Mewaspadai Teror Lanjutan
Senin, 25 Jan 2016 16:07
Ledakan bom dan tembak-menembak antara kelompok teroris dan polisi yang terjadi di kawasan belanja Sarinah, Jl MH Thamrin, Jakarta (14/1) kemarin menggoncang publik Indonesia dan menggegerkan dunia internasional. Tak lama setelah peristiwa mencekam tersebut, ISIS melalui kantor berita pusat kelompok tersebut, Aamaaq mengklaim terlibat dalam serangan teror tersebut. Serangan teror tersebut berhasil diatasi pihak kepolisian. Menyikapi serangan teror tersebut, Presiden Jokowi dengan lantang menyatakan bahwa masyarakat tidak boleh takut dan negara tak boleh kalah dari teror.
Serangan teror bom dan baku tembak di tempat terbuka tersebut membuka lembaran baru kasus terorisme di Indonesia. Serangan bom sebelumnya pelaku bergerak diam-diam, sembunyi-sembunyi dan tidak berani terang-terangan seperti serangan BomMarriot I & II dan Bom Bali I & II.
Sebagai negara superpower juga terlihat kewalahan melawan ISIS. Padahal sebelumnya begitu garang menginvasi Irak, Afghanistan, Mathieu Guidere, ahli terorisme dari Universitas Toulose, Prancis bahwa kelompok teroris ISIS berhasil mempertegas strategi barunya "keluar dari kandang" dan berhasil "menghancurkan hambatan psikologis" (Kompas, Jum'at, 15/01/16).
Serangan teror tersebut juga berakhir korban jiwa. Tujuh orang tewas terdiri dari 1 warga Indonesia, 1 warga negara asing (WNA) Kanada dan 5 pelaku. Dan korban luka sebanyak 24 orang terdiri dari 14 warga sipil, 6 anggota Polri dan 4 WNA (Belanda, Australia, Jerman dan Aljazair).
Peristiwa tersebut menodai nilai-nilai kemanusiaan karena dengan angkuh dan brutal melukai dan membunuh di depan publik. Kita tidak tahu pasti apa maksud pelaku melakukan teror di tempat strategis, di dekat pos polisi, hanya berjarak 2 km dari istana negara dan dilakukan di Jakarta, jantung ibukota Indonesia. Yang pasti, semua pihak harus tetap waspada mengantisipasi kejadian serupa terulang karena serangan tersebut melanggar nilai-nilai kemanusiaan dan harus dilawan bersama!
Bersatu Melawan Terorisme
Aksi terorisme akhir-akhir ini selalu diotaki oleh ISIS yang berbasis di Irak dan Suriah. Demi mempertegas eksistensinya dan membangun rasa takut psikologis publik dunia, ISIS melakukan serangkain serangan teror di berbagai negara, jauh di luar Irak dan Suriah. Seperti di Lebanon pada November 2015 yang menewaskan 43 orang dan 239 menderita luka parah. Kemudian di Paris, Prancis pada 13 November 2015 mengakibatkan 132 orang tewas dan ratusan menderita luka-luka.
Kemudian disusul di Sousse, Tunisia yang mengakibatkan 40 orang tewas dan 39 luka-luka. Teror berlanjut di Ankara, Turki pada Oktober 2015 yang menewaskan 100 orang dan pada 12 Januari 2016 di Alun-alun Sultanahmet, Istanbul, Turki yang mengakibatkan 10 orang tewas. Bahkan, ledakan pesawat Airbus A321 milik Rusia yang meledak di Sinai, Mesir dan mengakibatkan 224 orang penumpang tewas juga diklaim oleh ISIS sebagai ulah mereka.
ISIS sudah sukses menciptakan rasa takut publik dunia. Padahal, ISIS hanya tidak lebih dari luas wilayah Irak dan Suriah yang kecil, itupun kini ISIS semakin terdesak oleh pasukan pemerintah Irak, Pasukan Peshmerga Kurdi, pasukan Turki, pasukan pro oposisi Suriah dan pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat. Jika seluruh negara disiplin memberantas ISIS di negara asalnya di Irak dan Suriah, maka serangan brutal bom dan penembakan tidak akan menjalar ke seluruh dunia.
Bisa jadi karena posisi terdesak itulah ISIS menciptakan serangkaian teror di luar wilayah kekuasaannya dengan bantuan simpatisan internasional untuk menciptakan efek ketakutan berlebihan terhadap ISIS. Kita yakin, pemerintah, Polri, TNI dan semua pihak di Indonesia tidak akan mudah terpancing dengan isu ISIS, dan tidak akan kecolongan lagi untuk ke sekian kalinya.
Amerika Serikat (AS) sendiri Vietnam dan Libya. Baru-baru ini Menteri Pertahanan AS, Ash Charter berencana membangun konsolidasi dengan negara-negara sekutunya seperti Prancis, Australia, Inggris, Italia, Jerman dan Belanda pada pertemuan di Paris mendatang. AS berencana meminta kontribusi sekutunya untuk melawan ISIS berupa pasukan operasi khusus, jet tempur, pesawat pengintai, senjata, amunisi, pelatihan dan dukungan tempur lainnya (Republika, 15 Januari 2016).
Menurut Komjen Budi Gunawan bahwa kelompok yang beraksi di Jakarta sudah berkomunikasi dengan kelompok di Suriah dan kelompok Abu Jundi. Kelompok dimaksud adalah jaringan Bahrun Naim yang ditangkap Densus 88 pada November 2010 lalu dan divonis 2 tahun 6 bulan kemudian pasca bebas pada 2014 menyatakan diri sebagai penikut ISIS dan menuju Suriah (Kompas halaman 2, Jum'at 15/1/16).
Masifnya gerakan kelompok teroris yang beroperasi di seluruh dunia termasuk Indonesia, menuntut kewaspadaan pemerintah, Polri, TNI dan masyarakat umum untuk selalu waspada dan bersatu melawan segala bentuk terorisme. Serun Presiden Jokowi masyarakat Indonesia tidak boleh takut dan negara tak boleh kalah dari teror dapat ditafsirkan bahwa Indonesia sebagai negara besar harus menunjukkan diri sebagai bangsa yang kuat, bersatu dan tidak mempan siap melawan segala bentuk terorisme.
Bahu-Membahu
Polri, TNI, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), dan BIN bergerak masif memberantas terorisme di Indonesia seperti operasi Tinombala untuk meredam gerakan Santoso di Sulawesi. Sepanjang 2015 saja Polri sudah menangkap 74 terduga teroris dan 65 orang ditetapkan tersangka.
Masyarakat juga diajak bahu-membahu dalam upaya memberantas terorisme. Salah satunya dengan cara melaporkan berbagai tindak tanduk mencurigakan di tengah masyarakat yang mengarah pada kegiatan teroris. Di saat yang sama, Polri dan lainnya juga dituntut untuk profesional karena banyaknya terjadi kasus salah tangkap di mana menurut data Lembaga Bantuan Hukum (LBH) terdapat 35 korban salah tangkap yang kemudian dibebaskan karena tidak terbukti bersalah di pengadilan.
Indonesia adalah negara besar. Jangan sampai ISIS yang notabene hanya berkuasa jauh di Suriah dan Irak dapat menciptakan situasi mencekam dan ketakutan dengan aksi-aksinya. Maka, kita tidak boleh takut !!
(analisadaily.com)
Jovi, Gajah Andalan Mitigasi Konflik di Riau Mati
PEKANBARU-Kabar duka datang dari Pusat Latihan Gajah (PLG) Minas, Kabupaten Siak. Gajah binaan bernama Jovi mati setelah menjalani perawatan intensif selama 34 hari.Gajah jantan berusia sekitar 46 tah
Terjun dari Jembatan Rantau Berangin, Pria Misterius Hilang di Sungai Kampar
KAMPAR-Suasana di Jembatan Rantau Berangin, Desa Merangin, Kecamatan Kuok, Kabupaten Kampar, mendadak gempar Selasa (4/8/2026) pagi.Seorang pria yang belum diketahui identitasnya diduga nekat terjun d
Polres Dumai Grebek Rumah Pengendar Sabu di Bukit Kapur
Dumai -Satresnarkoba Polres Dumai kembali berhasil mengungkap kasus dugaan peredaran gelap narkotika jenis shabu di wilayah hukum Polres Dumai. Seorang pria berinisial M alias R (42) diamankan setelah
FA Tak Lagi Dukung Infantino Jadi Presiden FIFA
LONDON-Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) dikabarkan bersiap mencabut dukungan terhadap Gianni Infantino untuk kembali menjabat sebagai Presiden Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA) periode 2027-203
Evaluasi Layanan, Pemko Pastikan Seluruh Laporan Masyarakat Tetap Ditampung TRC 112
PEKANBARU-Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik, dan Persandian (Diskominfotiksan) Kota Pekanbaru, Ardiansyah Eka Putra memastikan seluruh laporan masyarakat tetap diterima melalui layanan T