Rabu, 29 Apr 2026
  • Home
  • Opini
  • Membimbing Anak Menggunakan Internet Sehat

Opini

Membimbing Anak Menggunakan Internet Sehat

Oleh: Ekaristina Saragi, S.Pd
Minggu, 18 Sep 2016 10:13
Internet
Ilustrasi
Semakin majunya perkemba­ngan teknologi menuntut manusia semakin cerdas memberdayakannya demi kemudahan hidup. Segala informasi tidak lagi sulit dicari, karena hanya sebatas searching pada perang­kat yang ter­koneksi dengan internet.

Oleh sebab itu dunia pendidikan tak lagi sekaku jaman dahulu saat tidak ada internet. Saat itu guru dan siswa harus mencari literatur pembela­jaran secara manual melalui buku-buku yang ada diperpustakaan atau toko buku. Untuk mencari sebuah in­formasi dibutuhkan waktu, tenaga dan pengorbanan yang tidak sedikit.

Saat ini anak-anak usia sekolah sudah seharusnya melek informasi. Baik itu informasi mengenai aka­de­mik maupun mengenai pengetahuan umum. Ada begitu banyak hal yang bisa dipelajari melalui kemajuan tek­no­logi sat ini terutama yang ber­hu­bungan dengan internet. Sehingga sum­­ber pem­belajaran tidak hanya ter­pusat kepada guru tetapi juga siswa itu sendiri.

Sangat diperlukan perhatian orang tua saat anak harus mencari tugas se­­kolah melalui internet. Perlu ada bim­bingan berkala agar anak mengerti ba­gaimana mencari informasi dan mem­perkaya wawasan diluar jam sekolah. Bila tidak dibimbing maka anak bisa tersesat dalam dunia maya yang menggiringnya kepada hal-hal yang negatif.

Karena pada umumnya saat anak-anak diberi kepercayaan untuk me­miliki gadget dengan koneksi in­ternet akan cende­rung menyalah­gu­nakan­nya dengan bermain game online bah­kan melihat konten berbau porno. Bu­kannya menambah wawasan po­sitif malah memperburuk mental anak.

Sejak dini anak-anak sebaiknya dibimbing untuk mela­porkan konten dewasa yang mungkin tiba-tiba muncul saat membuka internet. Dengan demikian mereka terbiasa jujur dan menghindari hal-hal yang tidak sepantasnya mereka lihat. Menegaskan kepada mereka bahwa informasi yang ada dalam internet tidak sepenuhnya benar, oleh sebab itu harus dikomu­ni­kasi­kan dahulu kebenarannya kepada orang tua atau guru.

Apabila anak terlanjur memiliki media sosial, sebaiknya mengingatkan me­reka untuk tidak mengekspos gam­bar dan video pribadi, menjaga supaya tidak disalahgunakan oknum tak ber­tanggung jawab. Karena setiap gam­bar dan video yang terunggah akan me­ninggalkan jejak karena telah ter­lihat oleh banyak orang.

Mengajarkan mereka memakai ba­hasa yang sopan saat berinteraksi da­lam dunia maya. Dengan demikian mem­­­bia­sakan mereka untuk tidak terlibat kecenderungan membully melalui verbal. Bila memulai percaka­pan online harus de­ngan orang yang be­nar-benar dikenal seperti ayah dan ibu.

Tidak sembarangan membalas pe­san dari orang tak di­kenal. Mereka ha­­rus diberitahu bahwa setiap orang da­­lam dunia maya tidak semua baik. Ka­rena banyak hal buruk terjadi se­telah saling berbalas pesan secara on­line. Mereka harus diingatkan tentang hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh diunduh.

Kerjasama Sekolah,

Guru dan Orangtua

Ada beberapa kendala saat siswa diwajibkan mencari informasi melalui internet. Mulai dari tidak tersedianya layanan internet di sekolah, orang tua yang tidak peduli dan anak yang masih awam teknologi.

Seharusnya fasilitas internet sudah ada disetiap sekolah apalagi diperko­taan. Namun kenyataan dilapangan rou­ter­ internet hanya sebatas pajangan tan­­pa koneksi. Padahal bila pihak se­ko­lah ingin siswanya tanggap tek­no­logi se­harusnya konsisten memberi fa­silitas pen­dukung. Dengan demikian sel­ain men­dapat pembelajaran ber­ba­sis tek­nologi di sekolah mereka juga da­pat me­nambahnya dirumah masing-ma­sing.

Guru juga sebaiknya mampu me­ngo­perasikan komputer dan meng­ko­nek­­sikannya ke jaringan internet. De­ngan de­mikian guru mampu ber­se­lancar di dunia maya mencari in­for­masi positif untuk kemudian dibagi­kan kepada siswanya dengan langkah-langkah yang benar.

Orangtua harus sadar akan kebutu­han informasi yang cepat bagi si anak dalam masa pendidikan. Sehingga ti­dak ada alasan bagi mereka untuk ti­dak melek teknologi kalau tidak mau ke­tinggalan dengan yang lain. Namun fe­nomena yang sangat disayangkan adalah kebanyakan orang tua mem­fasilitasi anak dengan gadget canggih lengkap dengan layanan internet tanpa memberikan bimbingan yang jelas ten­tang tujuan positif dari gadget itu sendiri.

Jangan meninggalkan cela bagi anak untuk melangkah sendiri tanpa bim­bingan mengenai internet sehat. Sedikit saja mereka tergelincir, maka akan sangat mudah diperbudak oleh keburukan dari internet tersebut. Kita bisa lihat sendiri ada begitu banyak anak-anak belia sudah menjadi budak game online di warnet-warnet bahkan di dalam rumah sendiri.

Mereka sampai lupa belajar, tidak bersosialisasi dan tak terurus keseha­tan­­nya. Waktu mereka terserap habis de­mi hal yang tidak membantu per­kembangan akademik dan psiko­lo­gis mereka yang baik. Semuanya ha­nya karena ketidakpedulian orang tua dan tidak adanya kerjasama yang intens dengan sekolah dan guru.

Lebih parah lagi apabila anak-anak terg­elincir dalam internet yang berbau por­nografi. Saat mereka kecanduan maka akan sangat sulit untuk diken­da­likan. Otomatis mental rusak dan fo­kus be­lajar sudah kacau karena otak su­dah di­penuhi dengan hal-hal negatif. Jika ber­lanjut maka jangan heran ke­mudian hari anak-anak ini akan mulai ter­giur de­ngan tawaran-tawaran mu­cikari on­line. Menjebak mereka dalam ke­po­lo­sannya dan menjadikan mereka korban.

Bila sudah jatuh terlalu dalam maka akan sulit untuk membimbingnya kembali. Semua hal negatif ini tidak perlu terjadi jika kita sebagai orang tua tak jemu-jemunya membimbing mereka untuk menggunakan internet dengan sehat dan positif. Karena masa depan dan keselamatan anak-anak tergantung dari kepedulian kita terhadap mereka.***

Penulis adalah seorang guru

Sumber:/harian.analisadaily.com

Opini
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Apr 2026 12:59

    Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan

    JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:57

    Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang

    JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:38

    Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran

    JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:29

    Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026

    JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026

  • Rabu, 29 Apr 2026 12:27

    Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.