opini
Bijak Menyikapi Pernyataan Saut Situmorang
Oleh: Eka Azwin Lubis
Rabu, 11 Mei 2016 21:13
Itulah kurang lebih pernyataan Saut Situmorang dalam sebuah talk show di salah satu stasiun televisi swasta yang mengangkat tema 'Harga Sebuah Perkara'. Akibat statement-nya tersebut, pimpinan KPK kelahiran Belawan ini mendapat kecaman luas dari kader dan alumni HMI.
Mereka beranggapan, tidak sepatutnya Saut mengatakan hal demikian apalagi di ruang publik. Sebab pernyataan Saut tersebut telah menggeneralisasi kader dan alumni HMI sebagai sosok-sosok korup yang merusak tatanan hidup bangsa ini.
Berbagai reaksi ditunjukkan, mulai dari petisi tuntutan pemecatan, dorongan agar meminta maaf, hingga pelaporan ke polisi dan majelis etik KPK. Bahkan banyak kader HMI yang menggelar unjuk rasa hingga bakar ban di sejumlah daerah untuk merespon pernyataan Saut Sirumorang tersebut.
Saut dianggap tidak layak menjadi pimpinan KPK yang harusnya mampu mengeluarkan perkataan dengan hati-hati dan tidak menyudutkan pihak manapun. Saut dianggap telah melukai hati seluruh kader dan alumni HMI. Saut dianggap telah lancang menggeneralisasi penghuni korps hijau hitam sebagai sosok-sosok bermental korup.
Bahkan dalam forum Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) III KAHMI 2016 di Purwakarta, disampaikan tuntutan kepada Saut untuk meminta maaf kepada HMI melalui media massa cetak dan elektronik nasional selama lima hari berturut-turut yang diikuti dengan pengunduran diri dari jabatan sebagai pimpinan KPK.
Berbagai tuntutan dan reaksi ini dinilai wajar karena bagi mereka, pernyataan Saut tersebut sangat tendensius terhadap HMI yang sejatinya mampu melahirkan sosok-sosok pemikir hebat yang sempat dimiliki bangsa ini seperti Abdullah Hehamahua, Nurcholish Madjid, Dawam Rahardjo hingga Mar'ie Muhammad.
Penyebutan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dalam konteks pembicaraan Saut Situmorang dinilai telah merugikan nama baik HMI. Pernyataan tersebut dinilai menggeneralisasi bahwa kader HMI yang sudah mengikuti Latihan Kader (LK I) melakukan korupsi.
Itu sebabnya Saut dituntut agar meminta maaf, mencabut ucapannya, hingga mengundurkan diri dari pimpinan KPK karena tidak memiliki kelayakan sebagai pejabat publik yang tidak mampu menjaga ucapannya.
Lalu benarkah Saut Situmorang memang memiliki tendensius terhadap Himpunan Mahasiswa Islam sehingga dia dengan lantang mencontohkan HMI sebagai wadah bernaungnya mahasiswa-mahasiswa cerdas yang justru menjadi koruptor ketika sudah memiliki jabatan?
Apakah seorang Saut yang merupakan mantan anggota Badan Intelijen Negara (BIN) dan Dosen Strategi Intelijen Pasca Sarjana Universitas Indonesia tidak memiliki hitung-hitungan dalam melontarkan sebuah statement di ruang publik yang tentu saja disaksikan oleh jutaan masyarakat Indonesia?
Sebegitu konyol kah seorang pimpinan KPK dalam melontarkan wacana hingga membuatnya menuai kecaman dari lembaga yang dia tuding? Atau jangan-jangan ada pesan khusus yang ingin disampaikan Saut Situmorang kepada organisasi kemahasiswaan tertua di Indonesia yang kini mulai rapuh dan keropos?
Adil Dalam Menyikapi
Jika kita buka kacamata kuda dan jubah-jubah fanatisme terhadap korps, maka secara adil kita dapat menilai, apa yang disampaikan oleh Saut Situmorang merupakan cambukan kuat sekaligus bahan evaluasi terhadap apa yang hari ini telah terjadi di dalam tubuh organisasi kita.
Saut yang notabene-nya orang luar dari HMI, mampu berkata demikian karena dibarengi data dan fakta yang dia lihat dan miliki. Sebab tidak akan mungkin, sekelas mantan anggota BIN berujar sedemikian konyol yang justru menjadi boomerang bagi dirinya sendiri. Apalagi Saut pasti menyadari, ucapannya di televisi, akan direspon cepat oleh pihak yang dia sebut.
Sekali lagi, jika tanpa dibarengi data dan fakta yang kuat, mustahil kiranya Saut akan berujar demikian.
Pertanyaan dalam hati kita, apakah yang dikatakan Saut Situmorang salah ketika dia menuding banyak kader-kader cerdas HMI yang justru menjadi koruptor ketika memiliki jabatan?
Bisa jadi pernyataan tersebut salah ketika dibenturkan dengan teori generalisasi. Sebab pada dasarnya, tidak semua kader HMI yang memiliki jabatan adalah seorang koruptor.
Pertanyaan kedua, apakah tepat langkah yang dilakukan oleh kebanyakan kader hingga alumni dalam menanggapi pernyataan Saut Situmorang? Turun ke jalan sambil bakar ban, buat petisi pemecatan, melapor ke polisi hingga dewan etik KPK, namun tidak satu pun yang coba membuka ruang diskusi untuk melakukan evaluasi mengapa statement yang disampaikan oleh Saut bisa muncul.
Antipati lebay yang disusupi dengan kepentingan segelintir orang yang merasa terusik dengan pernyataan Saut karena jelas-jelas menembak dirinya, menjadikan kader-kader muda potensial Himpunan Mahasiswa Islam banyak yang kurang bijak dalam menyikapi hal tersebut.
Mengapa kita tidak berani menarik benang merah dari apa yang disampaikan oleh Saut Situmorang dan melakukan introspeksi diri. Akuilah jika memang benar ada alumni HMI yang jahat, meski pun tidak sedikit pula yang mampu menjadi tokoh penting dalam perkembangan hidup bangsa dengan prinsip idealisnya sesuai khitah HMI.
Penulis adalah Kader HMI Cabang Deli Serdang
sumber:harian.analisadaily.com
Jawab Isu Status BI, Menkeu Sebut Perubahan Sistem Kurang Tepat
JAKARTA - Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa angkat bicara merespons isu yang menyebutkan Bank Indonesia (BI) akan masuk di bawah naungan Kementerian Keuangan (Kemenkeu). Ia memastikan wacana ters
Gelar Sesepuh Raja-raja Timor Pada Jokowi Ditolak Banyak Pihak, PSI Klaim Sudah Korum
Kader Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Dedy Nur Palakka, memberikan respons terhadap polemik yang muncul usai mantan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) menerima gelar adat sebagai Sesepuh Raja-Raja T
Pria di Minas Ditemukan Tewas di Semak Dekat Kebun Sawit, Dilaporkan Hilang 6 Hari Lalu
SIAK-Dilaporkan hilang, seorang pria ditemukan meninggal dunia setelah enam hari di semak belukar dekat kebun sawit warga di Kampung Minas Barat, Kecamatan Minas, Kabupaten Siak. Korban diketahui
Pasar Murah Pemprov Riau Hari Ini di Rumbai Barat, Ada Beras hingga Minyakita Harga Terjangkau
PEKANBARU-Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau kembali menggelar pasar murah di Kota Pekanbaru pada Selasa (4/8/2026).Kali ini, kegiatan dipusatkan di halaman Kantor Camat Rumbai Barat sebagai upaya mem
Kujungi Pekanbaru, Wamenkes Sebut Kesehatan Masyarakat Tak Bisa Hanya Mengandalkan Rumah Sakit
PEKANBARU - Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat tidak bisa hanya mengandalkan rumah sakit, dokter, maupun pelayanan medis. Upaya tersebut juga harus dibarengi dengan peningkatan kesejahtera