Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Opini
  • Haji, Kurban, dan Hikmah Persatuan

Opini

Haji, Kurban, dan Hikmah Persatuan

Oleh: Ribut Lupiyanto
Minggu, 11 Sep 2016 09:22
Internet
ILustrasi
Calon jamaah haji dari seluruh penjuru bumi mulai memasuki Arab Saudi. Dari sekitar 1,4 juta jaamah yang akan memadati Tanah Suci, 168.800 orang diantaranya berasal dari Indonesia. Angka ini masih menempatkan Indonesia sebagai penyumbang jamaah haji terbanyak.

Kuantitas di atas patut disyukuri dan dioptimalisasi. Kualitas mesti diprioritaskan sebagai produk ibadah haji. Capaian kualitas berhaji akan merupakan indikator haji seseorang disebut mabrur. Sakralnya ritual dan nilai spiritual musim haji juga dirasakan ummat Islam di dalam negeri. Ibadah haji merupakan satu rangkaian dengan perayaan Idul Adha atau Idul Kurban.

Warga Madura di perantauan selalu menghiasi Idul Kurban dengan tradisi Toron atau mudik. Jauh hari seluruh umat Islam juga menyiapkan pelaksanaan Kurban. Setiap tahun terjadi peningkatan kebutuhan akan hewan kurban. Kementerian Pertanian mencatat bahwa permintaan hewan kurban meningkat 11 persen tiap tahunnya sejak tahun 2010.

Banyak hikmah dari multi aspek yang tentu dapat dipetik dari rangkaian ibadah haji dan kurban. Salah satunya adalah pembuktian sekaligus potensi kekuatan ummat dalam menjaga persatuan. Hikmah persatuan ini penting selalu direfleksikan dan diaplikasikan pascaibadah demi penguatan NKRI. Ancaman geopolitik internasional, konflik sosial, distegrasi, radikalisme, dan laiinya membutuhkan persatuan ummat dan rakyat guna menghadapinya.

Hikmah Persatuan

Haji merupakan rukun Islam terakhir, paling berat, dan hanya wajib bagi yang mampu (QS. Ali Imran 97).. Allah SWT tentu tidak mewajibkan sesuatu melainkan adanya hikmah.

Baitullah menjadi simbol persatuan ummat Islam sedunia. Jutaan jamaah yang melakukan prosesi haji tentu berasal dari berbagai latar belakang. Variasi latar belakang antara lain madzhab, bangsa, bahasa, ormas, status sosial, golongan ekonomi, dan lainnya. Namun demikia seluruh rukun dan syiar haji tetap dilakukan secara sama.

Semua jamaah haji sama memekikkan "Labbaika Allahumma labbaik, labbaika laa syarika laka labbaik, innal hamda wan ni'mata laka wal mulk, laa syarika laka…" (Kupenuhi panggilan-Mu ya Allah, Kupenuhi panggilan-Mu, kupenuhi panggilan-Mu tiada sekutu bagi-Mu, kupenuhi panggilan-Mu, sesungguhnya segala puji, segala nikmat, dan segala kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu).

Semua juga seragam dalam menjalankan seluruh prosesi manasik haji. Antara lain mengenakan pakaian ihram dan berjalan dari miqat serta bermalam di Mina pada hari Tarwiyah pada 8 Dzulhijjah. Hari berikutnya wukuf di padang Arafah. Selanjutnya bermalam di Muzdalifah pada malam 10 Dzul Hijjah. Keesokannya melempar Jumrah sebagai simbolisasi melempar syetan di Mina (10, 11, 12 Dzulhijjah), tahalul (memotong/mencukur rambut), dan thawaf wada' (perpisahan), menyembelih korban serta memakannya dan membaginya kepada fakir miskin (QS. Al Hajj 28).

 Persatuan jamaah juga terasa mulai dari persiapan, saat di Tanah Suci, kepulangan, hingga pascahaji. Perasaan senasib seperjuangan akan muncul mulai dar rombongan satu kloter, satu daerah, satu negara, hingga jamaah sedunia. Diantaranya terdapat dinamika saling membantu, saling berinteraksi, dan lainnya.

Suasana keakraban terus muncul hingga pulang bahkan hingga pascahaji sampai meninggal dunia. Pascahaji terbentuk pengajian-pengajian jamaah haji dan jalinan kekeluargaannya pun semakin intim.

Ibadah selanjutnya adalah rangkaian penyembelihan hewan kurban. Nabi Saw bersabda: "Tidak ada suatu amalan pun yang dilakukan oleh manusia pada Hari Raya Qurban, lebih dicintai Allah selain dari menyembelih hewan qurban..." (HR. Tirmidzi, no: 1413).

Ritual kurban juga meninggalkan jejak petikan persatuan. Sejak awal dibentuklah panitia-panitia di setiap masjid atau lingkungan. Kerjasama diantara panitia merupakan bentuk kecil dari persatuan. Tanpa persatuan panitia niscaya kegiatan Kurban tidak akan lancar.

Kurban membutuhkan stok hewan yang memenuhi syarat secara syar'i. Untuk itu dibutuhkan peran pedagang dan peternak muslim yang jujur. Kembali persatuan dalam rantai perniagaan diperlukan dan akan semakin erat. Ikatan persatuan terus terasah ketika proses penyembelihan, pemotongan daging, hingga distribusi.

Aplikasi Pascahaji

" Hikmah adalah harta orang Islam yang hilang, barang siapa yang menemukannya maka ia untuknya". Demikian Ali Bin Abi Thalib memberi nasihat kepada kita. Tujuannya agar setiap kita berupaya menggali hikmah dari setiap perbuatan demi mengoptimalkannya sebagai motivasi ibadah.

Galian hikmah di atas mestinya tidak sekadar diresapi namun diaplikasikan dalam tataran kehidupan. Muslim yang pernah berhaji penting membuktikan sebagai haji mabrur dengan terdepan dalam menjaga dan memperkuat persatuan. Demikian pula umat Islam yang pernah berkurban atau terlibat dalam prosesinya. Semua ummat Islam sebenarnya ikut berproses dalam ritual tersebut dengan segala perannya.

Persatuan muslim menjadi kunci persatuan Indonesia. Persatuan dalam bingkai teologi Islam akan mengakar dan menghujam dalam hati hingga terbangunlah jalinan persaudaraan. Sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al-Hujurat :49 bahwa sesama muslim adalah bersaudara. Nabi SAW juga bersabda: "Sesungguhnya orang mukmin bagi mukmin yang lain seperti bangunan yang satu sama yang lain saling menguatkan. Dan beliau mengeratkan jari jemarinya.(HR Imam Al-Bukhari).

Nilai persaudaraan dan persatuan ini penting ditransformasikan dalam kehidupan bernegara. Bersaudara dan bersatu tidak memandang SARA. Semua ini menjadi kunci menuju bangsa Indonesia yang baldatun thayyibatun wa rabbun ghaffur.

Penulis adalah Deputi Direktur C-PubliCA (Center for Public Capacity Acceleration

Opini
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:29

    Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026

    JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:27

    Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.