- Home
- Pendidikan
- Cara Efektif Sulap Jerami Padi Jadi BBM
Kampus
Cara Efektif Sulap Jerami Padi Jadi BBM
Sabtu, 29 Agu 2015 08:46
Tetapi, lima mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) ini mengambil langkah berbeda. Lisa Normalasari, Dianita Kumalasari, Chandra Ardin HP, Mutiara Kusumaningtyas dan M Taufik Ramadhan justru masuk laboratorium dan melakukan riset untuk mencari sumber energi terbarukan.
Dianita menyebut, krisis bahan bakar minyak (BBM) salah satunya disebabkan karena kelangkaan sumber daya fosil. Sebagai bahan baku pengganti dipilihlah tumbuhan, dan bahan bakar yang dihasilkannya disebut bioetanol.
"Tetapi, mengolah tumbuhan, seperti jagung dan umbi-umbian, menjadi bioetanol berisiko mengurangi ketahanan pangan manusia. Kita juga butuh upaya budidaya khusus untuk tanaman tersebut. Belum lagi residu hasil pembakaran proses pengolahan bioetanol masih mencemari lingkungan," ujar Dianita, seperti dinukil dari keterangan tertulisnya kepada Okezone.
Dibimbing oleh dosen Jurusan Keteknikan Pertanian UB, Dewi Maya Maharani, lima sekawan itu meneliti pengembangan bioetanol dari bahan baku selulosa. Menurut Dianita, kita bisa menemukan selulosa pada berbagai ampas pertanian seperti jerami padi, kulit kedelai dan serasah daun.
"Penggunaan selulosa tidak mengancam ketersediaan pangan manusia dan dapat memanfaatkan residu pertanian yang selama ini diabaikan," imbuhnya.
Dengan kata lain, Dianita dan kawan-kawan mengembangkan BBM dari limbah pertanian. Keren ya!
Sementara itu, Mutiara memaparkan, membuat BBM dari selulosa tadi tidak mudah. Pertama-tama, kita perlu melepas ikatan lignin yang menghambat proses perubahan jerami padi menjadi sumber energi.
"Caranya, dengan memberi perlakuan awal (pre treatment) kepada jerami padi untuk melepas lignin, misalnya dengan memanaskannya," tutur Mutiara.
Tim peneliti muda ini memilih konsep resistive heating untuk melepas ikatan lignin dalam jerami tadi. Dalam metode resistive heating, kita mengalirkan arus listrik ke jerami padi untuk memanaskannya dari dalam. Sebelumnya, jerami ini dilarutkan dengan NaOH.
Proses pemanasan dengan resistive heating lebih merata hingga ke bagian dalam jerami, sehingga pelepasan lignin pun lebih optimal. Selain itu, waktunya juga lebih cepat, yaitu hanya sekira enam menit. Proses pemanasan konvensional membutuhkan sekira 40 menit dan hanya memanaskan bagian luar bahan. Kelebihan lainnya, metode ini juga mengurangi penggunaan bahan kimia seperti NaOH dan energi.
Nantinya, jerami padi yang sudah mendapat perlakuan awal itu pun siap diolah menjadi bioetanol. Hasil penggunaan metode RESIGN itu sendiri menunjukkan adanya peningkatan kadar selulosa 8,88 persen dan penurunan kandungan lignin 1,39 persen. Jika menggunakan metode autoclave yang lebih umum, kadar selulosa hanya meningkat 2,7 persen.
"Kami berharap dengan menerapkan konsep resistive heating ini dapat mengoptimalkan proses degradasi lignin dan dalam konversi lebih lanjut dapat dihasilkan bioetanol yang lebih banyak," tutur Mutiara.
Inovasi yang dikembangkan dalam kegiatan Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Penelitian Eksakta ini akan dilombakan dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (Pimnas). Tahun ini, Universitas Halu Oleo (Unhalu) akan menjadi tuan rumah kompetisi riset di kalangan mahasiswa Indonesia pada 5-10 Oktober.
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam