Rabu, 29 Apr 2026

Kejutan Bom Awal Tahun

Jumat, 15 Jan 2016 14:49
Ilustrasi

Ledakan bom sebanyak enam kali terjadi di sekitar perkantoran dan pusat perbelanjaan Sarinah, Jakarta Pusat. Ledakan pertama terdengar pukul 10.40 WIB, sedangkan ledakan kedua terdengar sekitar pukul 10.50 WIB, ledakan ketiga pukul 10.56 WIB, ledakan keempat pukul 11.58 WIB, ledakan kelima pukul 11.00 WIB, dan ledakan keenam pukul 11.03 WIB Bom pertama meledakkan pos keamanan lalu lintas yang ada di persimpangan Jalan MH. Thamrin–Kebon Sirih (Pos Kepolisian area Sarinah). 

Empat bom meledak di depan kafe Starbucks dan satu lagi di sekitarnya. Lokasi berada persis berhadapan dengan Gedung Cakrawala atau Gedung Jakarta Theatre. Dua ledakan bom pertama dan kedua, diperkirakan punya kekuatan yang cukup besar. Ini dapat dilihat dari rekaman video amatir warga yang disiarkan beberapa televisi swasta beberapa saat setelah terjadi peledakan. 

Diperkirakan berat bom yang diledakkan seberat 1 sampai 2 kilogram. Buktinya bom granat melemparkan sejauh 15 meter paku berkarat sekitar empat inci, dan baut yang menjadi bagian isi bom granat.

Sebelum terjadi ledakan dan baku tembak di Sarinah, enam orang yang diduga membawa ransel hendak masuk ke pusat perbelanjaan tertua di Jakarta itu. Ketika dicek oleh petugas keamanan, diduga mereka membawa bom. Lalu oleh petugas mereka diarahkan ke pos polisi untuk dilakukan pemeriksaan. Namun, tiga orang dari pelaku langsung meledakkan diri. Sedangkan tiga lagi melarikan diri dengan mengeluarkan tembakan. Begitu selesai bom pertama meledak, pelaku menembaki polisi yang berjaga di sekitar pos. Baku tembak pun terjadi. Pelaku terusir ke arah Gedung Jakarta Theater.

Sedangkan di pos keamanan polisi lalu lintas Sarinah yang hancur terkapar tiga orang korban. Satu orang polisi tertembak oleh pelaku pembom. Dua lainnya warga sipil. Jumlah pelaku pembomam di perkirakan lebih dari lima orang. Sampai dengan jam 13.00 WIB, polisi, TNI, Brimob, Kopassus, serta Tim Gegana yang sejak awal kejadian sudah berada di TKP, masih bekerja mengejar pelaku yang diperkirakan masih berada di gedung atau sekitar halaman Jakarta Theatre. Seorang pelaku melarikan diri dengan mengendarai sepeda motor, serta senjata lengkap menuju ke arah Semanggi. Polisi masih melakukan pengejaran terhadap pelaku ini.

Empat pelaku pembomam berhasil dilumpuhkan sekitar satu setengah jam setelah kejadian. Keempatnya meninggal dunia di lokasi kejadian di halaman gedung Cakrawala. Mayat keempat pelaku di bawa ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati untuk di identifikasi.

Siaga Satu

Ibukota Jakarta sempat diberlakukan keamanan siaga satu mengingat lokasi pembomanam dan adu tembak pelaku dan polisi berdekatan dengan Istana Negara. Sempat beredar isu ada juga bom yang dipersipakan untuk meledak di sekitar Slipi, Cikini, Kuningan dan Alam Sutra,Tangerang. Presiden Joko Widodo segara mengeluarkan perintah dari Cirebon, agar pelaku dan kasus pembomaman ini segera di ungkap. 

Ia meminta Badrodin Haiti (Kapolri) dan Luhut Binsar Panjaitan (Menkopolhukam) bekerja keras mengusut kasus ini. "Rakyat jangan takut dan jangan kalah dengan teroris!" tambah presiden yang langsung kembali ke Jakarta dari kunjungan kerjanya di Cirebon. Adapun pada hari ini bersamaan, Wakil Presiden Jusuf Kalla sedang berada di sidang Pengadilan Tipikor. Beliau dihadapkan ke sidang sebagai saksi kasus korupsi mantan Menteri Parawisata Jero Wacik.

ISIS-kah?

Tudingan ke ISIS langsung ditonjokkan bertanggung jawab atas bom awal tahun ini. Masyarakat awam pun menduga kelompok ini. 

ISIS memang sudah sejak lama mengiming-imingi akan melakukan rentetan teroris di Indonesia. Di dalam berbagai situsnya pernyataan ini sering kita dengar dan baca. Hanya selama ini kita tidak menganggap serius. Tidak mungkin, tidak mungkin itu terjadi, pertimbangan kita selalu! ISIS kita anggap lemah di Indonesia. Padahal ratusan orang warga negara Indonesia sudah menjadi bagian dari ISIS. Baik yang masih berada di Suriah atau sudah kembali ke tanah air. Mereka sudah memiliki semacam batalion yang keberaniannya sudah cukup tinggi dan nekad untuk beraksi.

Dari pola-pola yang dilakukan, peledakan hari ini yang terjadi di Ibukota Negara kita, adanya kesamaan dengan teror Paris, 13 November 2015 yang lalu, yang dilakukan oleh ISIS. Lokasi pemboman dipecah, atau jadwal pemboman direntet guna membuat kesulitan melakukan pelacakan. Senjata-senjata yang digunakan pun merupakan senjata-senjata yang semi konvensioanl untuk mengurangi kecurigaan.

ISIS bagaimanapun berusaha eksis di Indonesia. Termasuk juga di kawasan seputar ASEAN. Dimana sudah kita ketahui bersama, di Filipina, tepatnya di Mindanoa, bukankah kelompok Abu Sayyaf sudah menyatakan diri bergabung dengan ISIS. Sementara di negara kita, gerakan-gerakan Islam radikal lama mendapat angin segar dari ISIS yang tak segan-segan mengeluarkan dana besar. Berbagai macam situs ISIS bersebaran di negara-negara ASEAN.

ISIS yang secara implisit punya prinsip mengkafirkan manusia yang bukan kelompoknya mengancam siapa saja. Pos-pos polisi memang satu diantara sasaran pemboman yang mereka incar. Bom pos polisi di Hamparan Perak, Deli Serdang, bom Solo dan Bom Cirebon menjadikan pos polisi sebagai sasaran. 

Dan ini bukan berarti sasaran warga sipil tidak di incar. Pada 17 Juli 2009 dua ledakan mengguncang Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton, Jakarta. Ledakan menewaskan 9 orang dan melukai lebih dari 50 orang. 

Dalam bencana bom Sarinah Jakarta ada tujuh nama korban sementara yang telah ditangani di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat Gatot Soebroto (RSPAD) antara lain: Budi Rachmat (35 tahun), warga Green Depok City, Blok Anggrek 2; Aiptu Dadi Maryadi (48 tahun), anggota Lantas Jakpus unit Menteng, Aiptu Budiono (43 tahun), anggota Polres Jakarta Pusat; Anggun Artikasari (24 tahun), warga Condet, Jaktim; Chairil Islamubin (21 tahun), warga Grogol, Jaktim; Yohannes Antonius Maria (48 tahun) WN Belanda, alamat Jalan Bangka; Mr X, warga asing belum diketahui identitasnya.

Mencegah ISIS

Indonesia dan negara-negara ASEAN sudah merasakan adanya ancaman teror sejak NIIS dideklarasikan. Namun, sampai saat ini memang belum ada kesepakatan yang mengikat antar negara ASEAN dalam penanggulangan ekstrimis. Poin pertama pada "ASEAN Way", yakni pernyataan non intervensinya urusan dan tidak adanya campur tangan urusan militer dalam negeri masing-masing masih dipertahankan. Makanya para pemimpin ASEAN semakin merasakan perlunya kerja sama yang kukuh menghadapi kaum ekstrimis. 

ASEAN menanggapi aksi teror dan radikal ini seringkali hanya berupa perangkat retoris belaka. Sejauh ini, negara-negara anggota ASEAN lebih banyak berfokus pada tindakan-tindakan yang tidak mengikat, tidak spesifik, dan tanpa membangun mekanisme monitoring kemajuan melawan tindakan-tindakan teror tersebut. Masyarakat modern ASEAN perlu melepaskan diri dari kecenderungan untuk mengeluarkan statement tanpa ada aksi afirmatif yang serius di tingkat regional.

Mencegah ISIS dan kaum ekstrimis lainnya memang tidak mudah seperti membalik telapak tangan. Coba kita perhatikan. Begitu ada penangkapan warga negara Indonesia yang diduga teroris, kaum teroris pun bergerak. Berbagai pola konvensional dan modern. Tampaknya harus dikembangkan dalam menangkis kehadiran ISIS.

(analisadaily.com)

Opini
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.