OPINI
Jadikan Imlek sebagai Perekat Silaturahmi
Oleh: Ramen Antonov Purba.
Minggu, 07 Feb 2016 21:27
Kondisi negara Indonesia saat ini bisa dikatakan sedang menghadapi multi konflik. Mulai dari kasus terorisme sampai ke kasus premanisme terjadi di beberapa daerah. Tidak hanya itu, kondisi perekonomian Indonesia juga cenderung kurang stabil, yang mengakibatkan terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) di beberapa perusahaan. Keadaan tersebut membuat semuanya menjadi serba sensitif. Bak rumput kering, semuanya jadi mudah terbakar. Tentunya harus ada momentum yang dapat dijadikan sebagai ajang meningkatkan kualitas hubungan persaudaraan antar sesama manusia. Sehingga, meski tantangan dan cobaan berat melanda, semuanya dapat dilalui dengan baik tanpa perlu terjadi bentrok maupun keributan.
Tahun ini, Imlek diperingati pada 8 Februari 2016. Pemerintah menetapkan hari tersebut sebagai hari libur nasional. Penetapan Imlek sebagai hari linur nasional juga penuh liku. Dimulai pada 19 Januari 2001, Menteri Agama mengeluarkan Keputusan Nomor 13 Tahun 2001 tentang Penetapan Hari Raya Imlek sebagai Hari Libur Nasional Fakultatif.
Dilanjutkan kemudian pada Februari 2002, Presiden Megawati Soekarnoputri mengumumkan mulai 2003, Imlek menjadi Hari Libur Nasional hingga saat ini. Yang menjadi penting bukan hanya proses hari libur tersebut, tetapi maknanya tentunya juga sangat dalam. Dengan dijadikan sebagai libur nasional, maka akan banyak hal bisa dilakukan pada hari imlek.
Berdasarkan pengamatan penulis pada tetangga yang merayakan Imlek, pada hari pertama Imlek digunakan untuk berkumpulnya keluarga. Selain itu para orang tua dan yang dituakan pada hari pertama Imlek akan tetap diam dirumah menunggu yang muda muda mengunjunginya. Setelah itu, beberapa hari setelah Imlek dirayakan, barulah yang tua berpergian mendatangi saudara kerabat dan handai tolan lainnya yang lebih tua dari dia.
Begitulah seterusnya sampai perayaan Imlek berakhir. Prosesi ini menggambarkan jika imlek merupakan momentum sakral. Sakral karena begitu besar makna persaudaraan dan ajakan untuk mempererat hubungan antar sesama. Sangat indah jika kesakralan tersebut bisa ditularkan kepada sesama yang tidak merayakan imlek.
Momentum Imlek dapat dijadikan sebagai momentum untuk menjunjung tinggi persamaan hak bagi setiap rakyat di negeri ini. Jadi sejatinya tidak ada lagi yang membelenggu masyarakat ke depan. Masyarakat harus saling menghormati dan saling menghargai satu dengan yang lain. Tidak hanya itu, sensitifnya masyarakat juga harus dihilangkan, karena hanya akan merugikan saja. Banyak konflik dan masalah yang terjadi karena tidak adanya sikap saling menghormati dan menghargai antar sesama. Karenanya ke depannya, setiap masyarakat harus memiliki sikap yang baik dan lebih bijaksana.
Indonesia harus tentram dan damai agar kedepannya dapat semakin maju dan berkembang. Terkhusus dalam menghadapi Era Masyaraka Ekonomi Asean (MEA) yang pastinya sangat keras persaingannya.
Semarak
Dua minggu sebelum hari Imlek biasanya pernak-pernik hiasan berupa lampion telah terpasang di mana-mana, mulai di jalan-jalan perumahan, mall sampai ke rumah-rumah penduduk. Imlek identik dengan warna merah dan warna kuning emas.
Menjelang Imlek, pasar dan mall diserbu, yang mau membeli pakaian dan sepatu baru ataupun yang ingin membeli oleh-oleh Imlek. Biasanya yang paling laris baju dan sepatu yang berwarna merah. Warna favorit merayakan Imlek adalah merah yang bermakna agar kebahagiaan bisa menghampiri di tahun baru ini. Tradisi memberi dan menerima Angpao, kue keranjang (kue bakul) juga merupakan suasana yang menambah kemeriahan perayaan imlek. Bisa dibayangkan Imlek begitu meriah yang kemeriahannya juga sering ditambah dengan perayaan kembang api.
Berbicara tentang angpao (amplop merah berisi uang) bagi kaum Tiohoa mempunyai makna tersendiri dan sangat menarik. Angpao berwarna merah pertanda sukacita atau kebahagiaan, sedangkan warna putih melambangkan dukacita. Berbagi angpao pada perayaan Tahun Baru Imlek menjadi simbol berbagai berkat dan rasa suka cita kepada orang lain agar sama-sama merasakan sukacita.
Sekarang bentuk angpao beragam warna dan gambar. Mulai dari gambar hewan yang melambangkan Tahun baru Imlek yang di rayakan, sampai kepada lambang percintaan bagi anak muda. Dalam tradisi leluhur warga turunan China pemberian angpao tersebut sebagai bekal kesuksesan yang di berikan untuk anak anaknya memasuki tahun yang baru. Tentunya sangat menarik dan patut dijadikan masukan bagi diri dan keluarga.
Makna
Suasana kini perayaan imlek sangat jauh berbeda dengan pada masa orde baru dulunya. Ketatnya peraturan pemerintah yang di terapkan pada zaman orde baru membuat perayaan Imlek menjadi agak tertutup. Sepertinya Imlek di lalui tanpa kesan. Begitulah dari tahun ke tahun dimasa Orde Baru. Imlek sekarang tidak lagi membatasi warga turunan China untuk merayakannya.
Makanya perayaan Imlek sakarang di isi dengan berbagai acara, mulai dari acara kecil kecilan di pedesaan, sampai acara besar dan meriah di kota kota besar yang ada di Indonesia. Ada artis yang di datangkan dari luar negeri, ada Barongsai keliling yang di arak sepanjang jalanan, ada petasan dan kembang api yang menghiasi udara di malam Imlek.
Tergambar betapa meriahnya perayaan imlek. Meriah karena semuanya sudah terbuka dan tidak ada yang ditutup-tutupi. Betapa menyenangkan jika semuanya dapat dilakukan dengan bebas tanpa perlu ada ketakutan akan ada yang membubarkan misalnya. Makna-makna yang begitu dalam tentunya harus dibagikan kepada sesama meskipun mereka bukan warga turunan china. Dengan demikian semua akan mendapatkan rasa yang sama, meskipun hari raya imlek untuk mereka yang turunan china. Indonesia akan semakin damai dan maju jika semuanya hidup bersatu dan berdampingan secara damai.
Perekat Silaturahmi
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2007 : 1065) silaturahmi bermakna tali persahabatan atau persaudaraan. Ketika dijabarkan maka makna silaturahmi secara harfiah adalah menyambungkan kasih-sayang atau kekerabatan yang menghendaki kebaikan. Jadi jelas bahwa silaturahmi merupakan kiasan tentang berbuat baik kepada kerabat yang memiliki hubungan nasab dan kerabat bersikap lembut, menyayangi dan memperhatikan kondisi mereka. Makna-makna yang bisa diciptakan dari pengertian-pengertian diatas, antara lain, berarti "menyelesaikan problem", "meluruskan benang kusut", "melepaskan ikatan", dan "mencairkan yang beku". Ketika dikaitkan dengan makna imlek, jelas sangat kental kandungan makna silaturahminya. Imlek juga memiliki konsep kekeluargaan dan kebersamaan.
Jadi semakin jelas jika momentum imlek dapat dijadikan sebagai wadah untuk semakin merekatkan persaudaraan dan kebersamaan. Dengan demikian tidak akan ada lagi permusuhan dan kekerasan yang terjadi. Bukan hanya dalam kehidupan masyarakat sehari-hari, tetapi juga dalam lingkungan pemerintah maupun ranah politik. Sehingga, kondisi perekonomian yang morat-marit dapat diselesaikan dengan kebersamaan dan persaudaraan. Segala yang menghantam keutuhan negara ini, akan dengan gampang ditangkal dengan kebersamaan. Jika demikian, alangkah indahnya hidup di alam Indonesia yang kaya akan sumber daya alam, selain itu juga kaya dengan hakekat persaudaraan dan kebersamaan.
Tetapi semuanya harus melalui proses, dan proses tersebut membutuhkan komitmen dan sikap yang tidak gampang menyerah. Proses tersebut juga sarat dengan latihan-latihan mental yang harus rutin dilakukan. Agar sifat-sifat persaudaraan dan kebersamaan itu hanya terjadi sesaat, tetapi dapat terjadi sepanjang masa.
Karenanya semuanya kita harus bersinergi dalam menciptakan kebersamaan ini. Semua elemen harus terlibat dengan kompak, tidak hanya masyarakat, pemerintah juga harus kompak dan serius. Dengan demian rekatan akan semakin kuat dan erat. ***
Penulis : Ramen Antonov Purba (Pemerhati masalah sosial masyarakat)
Sumber : analisadaily.com
Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP
INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p