Rabu, 29 Apr 2026

Natal dan Revolusi Mental

Rabu, 23 Des 2015 09:07
Ilustrasi

Natal adalah sebuah lawatan Allah Bapa untuk menyelamtakan manusia agar manusia itu bisa kembali ke jalan yang benar. Jalan benar itu sudah ada dari Allah Bapa tinggal lagi bagaimana kita mengimplementasikan dalam hidup kita sehingga hidup kita merupakan hidup yang berbuah dan penuh dengan kehidupan yang gemilang. 

Untuk itulah, masa depan sebuah bangsa sangat tergantung kepada bangsa tersebut. Apa yang dipikirkan oleh bangsa tersebut, itulah yang didapatnya. Ingat, istilah saudara kita dari yang beragama Islam, Tuhan mau menolong manusia apabila manusia itu mau menolong dirinya. Sangatlah tepat, kalau kita mau jadi bangsa yang berjalan dengan benar, berjalan tanpa korupsi, berjalan atas dasar kedaulatan rakyat semuanya sangat tergantung pada diri kita sendiri. 

Menyalahkan kapitalisme, menyalahkan negara Barat, menyalahkan orang lain atas kegagalan kita sendiri merupakan bentuk ketidakmampuan kita mengelola negara ini. Sebagai bangsa dewasa tentu kita tidak akan menyalahkan orang lain atas kegagalan kita sendiri. Itulah sebabnya revolusi mental yang dicanangkan oleh Jokowi-JK harus mampu merevolusi cara berpikir dengan melihat natal sebagai inspirasi yang snagat menguatkan dan bisa membawa bangsa ini keluar dari masalah yang dihadapinya. 

Sebelum Jokowi dan JK mencanagkan revolusi mental, jauh sebelumnya Allah Bapa sudah melakukannya dalam makna Natal sebagai kelahiran Yesus Kristus. Allah Bapa punya pemikiran yang snagat revolusioner bagaimana supaya umatNya tidak binasa, tetapi selamat karena lawatan Allah Bapa yang sangat mengasihi manusia. Untuk itu, cara berpikir Allah Bapa yang melebihi revolusi mental perlu kita teladani sebagai Umat pilihan Tuhan. 

Saat ini Pemerintahan Jokowi dan JK terus melakukan berbagai upaya agar bangsa kita bisa keluar dari berbagai persoalan yang mendera bangsa ini. Kita ketahui bangsa kita saat ini diperhadapkan berbagai persoalan yang sangat klasik dan berkutat terus didalamnya tanpa ada solusi menyeluruh. Sementara yang dibutuhkan di negara ini adalah solusi dalam bentuk tindakan, bukan hanya wacana semata. Kita perlu melihat berbagai masalah yang mendera bangsa ini, yakni : 

Pertama, permasalahan penegakan hukum yang sangat lemah. Penegakan hukum yang lemah ini diakibatkan sikap mental aparat penegak hukum yang sangat lemah. Penegakan hukum hanya berlaku bagi masyarakat yang lemah. Prinsip kesetaraan di depan hukum tidak dijalankan sebagaimana mestinya. Ketika orang kuat atau orang yang punya uang melakukan pelanggaran hukum, mereka sangat sulit untuk disentuh. 

Akibatnya praktek ketidakadilan dalam hukum ini jadi permasalahan yang besar dan membuat proses bernegara yang baik tidak jalan sebagaimana mestinya. Sementara prinsip negara demokrasi selalu mengupayakan penegakan hukum yang berkeadilan (equality before the law). Bagaimana mungkin revolusi mental bisa jalan kalau penegakan hukumnya lemah?

Kedua, prilaku korupsi yang sangat akut. Akar dari segala akar krisis bangsa ini adalah korupsi. Korupsi menimbulkan dampak yang sangat besar. Mulai dari ketimpangan, kemiskinan , konflik sosial bahkan kegagalan pembangunan. Korupsilah yang membuat bangsa kita terpuruk dalam semua hal. Karena korupsi masyarakat sangat menderita. Apa yang harus dilakukan oleh pemerintahan Jokowi untuk memberantas korupsi ini sampai sekarang masih ditunggu oleh masyarakat. Revolusi mental masih belum menyentuh substansi permasalahan korupsi.

Ketiga, krisis karakter sudah menghinggapi semua elemen bangsa. Partai politik sangat pragmatis, masyarakat suka mencari jalan pintas, pemerintah tidak mau bekerja keras, pengusaha mencari keuntungan sesaat. Semua ini bermula dari krisis karakter. Pembangunan karakter harus dilakukan agar proses berbangsa dan bernegara bisa berjalan dengan baik. Revolusi mental yang dicanangkan oleh Jokowi kita harapkan bisa membangun karakter.

Keberhasilan revolusi mental sangat tergantung sejauh mana kita bisa memaknai nilai strategis natal. Natal telah memberikan nilai inspirasi kepada revolusi mental, karena Allah Bapa juga menyelamatkan manusia dengan cara yang sangat revolusioner melalui kelahiran anakNya Yesus Kristus kedunia ini. 

Ada beberapa makna stratgeis dan nilai strategis yang kita lihat dalam perayaan natal ini sehingga natal ini bisa jadi kekuatan penopang melalui penyadaran semua individu supaya kita kembali diingatkan bahwa sebagai umat Kristen punya tanggung jawab yang sangat besar di dunia ini, khususnya lagi umat Kristen di Indonesia. 

Pertama, Natal harus mampu memeprbaharui budi pekerti kita. Sebagai umat Kristen dan warga negara maka kita sepatutnya melakukan apa yang jadi tugas dan tanggung jawab kita. Mari kita menaati semua peraturan. Mari kita membayar pajak tepat waktu. Mari menghindari segala bentuk kecurangan dan penyimpangan dalam proses berbangsa dan bernegara. Dengan demikian panggilan kita sebagai garam dan terang dunia akan semkain terwujud dengan baik. 

Sebagai warga negara, kita harus selalu berdoa untuk bangsa dan elite politik di negara ini. Sudah saatnya budaya mengomel, bersungut-sungut kepada negara ini kita ganti dengan paradigma berpikir yang baru, dimana kita mendoakan supaya tantangan bisa kita lalui. Ingat kekuatan doa, jika dengan benar dan tulus dilakukan maka dampaknya sangatlah dasyat. Doa orang benar selalu didengar oleh Tuhan yang maha kuasa. 

Kedua, melalui natal ini, semua elite politik diingatkan. Anugerah yang diberikan oleh Tuhan kepada semua pejabat, politisi bukan karena kebetulan. Elite politik harus menyadari sepenuhnya melalui kekuasaan yang mereka miliki maka itu adalah sebuah panggilan untuk memuliakan Tuhan dengan cara melakukan tugas dengan baik. sebuah dosa besar jika kekuasaan itu yang merupakan anugerah Tuhan disalahgunakan oleh para pejabat dan pengelola negara ini. 

Tuhan tentu berkarya melalui mereka yang punya kekuasan agar Tuhan benar-benar dipermuliakan. Dengan demikian, natal harus jadi renungan bagi semua pengelola negara bahwa mereka saatnya terpanggilan melayani Tuhan dengan kekuasaan yang ada pada mereka. Jangan lagi menggunakan kekuasaan itu untuk unjuk kekuatan, unjuk arogansi, tetapi gunakanlah untuk memuliakan Tuhan. 

Ketiga, Natal tidak lagi kita gunakan sebagai ritual tahunan tanpa makna. Saatnya kita meninggalkan perayaan besar-besaran dengan segala pernak pernik yang sangat mewah, sementara di sekitar kita banyak masyarakat yang miskin. Kepedulian untuk berbagi dengan sesama adalah makna strategis yang tidak bisa kita lupakan. Alangkah dana lebih bermanfaatnya jika dana Natal itu digunakan untuk mereka yang membutuhkan uluran tangan kita. Kabar suka cita yang lebih agung dari Natal adalah saat kita terus meningkatkan semangat berbagi dengan orang miskin. Inilah yang diinginkan oleh Tuhan ( Analisa, 24/12/2014). 

Penutup

Keberhasilan revolusi mental sangat tergantung sejauh mana pemerintah dan kita mampu memaknai natal secara substansial, dimana Allah Bapa juga menyelamatkan manusia dengan cara yang revolusioner melalui kelahiran anakNya. Keberhasilan revolusi mental yang dicanangkan Jokowi-JK akan ditentukan oleh peran dan nilai strategis Natal sangatlah berperan dalam membangun bangsa ini. Keberhasilan sebuah bangsa dalam membangun tentu tergantung kepada bangsa itu sendiri. Masa depan kita ada di tangan kita.

Jika kita mampu memahami nilai terdalam dalam ajaran agama Kristen, dimana Allah Bapa sangat peduli kepada manusia melalui perayaan Natal ini, maka kita bisa menggapai apa yang jadi cita-cita kita bersama sebagaiman tertuang dalam Nawacita dan Revolusi Mental. Natal adalah persitiwa besar (cara revolusioner Allah Bapa), maha agung, penuh kemuliaan saat Allah Bapa ingin memulihkan hubungan dengan manusia melalui kelahiran anakNya. Maka kita juga perlu memulihkan hubungan dengan sesama (saudara), dengan lingkungan alam semesta ini karena Allah Bapa telah memulianya duluan atas dasar cinta dan kasih. Selamat merayakan Natal. Amien.

(analisadaily.com)

Opini
Berita Terkait
  • Selasa, 28 Apr 2026 22:18

    Budaya Indonesia Masuk Ruang Digital, Ini yang Terjadi di Museum Nasional

    JAKARTA - Pemerintah bersama sejumlah pihak swasta dan platform digital menghadirkan pameran serta aktivasi karakter kreatif yang terinspirasi budaya Indonesia di Museum Nasional Indone

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:15

    Pasca Kecelakaan, Bos Danantara Tegaskan Evaluasi Total Sistem Keselamatan Kereta

    JAKARTA â€" Kepala Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara, Rosan P. Roeslani menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas tragedi kecelakaan yang melibatkan KRL dan KA Argo Bromo Anggrek pad

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:12

    Purbaya Akan Tanggung 100 Persen PPN Avtur

    JAKARTA â€" Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa resmi menerbitkan kebijakan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk pembelian tiket pesawat

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:10

    Tembus Sistem Pertahanan AS, Jet Tempur Jadul F-5 Iran Bom Pangkalan Udara Kuwait

    JAKARTA â€" Sebuah laporan mengklaim bahwa jet tempur lawas F-5 Angkatan Udara Iran berhasil menembus sistem pertahanan udara AS dan mengebom pangkalan militer Camp Buehring di Kuwait dalam peran

  • Selasa, 28 Apr 2026 22:08

    Iran Ajukan Proposal kepada AS untuk Buka Selat Hormuz, Akhiri Perang

    JAKARTA - Iran telah mengajukan proposal baru kepada Amerika Serikat (AS) untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, dengan menunda negosiasi nuklir ke tahap selanjutnya. Proposal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.