Opini
Membimbing Anak Menggunakan Internet Sehat
Oleh: Ekaristina Saragi, S.Pd
Minggu, 18 Sep 2016 10:13
Oleh sebab itu dunia pendidikan tak lagi sekaku jaman dahulu saat tidak ada internet. Saat itu guru dan siswa harus mencari literatur pembelajaran secara manual melalui buku-buku yang ada diperpustakaan atau toko buku. Untuk mencari sebuah informasi dibutuhkan waktu, tenaga dan pengorbanan yang tidak sedikit.
Saat ini anak-anak usia sekolah sudah seharusnya melek informasi. Baik itu informasi mengenai akademik maupun mengenai pengetahuan umum. Ada begitu banyak hal yang bisa dipelajari melalui kemajuan teknologi sat ini terutama yang berhubungan dengan internet. Sehingga sumber pembelajaran tidak hanya terpusat kepada guru tetapi juga siswa itu sendiri.
Sangat diperlukan perhatian orang tua saat anak harus mencari tugas sekolah melalui internet. Perlu ada bimbingan berkala agar anak mengerti bagaimana mencari informasi dan memperkaya wawasan diluar jam sekolah. Bila tidak dibimbing maka anak bisa tersesat dalam dunia maya yang menggiringnya kepada hal-hal yang negatif.
Karena pada umumnya saat anak-anak diberi kepercayaan untuk memiliki gadget dengan koneksi internet akan cenderung menyalahgunakannya dengan bermain game online bahkan melihat konten berbau porno. Bukannya menambah wawasan positif malah memperburuk mental anak.
Sejak dini anak-anak sebaiknya dibimbing untuk melaporkan konten dewasa yang mungkin tiba-tiba muncul saat membuka internet. Dengan demikian mereka terbiasa jujur dan menghindari hal-hal yang tidak sepantasnya mereka lihat. Menegaskan kepada mereka bahwa informasi yang ada dalam internet tidak sepenuhnya benar, oleh sebab itu harus dikomunikasikan dahulu kebenarannya kepada orang tua atau guru.
Apabila anak terlanjur memiliki media sosial, sebaiknya mengingatkan mereka untuk tidak mengekspos gambar dan video pribadi, menjaga supaya tidak disalahgunakan oknum tak bertanggung jawab. Karena setiap gambar dan video yang terunggah akan meninggalkan jejak karena telah terlihat oleh banyak orang.
Mengajarkan mereka memakai bahasa yang sopan saat berinteraksi dalam dunia maya. Dengan demikian membiasakan mereka untuk tidak terlibat kecenderungan membully melalui verbal. Bila memulai percakapan online harus dengan orang yang benar-benar dikenal seperti ayah dan ibu.
Tidak sembarangan membalas pesan dari orang tak dikenal. Mereka harus diberitahu bahwa setiap orang dalam dunia maya tidak semua baik. Karena banyak hal buruk terjadi setelah saling berbalas pesan secara online. Mereka harus diingatkan tentang hal-hal apa yang boleh dan tidak boleh diunduh.
Kerjasama Sekolah,
Guru dan Orangtua
Ada beberapa kendala saat siswa diwajibkan mencari informasi melalui internet. Mulai dari tidak tersedianya layanan internet di sekolah, orang tua yang tidak peduli dan anak yang masih awam teknologi.
Seharusnya fasilitas internet sudah ada disetiap sekolah apalagi diperkotaan. Namun kenyataan dilapangan router internet hanya sebatas pajangan tanpa koneksi. Padahal bila pihak sekolah ingin siswanya tanggap teknologi seharusnya konsisten memberi fasilitas pendukung. Dengan demikian selain mendapat pembelajaran berbasis teknologi di sekolah mereka juga dapat menambahnya dirumah masing-masing.
Guru juga sebaiknya mampu mengoperasikan komputer dan mengkoneksikannya ke jaringan internet. Dengan demikian guru mampu berselancar di dunia maya mencari informasi positif untuk kemudian dibagikan kepada siswanya dengan langkah-langkah yang benar.
Orangtua harus sadar akan kebutuhan informasi yang cepat bagi si anak dalam masa pendidikan. Sehingga tidak ada alasan bagi mereka untuk tidak melek teknologi kalau tidak mau ketinggalan dengan yang lain. Namun fenomena yang sangat disayangkan adalah kebanyakan orang tua memfasilitasi anak dengan gadget canggih lengkap dengan layanan internet tanpa memberikan bimbingan yang jelas tentang tujuan positif dari gadget itu sendiri.
Jangan meninggalkan cela bagi anak untuk melangkah sendiri tanpa bimbingan mengenai internet sehat. Sedikit saja mereka tergelincir, maka akan sangat mudah diperbudak oleh keburukan dari internet tersebut. Kita bisa lihat sendiri ada begitu banyak anak-anak belia sudah menjadi budak game online di warnet-warnet bahkan di dalam rumah sendiri.
Mereka sampai lupa belajar, tidak bersosialisasi dan tak terurus kesehatannya. Waktu mereka terserap habis demi hal yang tidak membantu perkembangan akademik dan psikologis mereka yang baik. Semuanya hanya karena ketidakpedulian orang tua dan tidak adanya kerjasama yang intens dengan sekolah dan guru.
Lebih parah lagi apabila anak-anak tergelincir dalam internet yang berbau pornografi. Saat mereka kecanduan maka akan sangat sulit untuk dikendalikan. Otomatis mental rusak dan fokus belajar sudah kacau karena otak sudah dipenuhi dengan hal-hal negatif. Jika berlanjut maka jangan heran kemudian hari anak-anak ini akan mulai tergiur dengan tawaran-tawaran mucikari online. Menjebak mereka dalam kepolosannya dan menjadikan mereka korban.
Bila sudah jatuh terlalu dalam maka akan sulit untuk membimbingnya kembali. Semua hal negatif ini tidak perlu terjadi jika kita sebagai orang tua tak jemu-jemunya membimbing mereka untuk menggunakan internet dengan sehat dan positif. Karena masa depan dan keselamatan anak-anak tergantung dari kepedulian kita terhadap mereka.***
Penulis adalah seorang guru
Sumber:/harian.analisadaily.com
Opini
Perjalanan KRL Dibatasi Sampai Stasiun Bekasi Pasca-Kecelakaan
JAKARTA - Proses pemulihan jalur kereta di lintas Bekasiâ€"Cikarang masih terus dilakukan usai terjadinya tabrakan antara KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL yang terjadi pada Senin, 27 April 2026.
Korban Meninggal Kecelakaan Kereta di Bekasi Bertambah Jadi 16 Orang
JAKARTA - Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto menyebutkan korban meninggal dunia akibat kecelakaan KRL dengan KA Argo Bromo Anggrek jarak jauh di Bekasi Timur bertambah menjadi 16 o
Penerima Bansos Gabung Kopdes Merah Putih Bebas Iuran
JAKARTA - Penerima bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Sembako bergabung dalam Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Hal ini dilakukan setelah Kementerian Sosial (Ke
Setoran Pajak Digital RI Capai RP50,51 Triliun di Kuartal I-2026
JAKARTA - Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan mencatat penerimaan dari sektor usaha ekonomi digital sebesar Rp50,51 triliun di kuartal pertama (Q1) 2026 hingga 31 Maret 2026
Resmikan 13 Proyek Hilirisasi Senilai Rp116 Triliun, Prabowo: Bersejarah dan Sangat Membanggakan
JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meresmikan 13 proyek hilirisasi nasional tahap II senilai Rp116 triliun di Cilacap, Jawa Tengah, Rabu (29/4/2026). Prabowo menegaskan bahwa peresmian