Melihat Prospek Ekonomi Tahun Depan
Kamis, 31 Des 2015 08:55
Semuanya pasti akan bergembira menyaksikan pesta kembang api di malam pergantian tahun. Tetapi, setelah itu, semuanya akan kembali dihadapkan pada peliknya kehidupan. Optimisme menyongsong tahun 2016 tidaklah salah. Asumsi bahwa tahun mendatang lebih prospektif pun tak perlu dicela karena perkiraan-perkiraan seperti itu patut dipahami sebagai refleksi kepercayaan diri yang kuat. Namun, agar tidak salah dalam melangkah dan membuat keputusan, opini atau asumsi lain pun layak dicerna dan disikapi. Ketidakpastian global yang mendominasi perekonomian dunia diperkirakan akan berlanjut sepanjang tahun 2016.
Seperti tahun 2015, ketidakpastian global itu pasti memberi dampak negatif terhadap perekonomian nasional pada tahun mendatang. Indikasi tentang berlanjutnya ketidakpastian global pada 2016 itu harus diterima dengan sikap arif, agar siapa pun tidak perlu bertindak ceroboh. Dari aspek indikator tentang ketidakpastian global itu, praktis tidak ada yang baru. Pertama, dunia masih harus berspekulasi terhadap rencana bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, menaikkan suku bunga acuan (Fed fund rate). Antisipasi atau spekulasi terhadap langkah Fed otomatis memberi pengaruh signifikan terhadap pasar uang internasional, termasuk Indonesia. Faktor berikutnya adalah dinamika perekonomian China. Tahun ini China harus mengoreksi target pertumbuhan karena melemahnya ekspor. Prospek pertumbuhan ekonomi China tahun 2016 pun menjadi pertimbangan pelaku bisnis di berbagai negara.
Spekulasi atau keraguan terhadap tinggi-rendahnya pertumbuhan ekonomi China melahirkan dampak cukup signifikan terhadap ketidakpastian tahun mendatang. Para analis ragu China akan bisa mencetak pertumbuhan hingga 7 persen. Faktor lain yang sangat memengaruhi pertumbuhan ekspor Indonesia adalah rendahnya harga komoditas. Termasuk juga harga minyak. Ketidakpastian yang berkelanjutan biasanya mereduksi permintaan. Karena itu, harga komoditas unggulan Indonesia di pasar internasonal pada tahun mendatang dipastikan tidak menjajikan untung. Dari beberapa indikator itu, muncul perkiraan bahwa tidak mudah bagi Indonesia untuk mengejar pertumbuhan di atas 5 persen pada tahun mendatang.
Pesan Utama
Angka pertumbuhan maksimal yang bisa dicapai tidak akan berbeda jauh dengan catatan tahun ini, sekitar 4,7 persen. Dengan begitu, pesan utamanya adalah pentingnya kehati-hatian melakoni tahun 2016. Lakon skandal "Papa Minta Saham" harus cepat diselesaikan, agar DPR bisa segera bersinergi dengan pemerintah untuk menanggapi ketidakpastian global itu. Jangan lagi membuang-buang energi untuk masalah-masalah yang tidak terkait langsung dengan kepentingan negara dan kepentingan rakyat. Belajar dari tahun 2015, maka pemerintah pun harus memperbaiki pengelolaan anggaran pembangunan. Lambannya penyerapan anggaran pada 2015 seharusnya tidak terulang pada tahun mendatang. Presiden Joko Widodo patut menggarisbawahi persoalan ini. Selain itu, harus dicarikan jalan keluar untuk mengatasi kebuntuan pembangunan di banyak daerah.
Presiden dan para kepala daerah harus berupaya all out agar Rp273 triliun dana pembangunan milik semua pemerintah daerah yang kini mengendap bisa segera dimanfaatkan membiayai kegiatan produktif. Peluang pemerintah untuk mendapatkan tambahan penerimaan negara melalui instrumen pengampunan pajak (tax amnesty) hendaknya segera direalisasikan. Penerimaan pajak tahun mendatang diperkirakan tidak akan lebih besar dari tahun ini. Apalagi jika tambahan pendapatan negara dari tax amnesty itu memungkinkan pemerintah tidak menambah utang luar negeri.
Selain itu, kini ekonomi digital menjadi mesin baru bagi pertumbuhan ekonomi. Hal ini berlaku tidak hanya di negara maju melainkan juga di negara seperti India, China, serta Indonesia. Di Indonesia, e-commerce yang merupakan salah satu segmen dari ekonomi digital yang paling menonjol, diperkirakan tumbuh pesat. Kementerian Komunikasi dan Informatika memperkirakan nilai transaksi e-commerce pada 2014 sebesar US$13 miliar. Bisnis ini diperkirakan tumbuh 40% per tahun dan menjadi salah satu mesin pertumbuhan ekonomi nasional. Bila kita amati lebih jauh, perkembangan ekonomi digital tidak lepas dari kehadiran technopreneur. Secara sederhana, technopreneur adalah kombinasi dari technology dan entrepreneur. Artinya, wirausaha yang memanfaatkan perkembangan teknologi sebagai sarana untuk membuka peluang, meningkatkan potensi, menambah channel, hingga mendongkrak jumlah pelanggan dan pendapatan.
Wirausaha jenis ini sebenarnya bisa amat beragam, dari bidang bioteknologi, energi, sampai bidang teknologi informasi. Bisa dalam bentuk sederhana seperti berjualan lewat media sosial, hingga membangun aplikasi rumit nan kompleks untuk korporasi atau pemerintahan. Akan tetapi, perkembangan paling pesat di antara berbagai jenis technopreneur adalah di sektor teknologi informasi. Ini wajar karena teknologi informasi merambah pengguna yang begitu luas melalui bantuan Internet. Koneksi Internet ini juga membuat para pengguna ini bisa sertamerta berubah dari sekadar konsumen menjadi produsen atau channel distribusi. Faktor pertumbuhan lainnya, bidang ini memiliki hambatan masuk (entry barrier) yang relatif lebih rendah dibandingkan dengan bidang lainnya.
Technopreneur di bidang bioteknologi, misalnya, menghadapi tantangan berupa investasi besar, regulasi yang ketat, biaya SDM yang relatif mahal, dan sebagainya. Tidak demikian halnya dengan wirausaha di bidang digital. Selain e-commerce, di Indonesia kita juga melihat kemampuan untuk memanfaatkan teknologi buat layanan yang tidak baru tetapi disajikan dengan cara baru seperti Go-Jek dan berbagai jenis game. Ada sejumlah tantangan yang dihadapi wirausaha bidang TI di Indonesia. Salah satunya terkait dengan ekosistem. Bisnis bisa berkembang dengan baik bila ekosistemnya mendukung. Ekosistem ini menyangkut pengembangan konsumen, sumber daya manusia profesional yang mengelola usaha dan bisnis, ketersediaan teknologi dan infrastruktur, kejelasan funding, serta regulasi yang firm. Semua hal ini harus dilihat sebagai prospek ekonomi yang cukup bagus di tahun mendatang.
(analisadaily.com)
Opini
Kabur ke Batam, Polres Inhu Kembali Ringkus Pelaku Penganiayaan di PT. SBP
INHU- Upaya pelarian hingga menyeberang ke luar daerah tak mampu menghentikan langkah aparat kepolisian dalam memburu pelaku tindak pidana penganiayaan yang terjadi di kawasan perkebunan PT Sinas Beli
Nobar Piala Dunia dan Makan Bersama, Koramil 1710-02/Timika Perkuat Kemanunggalan TNI-Rakyat
Mimika-Koramil 1710-02/Timika menggelar kegiatan nonton bareng (nobar) pertandingan Piala Dunia 2026 yang berlangsung di Aula Makoramil 1710-02/Timika, Jalan Yos Sudarso, Kabupaten Mimika, Minggu (14/
ANKER Soundcore Luncurkan TWS Berbasis AI Liberty 5 Pro Series, Cek Fitur dan Harganya
JAKARTA â€" Brand audio terkemuka, ANKER soundcore, resmi merilis true wireless earbuds (TWS) premium generasi terbarunya, ANKER soundcore Liberty 5 Pro Series, di pasar Indonesia. Mengusung kons
Xiaomi Pamerkan Lengan Robotik Pengisi Daya Otomatis untuk Mobil Listrik
JAKARTA â€" Xiaomi mendemonstrasikan lengan robot yang dapat mengotomatisasikan pengisian daya mobil listrik di rumah. Perangkat ini ditujukan untuk para pemilik mobil listrik (EV) yang tidak suk
Ngeri! Wanita 21 Tahun Tewas Gegara Staf Lupa Pasang Tali Pengaman saat Bermain Ayunan Jembatan Ekstrem
JAKARTA - Sebuah insiden tragis terjadi di Brasil ketika seorang perempuan berusia 21 tahun meninggal dunia setelah terjatuh dari wahana ayunan ekstrem. Dia jatuh akibat tidak terpasangnya tali p