Fenomena #KamiTidakTakut
Rabu, 20 Jan 2016 09:11
ALKISAH, sudah hampir sebulan keluarga Abu Nawas menahan lapar. Selama itu, Abu Nawas hanya memberikan istri dan anak-anaknya sayur-mayur bekas, yang ia dapatkan dari sisa-sisa di pasar. Kendati demikian, istri dan anak-anaknya masih tetap sabar. Justru Abu Nawas sendirilah yang menjadi tak sabar.
Hingga suatu malam, Abu Nawas menemukan ide. Idenya itu ia sampaikan pada istrinya, dan istrinya pun setuju dengannya. Lalu esok harinya, kampungnya Abu Nawas itu geger. Sebab, istrinya Abu Nawas mengumumkan melalui pengeras suara masjid bahwa Abu Nawas pagi itu mati mendadak.
Mendengar kabar itu, orang-orang segera berangkat ke rumah Abu Nawas untuk berkabung, takziah. Akibatnya, pagi itu rumah Abu Nawas seperti terkurung lautan manusia. Ini karena Abu Nawas memang dikenal sebagai tokoh agama yang kocak, arif dan bijaksana. Bahkan, orang-orang di kampung itu menganggapnya sebagai wali. Karena ketokohan ini pula, baginda Sultan sering memanggilnya ke Istana untuk dimintai nasihat.
Istri Abu Nawas sengaja memasang kotak besar di dalam rumahnya, karena tradisi di kampung itu, setiap pelayat akan memberikan bantuan uang sebagai wujud rasa bela sungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan. Karena sangat banyaknya yang terkumpul, tumpukan uang pun menggunung, istri Abu Nawas segera mengurangi dengan cara mengambil sebagiannya untuk dimasukkan kantong yang telah disiapkannya. Termasuk dengan sumbangan dari baginda Sultan, yang menyumbang uang dinar segepok.
Pada saat istri Abu Nawas mengambil kantong dari baginda Sultan, tiba-tiba tubuh Abu Nawas yang telah dibalut kain kafan itu bergerak. Orang-orang yang berkerumun di situ sempat kaget, tetapi kemudian di antara mereka ada yang berkomentar, bahwa hal seperti itu adalah biasa, karena tubuh Abu Nawas masih hangat.
Abu Nawas yang memang belum meninggal, hanya pura-pura meninggal, akhirnya tak tahan dengan perilaku istrinya yang mengambil dan menyembunyikan uang secara terus menerus. Lalu, ia pun bangkit sembari berteriak: "ampun, ampun, ampun".
Sontak orang-orang pun buyar, tak ketinggalan baginda Sultan Harun Al-Rasyid mengambil langkah seribu dengan disertai pengawalnya. Setelah semua orang pergi, Abu Nawas segera mencekal lengan istrinya sambil berkata dengan ketus: "dimana, seluruh uang yang kamu simpan tadi!".
Sang istri yang sudah mengenal watak suaminya itu, segera menimpali: "mas, sudah lama aku ingin membeli gelang, seperti ibu-ibu tetangga kita". Abu Nawas pun dengan ketus berkata "dasar, perempuan". Istrinya pun pergi, sambil menimpali: "dasar, orang sableng".
Dengan narasi yang-maaf-agak panjang itu, penulis hendak mengatakan, bahwa cara berkabung (menyatakan ekspresi) masing-masing orang dan kelompok, memiliki cara yang beragam. Demikian pula yang dikabungi, motivasinya pun juga cenderung beragam.
Hastag #KamiTidakTakut yang dewasa ini sedang booming merupakan bentuk ekspresi masyarakat Indonesia menyikapi serangan teror. Kejadian itu terjadi di sekitar kawasan Sarinah, jalan MH Thamrin, Jakarta Pusat pada Kamis (14/1) siang. Akibat kejadian itu 7 orang tewas dan 24 orang mengalami luka-luka. Kejadian itu, harus diakui, sangat ironi mengapa bisa terjadi di negeri yang menganut bhinneka tungga ika.
Menurut penjelasan Kapolri Jenderal Pol Badrodin Haiti, pelaku serangan teror di Sarinah adalah jaringan teroris yang diatur oleh Bahrun Naim. Artinya, serangan teror itu diduga kuat dilakukan oleh NIIS. Betapa tidak, setelah bebas dari vonis 2 tahun 6 bulan pada 2014 karena menyimpan 533 butir peluru laras panjang dan 32 butir peluru kaliber 99 milimeter, Naim pergi ke Suriah dan mengikrarkan diri sebagai pengikut NIIS.
Terlepas dari siapa pelaku teror di Sarinah, kejadian itu menjadi daftar panjang aksi teror yang pernah terjadi di Indonesia. Bukan hanya gedung-gedung hancur, aksi teror juga hingga merenggut nyawa manusia yang tak berdosa. Masa depan putra-putri Indonesia yang menjadi korban sirna dan keluarga korban pun tak henti-hentinya meneteskan air mata. Beberapa simbol Indonesia pun tak lepas dari serangan teror kelompok keji, yaitu terorisme.
Berani Melawan
Istilah terorisme berasal dari kata teror. Teror dalam bahasa latin 'terrere', yang berarti menakuti, menggigil, atau gemetar. Ketika kata teror ditambah dengan akhiran 'isme', yang dalam bahasa Perancis akan menjadi 'terrorism' . 'Terrorism' dapat diartikan sebagai "menyebabkan ketakutan" atau "membuat gemetar".
Jadi, terorisme itu merupakan sekelompok orang yang menyebabkan ketakutan atau membuat gemetar. Artinya, pelaku teror membidik masyarakat agar takut, sehingga mereka akan dengan mudahnya menjalankan misi kelompok yang jelas-jelas anti kemanusiaan dan anti religius itu. Betapa tidak, naluri kemanusiaan, tentu tak akan membenarkan kebrutalan itu. Dan semua agama, tentu, juga tak ada yang membenarkan kekejian perilaku mereka.
Alih-alih pelaku teror berhasil membuat masyarakat Indonesia mengalami ketakutan, yang ada justru masyarakat Indonesia berani melawan. Fenomena #KamiTidak Takut yang menjadi trending topik adalah bentuk ekspresi masyarakat di era digital. Masyarakat mengutuk setiap perilaku teror dan menunjukan kepada mereka bahwa masyarakat Indonesia tak takut dengan tekanan itu.
Internet telah merubah kebiasaan yang membawa warna baru dalam demokrasi. Fenomena #KamiTidakTakut menggambarkan kepada kita bahwa internet telah mampu meningkatkan partisipasi masyarakat Indonesia dalam hal demokrasi. #KamiTidakTakut sejatinya adalah memunculkan semangat berani masyarakat dalam melawan terorisme.
Akhir kata, internet (media sosial) merupakan alat yang sangat tepat untuk menggerakkan perlawanan terhadap terorisme. Revolusi mesir yang mampu menumbangkan rezim Husni Mubarak, Tunisia dan Turki adalah contoh medsos mampu melahirkan dan memobilisasi massa. Melalui #KamiTidakTakut, mari kita lawan perilaku teror yang telah mengganggu ketenangan dan kenyamanan yang memang menjadi basic need setiap manusia. Wallahu a'lam.
(analisadaily.com)
Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP
INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p