opini
Kartini Yang diinginkan Kartini
Oleh: Nera
Kamis, 21 Apr 2016 21:07
"Kartini". Ini bukan sekedar peringatan untuk wanita yang bernama Kartini dengan perayaan menggunakan kebaya. Ini bukan sekedar sebuah kalimat indah atau tentang sebuah lagu " Ibu Kita Kartini ".
RA.Kartini adalah gambaran wanita Indonesia yang tidak ingin hidup dalam keterbatasan berpendapat, berkarya serta berjuang. RA. Kartini adalah wanita Indonesia yang ingin wanita – wanita yang lahir dan hidup kelak memiliki pola pikir yang tidak kolot seperti pada masanya.
Kartini berjuang demi wanita tanpa melupakan harkat
martabat dan kodratnya sebagai wanita. Raden Ajeng Kartini, adalah
gambaran keindahan wanita yang kuat namun tetap ingin dilindungi.
Makna dari perjuangan beliau bukan menandakan kita wanita tidak butuh
pria, tetapi kita wanita memiliki hak berkehidupan selayaknya pria.
Namun, akankah kita memaknai kebebasan ini sesuai yang "Kartini"
inginkan? Setelah mendapatkan "hak" kita, apakah kita ingat tanggung
jawab kita sebagai wanita, istri bagi sumai dan Ibu bagi keluarga kita?
Konsep kebebasan yang diperjuangkan "Kartini" bukanlah konsep kebebasan frontal dimana kita benar – benar bebas. Kita adalah wanita, kodrat kita adalah seorang wanita, ibu bagi putra – putri kita, Istri bagi suami kita. "Kartini" inginkan kita menjadi wanita yang mampu berkarir, namun bukan berarti kita lupa akan tanggung jawab kita terhadap keluarga, mengurus suami dan anak. "Kartini" inginkan kita menjadi wanita berpendidikan, karena kita, wanita adalah sekolah pertama bagi putra – putri Kita.
Wanita berpendidikan bukan berarti harus memiliki jabatan yang tinggi di kantor atau perusahaan saja. Tetapi memiliki hak mendapatkan pendidikan yang tinggi dan ingat tanggung jawab sebagai wanita. "Kartini" tidak menginginkan kita bodoh dan kolot, tapi "Kartini" ingingkan kita cerdas dan berwawasan luas tanpa harus membodohi orang lain.
Selain itu, kebebasan yang diperjuangkan "kartini", bukan berarti membuat kita semena – mena dan melupakan harkat martabat kita sebagai wanita, ingatlah kita adalah wanita indonesia yang memiliki tata krama yang telah diakui dunia.
Sekarang kita telah memiliki hak bersuara, kita sudah boleh duduk dalam parlemen untuk mengeluarkan pedapat kita sebagai wanita, keberadaan kita di dunia kerja telah diakui, penyemerataan gender juga telah dilakukan di mana – mana, namun apakah kita telah menjadi Kartini yang diinginkan "Kartini"?.
Kita adalah wanita, sekuat apapun kita, kita tetap membutuhkan pria, kita adalah kelembutan, keberadaan wanita memang selayaknya harus diakui, karena kita yang akan menghasilkan generasi – generasi bangsa. Melati tidak perlu menunggu mekar untuk melihat keindahannya, dan mawar tidak perlu berduri tajam untuk melindungi dirinya bukan?. Jadilah kartini yang cerdas yang diinginkan "Kartini" tanpa melupakan kodrat sebagai wanita Yang akan menghasilakan generasi – generasi bangsa yang membanggakan. Jadilah kartini Indonesia yang tetap menjaga harkat martabat sebagai wanita agar kita tetap terus dihargai. Jadilah kartini Indonesia yang kuat dan mampu menjaga dan melindungi keluarga.
Jadilah kartini Indonesia yang penuh kelembutan dan tanggung jawab. Jadilah kartini Indonesia yang diinginkan " Ibu Kita Kartini". Terimakasih Ibu Kartini untuk perjuangan luar biasa mu yang telah mengantarkan kami hingka kami bisa berada di "terbitnya terang" ini. Selamat hari Kartini untuk Kartini Indonesia. (Nera)
Opini
DPR Undang Juniver Girsang dan Maqdir Ismail Bahas RUU Perampasan Aset
JAKARTA - Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset terus dimatangkan oleh Komisi III DPR melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (
Tantangan Tahun Pertama Holding BUMN, Danantara Masuk Tahap Praaudit
JAKARTA - Pembentukan holding seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membawa konsekuensi administrasi yang cukup besar bagi Danantara Indonesia. Laporan keuangan lembaga tersebut saat ini belum bisa
Kisah Linda di Ujung Negeri Anambas, Gerobak BRK Syariah Jaga Harapan Sekolah Anak
LANGIT Desa Mengkait masih gelap ketika Linda memulai langkah pertamanya. Jarum jam bahkan belum menunjukkan pukul empat pagi. Dalam sunyi yang hanya ditemani suara ombak, perempuan berusia 40 tahun i
Dugaan Eksploitasi Anak di Konten Vape, Komisi III Minta Proses Hukum
JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara profesional dan objektif terkait dugaan pelibatan anak di bawah umur dalam promosi rokok elekt
Dua Tahun Belum Dibayar, Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON 2024 ke Pemprov
PEKANBARU-Atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga di Provinsi Riau mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera menuntaskan pembayaran sisa bonus prestasi Pekan Olahraga Nasional (PON) X