Senin, 03 Agu 2026

opini

Kartini Yang diinginkan Kartini

Oleh: Nera
Kamis, 21 Apr 2016 21:07
istimewa
Nera (Dara Inhil) Beberapa Tahun yang Lalu.

"Kartini". Ini bukan sekedar peringatan untuk wanita yang bernama Kartini dengan perayaan menggunakan kebaya. Ini bukan sekedar sebuah kalimat indah atau tentang sebuah lagu " Ibu Kita Kartini ".

RA.Kartini adalah gambaran wanita Indonesia yang tidak ingin hidup dalam keterbatasan berpendapat, berkarya serta berjuang. RA. Kartini adalah wanita Indonesia yang ingin wanita – wanita yang lahir dan hidup kelak memiliki pola pikir yang tidak kolot seperti pada masanya.

Kartini berjuang demi wanita tanpa melupakan harkat martabat dan kodratnya sebagai wanita. Raden Ajeng Kartini, adalah gambaran keindahan wanita yang kuat namun tetap ingin dilindungi.

Makna dari perjuangan beliau bukan menandakan kita wanita tidak butuh pria, tetapi kita wanita memiliki hak berkehidupan selayaknya pria. Namun, akankah kita memaknai kebebasan ini sesuai yang "Kartini" inginkan? Setelah mendapatkan "hak" kita, apakah kita ingat tanggung jawab kita sebagai wanita, istri bagi sumai dan Ibu bagi keluarga kita?

Konsep kebebasan yang diperjuangkan "Kartini" bukanlah konsep kebebasan frontal dimana kita benar – benar bebas. Kita adalah wanita, kodrat kita adalah seorang wanita, ibu bagi putra – putri kita, Istri bagi suami kita. "Kartini" inginkan kita menjadi wanita yang mampu berkarir, namun bukan berarti kita lupa akan tanggung jawab kita terhadap keluarga, mengurus suami dan anak. "Kartini" inginkan kita menjadi wanita berpendidikan, karena kita, wanita adalah sekolah pertama bagi putra – putri Kita.

Wanita berpendidikan bukan berarti harus memiliki jabatan yang tinggi di kantor atau perusahaan saja. Tetapi memiliki hak mendapatkan pendidikan yang tinggi dan ingat tanggung jawab sebagai wanita. "Kartini" tidak menginginkan kita bodoh dan kolot, tapi "Kartini" ingingkan kita cerdas dan berwawasan luas tanpa harus membodohi orang lain.

Selain itu, kebebasan yang diperjuangkan "kartini", bukan berarti membuat kita semena – mena dan melupakan harkat martabat kita sebagai wanita, ingatlah kita adalah wanita indonesia yang memiliki tata krama yang telah diakui dunia.

Sekarang kita telah memiliki hak bersuara, kita sudah boleh duduk dalam parlemen untuk mengeluarkan pedapat kita sebagai wanita, keberadaan kita di dunia kerja telah diakui, penyemerataan gender juga telah dilakukan di mana – mana, namun apakah kita telah menjadi Kartini yang diinginkan "Kartini"?.

Kita adalah wanita, sekuat apapun kita, kita tetap membutuhkan pria, kita adalah kelembutan, keberadaan wanita memang selayaknya harus diakui, karena kita yang akan menghasilkan generasi – generasi bangsa. Melati tidak perlu menunggu mekar untuk melihat keindahannya, dan mawar tidak perlu berduri tajam untuk melindungi dirinya bukan?. Jadilah kartini yang cerdas yang diinginkan "Kartini" tanpa melupakan kodrat sebagai wanita Yang akan menghasilakan generasi – generasi bangsa yang membanggakan. Jadilah kartini Indonesia yang tetap menjaga harkat martabat sebagai wanita agar kita tetap terus dihargai. Jadilah kartini Indonesia yang kuat dan mampu menjaga dan melindungi keluarga.

Jadilah kartini Indonesia yang penuh kelembutan dan tanggung jawab. Jadilah kartini Indonesia yang diinginkan " Ibu Kita Kartini". Terimakasih Ibu Kartini untuk perjuangan luar biasa mu yang telah mengantarkan kami hingka kami bisa berada di "terbitnya terang" ini. Selamat hari Kartini untuk Kartini Indonesia. (Nera)

Opini
Berita Terkait
  • Senin, 03 Agu 2026 13:28

    DPR Undang Juniver Girsang dan Maqdir Ismail Bahas RUU Perampasan Aset

    JAKARTA - Penyusunan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset terus dimatangkan oleh Komisi III DPR melalui Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin (

  • Senin, 03 Agu 2026 13:26

    Tantangan Tahun Pertama Holding BUMN, Danantara Masuk Tahap Praaudit

    JAKARTA - Pembentukan holding seluruh Badan Usaha Milik Negara (BUMN) membawa konsekuensi administrasi yang cukup besar bagi Danantara Indonesia. Laporan keuangan lembaga tersebut saat ini belum bisa

  • Senin, 03 Agu 2026 13:25

    Kisah Linda di Ujung Negeri Anambas, Gerobak BRK Syariah Jaga Harapan Sekolah Anak

    LANGIT Desa Mengkait masih gelap ketika Linda memulai langkah pertamanya. Jarum jam bahkan belum menunjukkan pukul empat pagi. Dalam sunyi yang hanya ditemani suara ombak, perempuan berusia 40 tahun i

  • Senin, 03 Agu 2026 13:15

    Dugaan Eksploitasi Anak di Konten Vape, Komisi III Minta Proses Hukum

    JAKARTA - Anggota Komisi III DPR RI, Adang Daradjatun mendesak aparat penegak hukum untuk mengusut secara profesional dan objektif terkait dugaan pelibatan anak di bawah umur dalam promosi rokok elekt

  • Senin, 03 Agu 2026 11:31

    Dua Tahun Belum Dibayar, Atlet Riau Tagih Sisa Bonus PON 2024 ke Pemprov

    PEKANBARU-Atlet dan pelatih dari berbagai cabang olahraga di Provinsi Riau mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau segera menuntaskan pembayaran sisa bonus prestasi Pekan Olahraga Nasional (PON) X

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki