Kamis, 11 Jun 2026

kampus

Ada 9.000 Insinyur di Indonesia, 7.700 dari Asing

Sabtu, 19 Mei 2018 13:27
(Dok Humas Untar)
Indonesia Kekurangan Insinyur

JAKARTA - Indonesia perlu meningkatkan baik kualitas dan kuantitas dari ahli yang berprofesi dalam bidang teknik. Sebab, dari 9.000 insinyur di Indonesia, 7.700 di antaranya atau sekira 85% merupakan tenaga kerja asing (TKA).

Hal tersebut diungkapkan oleh Koordinator Perguruan Tinggi Swasta wilayah (Kopertis) III Illah Sailah dalam upacara wisuda sarjana ke 71 Universitas Tarumanagara. Illah menekankan pentingnya kedaulatan dalam bidang ketenagakerjaan di Indonesia dengan meningkatkan kompetensi sumber daya manusia (SDM).

"Tidak boleh satu pun bangsa lain yang yang mencari penghidupan di sini tapi akhirnya merebut NKRI dari bangsa Indonesia," ujarnya di Balai Sidang Jakarta Convention Center, Sabtu (19/5/2018).

Dalam kesempatan yang sama, Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Mohammad Nasir memaparkan bahwa kapasitas lulusan insinyur di Indonesia sangat kurang. Belum lagi, banyak insinyur yang tidak bekerja dan menekuni bidangnya.

"Di samping lulusan kita kurang jumlahnya, yang bekerja di bidang keinsinyuran juga berkurang, sehingga banyak insinyur luar negeri akan masuk ke Indonesia," papar dia.

Menurutnya, persaingan ke depan dengan TKA tidak bisa dihindarkan, sehingga sumber daya manusia Indonesia harus mampu menghadapi fenomena tersebut. Belum lagi, lanjut dia, akan terjadi Masyarakat Ekonomi ASEAN yang akan membentuk sistem perdagangan bebas atau free trade antara negara-negara anggota ASEAN, termasuk dalam bidang ketenagakerjaan. Artinya, tenaga asing akan lebih mudah untuk masuk dan bekerja di Indonesia.

"Kita tidak bisa menghindari, MEA ini sekaligus menuntur kita juga harus berkompetisi," ujarnya.

Dia berpendapat, salah satu solusi dalam menghadapi fenomena tersebut adalah dengan menciptakan lulusan perguruan tinggi yang berorientasi pengusaha. Dengan banyaknya pengusaha maka diharapkan dapat menciptakan lebih banyak tenaga kerja.

"Entrepreneur muda ini bukan mencetak orang pencari kerja tapi mencetak lapangan kerja," tukas dia. (okezone.com)


Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 10:22

    Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UNM Diganjar Hukuman 4 Tahun 6 Bulan Penjara

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada Khaeruddin, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam perkara kekerasa

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:19

    607 Personel Disiagakan Kawal Tiga Aksi Demo di Jakpus Hari Ini

    Polisi menyiapkan pengamanan untuk mengawal sejumlah aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026).Sebanyak 607 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga situ

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:32

    Kantor BGN Disegel Massa, Demonstran: Saat MBG Bermasalah yang Protes Justru Pengelola Dapur

    Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026), diwarnai aksi penyegelan simbolis gedung.Dalam

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:15

    Pertamina: Harga BBM Ron 92 di Pasar Internasional Capai Rp21.000 per Liter

    VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan menyampaikan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 di pasar internasional berada di kisaran Rp20.000 â€" Rp21.000 pe

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:01

    Aksi WN Hong Kong Selundupkan Ketamin Rp 10,9 Miliar

    Jakarta - Polisi mengungkap upaya penyelundupan narkoba jaringan internasional senilai Rp 10,9 miliar. Aksi tersebut dilakukan seorang perempuan berinisial WNK, warga negara Hong Kong, yang diduga ber

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.