Selasa, 04 Agu 2026
  • Home
  • Opini
  • Bijak Menyikapi Pernyataan Saut Situmorang

opini

Bijak Menyikapi Pernyataan Saut Situmorang

Oleh: Eka Azwin Lubis
Rabu, 11 Mei 2016 21:13
Google
Ilustrsi
"Orang yang baik di negara ini mas, jadi jahat ketika sudah menjabat. Lihat aja tokoh-tokoh politik, itu orang-orang pintar semuanya, orang-orang cerdas. Saya selalu bilang, kalau dia HMI, minimal dia ikut LK I, lulus itu, anak-anak mahasiswa itu, pintar. Tapi begitu menjadi pejabat, dia menjadi jahat, curang, gridi. Ini karena apa, ini karena sistem belum jalan."

Itulah kurang lebih pernyataan Saut Si­tumorang dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi swasta yang mengangkat tema 'Harga Sebuah Per­­kara'. Akibat statement-nya terse­but, pimpinan KPK kelahiran Bela­wan ini mendapat kecaman luas dari kader dan alumni HMI.

Mereka beranggapan, tidak sepa­tutn­ya Saut mengatakan hal demikian apa­lagi di ruang publik. Sebab per­nyataan Saut tersebut telah meng­ge­ne­ralisasi kader dan alumni HMI se­ba­gai sosok-sosok korup yang me­ru­sak tatanan hidup bangsa ini.

Berbagai reaksi ditunjukkan, mulai dari petisi tuntutan pemecatan, doro­ngan agar meminta maaf, hingga pela­po­­ran ke polisi dan majelis etik KPK. Bah­­kan banyak kader HMI yang meng­­gelar unjuk rasa hingga bakar ban di sejumlah daerah untuk meres­pon pernyataan Saut Sirumorang ter­se­but.

Saut dianggap tidak layak menjadi pim­pinan KPK yang harusnya mampu mengeluarkan perkataan dengan hati-hati dan tidak menyudutkan pihak manapun. Saut dianggap telah melu­kai hati seluruh kader dan alumni HMI. Saut dianggap telah lancang meng­generalisasi penghuni korps hi­jau hitam sebagai sosok-sosok ber­mental korup.

Bahkan dalam forum Rapat Koor­di­nasi Nasional (Rakornas) III KAH­MI 2016 di Purwakarta, disampaikan tun­tutan kepada Saut untuk meminta maaf kepada HMI melalui media massa cetak dan elektronik nasional selama lima hari berturut-turut yang diikuti dengan pengunduran diri dari jabatan sebagai pimpinan KPK.

Berbagai tuntutan dan reaksi ini di­nilai wajar karena bagi mereka, per­nyataan Saut tersebut sangat ten­den­sius terhadap HMI yang sejatinya mam­pu melahirkan sosok-sosok pe­mikir hebat yang sempat dimiliki bang­sa ini seperti Abdullah Heha­ma­hua, Nurcholish Madjid, Dawam Rahardjo hingga Mar'ie Muhammad.

Penyebutan Himpunan Mahasiswa Is­lam (HMI) dalam konteks pemb­i­ca­ra­an Saut Situmorang dinilai telah me­ru­gikan nama baik HMI. Pern­ya­ta­an ter­sebut dinilai menggeneralisasi bah­wa ka­der HMI yang sudah me­ngi­kuti Lati­han Kader (LK I) melakukan ko­rupsi.

Itu sebabnya Saut dituntut agar meminta maaf, mencabut ucapannya, hingga mengundurkan diri dari pimpinan KPK karena tidak memiliki kelayakan sebagai pejabat publik yang tidak mampu menjaga ucapannya.

Lalu benarkah Saut Situmorang me­mang memiliki tendensius terha­dap Himpunan Mahasiswa Islam sehingga dia dengan lantang mencon­toh­kan HMI sebagai wadah ber­naung­nya mahasiswa-mahasiswa cerdas yang justru menjadi koruptor ketika su­dah memiliki jabatan?

Apakah seorang Saut yang merupa­kan mantan anggota Badan Intelijen Ne­gara (BIN) dan Dosen Strategi In­telijen Pasca Sarjana Universitas Indo­nesia tidak memiliki hitung-hitungan da­lam melon­tarkan sebuah statement di ruang publik yang tentu saja di­sak­sikan oleh jutaan masyarakat Indo­ne­sia?

Sebegitu konyol kah seorang pim­pi­nan KPK dalam melontarkan wa­cana hingga membuatnya menuai ke­ca­man dari lembaga yang dia tuding? Atau jangan-jangan ada pesan khusus yang ingin disampaikan Saut Situmo­rang kepada organisasi kemahasis­wa­an tertua di Indonesia yang kini mu­lai rapuh dan keropos?

Adil Dalam Menyikapi

Jika kita buka kacamata kuda dan jubah-jubah fanatisme terhadap korps, maka secara adil kita dapat menilai, apa yang disampaikan oleh Saut Si­tumorang merupakan cambukan kuat se­kaligus bahan evaluasi terha­dap apa yang hari ini telah terjadi di da­lam tubuh organisasi kita.

Saut yang notabene-nya orang luar dari HMI, mampu berkata demikian karena dibarengi data dan fakta yang dia lihat dan miliki. Sebab tidak akan mungkin, sekelas mantan anggota BIN berujar sedemikian konyol yang justru menjadi boomerang bagi di­rinya sendiri. Apalagi Saut pasti me­nya­dari, ucapannya di televisi, akan di­respon cepat oleh pihak yang dia sebut.

Sekali lagi, jika tanpa dibarengi data dan fakta yang kuat, mustahil kiranya Saut akan berujar demikian.

Pertanyaan dalam hati kita, apakah yang dikatakan Saut Situmorang salah ketika dia menuding banyak kader-ka­der cerdas HMI yang justru menjadi koruptor ketika memiliki jabatan?

Bisa jadi pernyataan tersebut salah ke­tika dibenturkan dengan teori gene­ralisasi. Sebab pada dasarnya, tidak semua kader HMI yang memiliki jabatan adalah seorang koruptor.

Pertanyaan kedua, apakah tepat langkah yang dilakukan oleh keba­nya­kan kader hingga alumni dalam me­­nanggapi pernyataan Saut Situ­mo­rang? Turun ke jalan sambil bakar ban, buat petisi pemecatan, melapor ke polisi hingga dewan etik KPK, na­mun tidak satu pun yang coba membuka ruang diskusi untuk mela­ku­­kan eva­luasi mengapa statement yang di­sam­pai­kan oleh Saut bisa mun­cul.

Antipati lebay yang disusupi de­ngan kepentingan segelintir orang yang merasa terusik dengan pernya­ta­an Saut karena jelas-jelas menem­bak dirinya, menjadikan kader-kader muda potensial Himpunan Mahasiswa Isl­am banyak yang kurang bijak dalam me­nyikapi hal tersebut.

Mengapa kita tidak berani menarik be­­nang merah dari apa yang disam­pai­kan oleh Saut Situmorang dan me­lakukan introspeksi diri. Akuilah jika memang benar ada alumni HMI yang jahat, meski pun tidak sedikit pula yang mampu menjadi tokoh penting dalam perkem­bangan hidup bangsa dengan prinsip idealisnya sesuai khitah HMI.

Penulis adalah Kader HMI Cabang Deli Serdang


sumber:harian.analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Selasa, 04 Agu 2026 16:49

    Jawab Isu Status BI, Menkeu Sebut Perubahan Sistem Kurang Tepat

    JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara merespons isu yang menyebutkan Bank Indonesia (BI) akan masuk di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia memastikan wacana ters

  • Selasa, 04 Agu 2026 16:14

    Gelar Sesepuh Raja-raja Timor Pada Jokowi Ditolak Banyak Pihak, PSI Klaim Sudah Korum

    Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan respons terhadap polemik yang muncul usai mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat sebagai Sesepuh Raja-Raja T

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:37

    Pria di Minas Ditemukan Tewas di Semak Dekat Kebun Sawit, Dilaporkan Hilang 6 Hari Lalu

    SIAK-Dilaporkan hilang, seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah enam hari di semak belukar dekat kebun sawit warga di Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Korban diketahui

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:21

    Pasar Murah Pemprov Riau Hari Ini di Rumbai Barat, Ada Beras hingga Minyakita Harga Terjangkau

    PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menggelar pasar murah di Kota Pekanbaru pada Selasa (4/8/2026).Kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Camat Rumbai Barat sebagai upaya mem

  • Selasa, 04 Agu 2026 15:20

    Kujungi Pekanbaru, Wamenkes Sebut Kesehatan Masyarakat Tak Bisa Hanya Mengandalkan Rumah Sakit

    PEKANBARU - Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan rumah sakit, dokter, maupun pelayanan medis. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahtera

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki