Sabtu, 13 Jun 2026

Kampus

Balada Guru di Sekolah Beratap Ilalang

Kamis, 27 Agu 2015 11:45
dok. UNY
Eviana bersama anak didiknya di SMAN Wolwal, Kabupaten Alor, NTT.
JANGAN harap menemukan kemewahan gedung sekolah seperti kota besar. Di Dusun Wolwal Tengah Kecamatan Alor Barat Daya, Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), sekolah berdinding bambu dan beratap ilalang.

"Pertama kali melihat bangunan sekolah saya merasa tidak percaya. Bangunan terbuat dari dinding bambu, beratap ilalang, berlantai batu dan tanah serta berdiri di atas bukit berbatu karang," kata Eviana, salah satu guru Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan Terluar Tertinggal (SM3T).

Selama setahun, alumnus Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) itu mengabdi di SMAN Wolwal, Kabupaten Alor. Sehari-hari, dia harus mendaki jalan cukup terjal untuk mencapai sekolah. Jika musim penghujan, jalan itu pun menjadi sangat licin. Sementara itu, kondisi fisik bangunan sekolah membuat Eviana dan para siswanya harus sigap memindahkan berkas-berkas maupun buku agar tidak basah karena terkena bocor dan banjir.

Namun semangat mengajar Eviana tidak surut. Baginya, keterbatasan fasilitas adalah tantangan yang harus ditaklukkan.

"Walau berbeda jauh dari segi fisik bangunan dengan di Jawa, namun selalu saya tanamkan kepada siswa bahwa belajar bisa di mana saja" ujar penerima beasiswa bidikmisi tersebut.

Tantangan lain adalah memotivasi siswa untuk rajin belajar. Pasalnya, setiap hari pasar, banyak siswa memilih untuk pergi ke pasar ketimbang ke sekolah. Berbagai tantangan itu pun melecut semangat Eviana untuk terus mengabdi.

"Yakinkan diri bahwa saya ada di sini untuk mereka dan saya harus tetap semangat berbagi dengan mereka. Saya juga yakin, semangat para siswa untuk belajar tidak kalah dengan yang ada di daerah lain," imbuh Eviana, seperti disitat dari laman UNY, Kamis (27/8/2015).

Bulan ini, sarjana Pendidikan Sosiologi itu kembali ke UNY karena usainya masa mengabdi. Selanjutnya, Eviana dan para guru SM3T akan menjalani Program Profesi Guru (PPG). Ketika berpamitan dengan para anak didiknya, Eviana diselimuti keharuan karena mereka tidak ingin sang guru pergi.

"Saya bangga pernah bersama mereka, dan saya berharap suatu saat dapat kembali mengabdi di dunia pendidikan," ujar Eviana.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.