi di­beberapa kota-kota yang ada di Indonesia, mulai dari kota-kota yang ada di Sumatera, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi. Seharusnya pemimpin ti­dak sibuk untuk urusan dirinya sen­diri, atau golongan maupun partai yang mengusungnya. Pemimpin-pe­mim­­pin daerah tersebut harus turun lang­sung melihat apa yang terjadi di masyarakatnya. Mengayomi dan menuntun daerahnya supaya menjadi lebih baik lagi. Terutama masalah ban­jir. Seharusnya ketika daerah yang di­pimpinnya kebanjiran, seharus­nya dia merasa malu. Dan tidak menyalah­kan orang lain atas kejadian tersebut.

Mari dicarikan solusi bagaimana supaya penyakit banjir itu tidak kambuh lagi. Harus dibutuhkan kerja yang ekstra keras, dan berani mengam­bil keputusan-keputusan yang meski­pun tidak populis. Sebuah keputusan yang membawa kebaikan bagi masya­ra­kat meskipun pada awalnya banyak di­tentang. Harus berani untuk tidak po­pular dimata masyarakat. Toh, ma­syarakat itu sendiri bisa menilai, akan hal-hal yang sudah dicapai, mana yang berhasil dan mana yang tidak. Dan satu lagi masyarakat tidak mem­bu­tuhkan rencana-rencana program yang tidak akan pernah ada implementasi atau eksekusi dari program tersebut. Rak­yat membutuhkan hasil nyata dan tin­dakan nyata dari pemimpin-pe­mimpin daerah kita ini.

Penggusuran itu perlu dan harus dilakuka sepanjang masyara­kat yang digusur tersebut sudah disiapkan sebelumnya tempat yang lebih baik. Dan tidak seperti salah satu legislator kita ini, sampai-sampai membuat lom­ba puisi tentang penggusuran. Bahkan di­imingi-imingi dengan hadiah sam­pai 10 juta. Pemenangnya diambil dari jika sudah banyak yang mereview puisinya dalam sebuah video, dengan hastag #situkanggusur. Apa itu, kerja legislator kita ini. Seharusnya dia itu lebih banyak untuk melihat kerjaannya di kedewanan.  Mengejar target ran­ca­ngan undang-undang yang harus su­dah siap untuk menjadi undang-un­dang yang sah di Negara tercinta kita ini.

Mari kita membuat pilkada yang aman, damai dan bersih di Negara kita ini dan tidak ada tempat yang na­­manya SARA untuk bisa dihem­bus­­kan. Jayalah Indonesia***

Penulis adalah Staf pengajar di STT Terpadu PESAT Sibolangit dan Alumni UNIMED 2003.


Sumber: harian.analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Rabu, 05 Agu 2026 19:38

    Panglima TNI dan Menhan RI Yakinkan Kesiapan Interoperabilitas TNI

    Kepri-Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto bersama Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., serta para Kepala

  • Rabu, 05 Agu 2026 19:35

    Wakil Panglima TNI dan Sejumlah Pejabat Negara Terima Warga Kehormatan dan Brevet Korps Marinir

    Kepri-Wakil Panglima TNI Jenderal TNI Tandyo Budi R., Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Ketua Komisi I DPR RI Utut Adianto, Kepala Staf Angkatan Darat Jenderal TNI Maruli Simanjuntak, dan Kep

  • Rabu, 05 Agu 2026 19:28

    KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab Siap Sukseskan Perayaan HUT ke-81

    Tapung Hulu-Semangat kebersamaan dan gotong royong mulai terasa di Desa Senama Nenek, Kecamatan Tapung Hulu, melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN Kelompok 17 Universitas Abdurrab dan Karang Taruna

  • Rabu, 05 Agu 2026 16:50

    Termasuk Bapenda Riau, 8 OPD Raih Penghargaan Kearsipan Pemprov

    PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau memberikan penghargaan kearsipan internal kepada delapan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dengan predikat Sangat Memuaskan. Penghargaan tersebut diserahkan di Pek

  • Rabu, 05 Agu 2026 16:28

    Plt Gubri Usulkan Jembatan Siak V dan Flyover Garuda Sakti ke Menteri PU

    PEKANBARU â€" Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Riau, SF Hariyanto, menyampaikan sejumlah usulan pembangunan infrastruktur strategis kepada Menteri Pekerjaan Umum (PU), Dody Hanggodo, saat melakukan pert

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki