- Home
- Pendidikan
- Cerita Pengajar Muda Ubah Mitos Pendidikan di Halmahera Selatan
Pendidikan
Cerita Pengajar Muda Ubah Mitos Pendidikan di Halmahera Selatan
Jumat, 14 Okt 2016 10:56
JAKARTA - Banyak orang berpikir bahwa pendidikan di perkotaan lebih maju ketimbang di wilayah pedesaan atau pelosok. Penyebabnya beragam, dari mulai akses, fasilitas, hingga kesadaran masyarakatnya sendiri.
Berbeda dari anggapan tersebut, alumnus pengajar muda angkatan I Indonesia Mengajar, Rahmat Danu Andika punya cerita sendiri ketika berada di Halmahera Selatan selama satu tahun. Menurut dia, kondisi masyarakat di sana sebenarnya tak seburuk yang dipikirkan banyak orang.
"Waktu pertama kali ke sana, masyarakat di sana bahkan hidupnya jauh dari kata stres. Tidak ada macet seperti di kota, mereka merasa bahagia makan hasil laut dan beraktivitas sehari-hari," tuturnya di Kantor Indonesia Mengajar, Jakarta, belum lama ini.
Kondisi tersebut sempat membuat pria yang akrab disapa Dika ini merasa dilema. Dia berpikir, apakah sudah tepat dia mengajar di daerah tersebut. Pasalnya, meski standar pendidikannya rendah, hal itu tak menjadi beban bagi masyarakat.
"Saya mulai ngulik. Ternyata sekolah di sana masuk jam 09.00 pagi dan pulang jam 12.00 siang. Mereka lebih pilih bermain-main, dan lain sebagainya. Dari situ ekspektasi saya tentang pendidikan di sana jadi rendah," sebutnya.
Kemudian, setelah beberapa lama Dika menyadari bahwa masyarakat di sana masih mempercayai beberapa mitos yang menyebabkan pendidikan di sana tidak maju. Dia pun merasa tertantang untuk mampu mematahkan mitos tersebut.
"Mitos masyarakat di sana itu, mereka merasa bodoh. Mereka menganggap bahwa memang gen orang Jawa itu berbeda. Alhasil ketika bagi rapor anaknya mendapat nilai empat juga dianggap biasa," paparnya.
Setelah itu, selama satu tahun Dika berusaha berinteraksi dan memunculkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan. Hasilnya, mitos-mitos tersebut mulai hilang. Anak-anak mulai semangat dan percaya diri dalam megenyam pendidikan.
"Ketika saya datang lima tahun setelahnya kondisinya sudah berbeda dengan yang diceritakan Kak Dika. Saya datang anak-anak langsung antusias dengan berbagai aktivitas," ucap pengajar muda angkatan IX, Patrick Samuel yang juga mengajar di Halmahera Selatan. (Okezone.com)
Kemenag Apresiasi Tradisi Khotmul Alquran di MAN 3 Pekanbaru
PEKANBARU - Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekanbaru memberikan apresiasi terhadap kegiatan Khotmul Alquran siswa kelas XII Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Pekanbaru.Apresiasi tersebut disampaikan Pl
Peduli Pendidikan, Anggota DPRD Rohil Amansyah Apresiasi Yayasan Asham As Ari dan Siswa MDTA Ar Rahman
KUBU - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Rokan Hilir dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Amansyah, memberikan apresiasi kepada Yayasan Asham As Ari Rokan Hilir dan siswa-si
Program S2 Matematika UIR Resmi Dibuka, Berbasis Teknologi Modern
Pekanbaru â€" Universitas Islam Riau (UIR) menambah daftar program studi baru di Program Pascasarjana. Menjelang akhir Ramadan 1447 H, UIR resmi membuka Program Magister Pendidikan Matematika, sebagai
Dua Pekan Libur, Jadwal Libur Idulfitri SMA dan SMK di Riau Berlaku Mulai 13 Maret 2026
PEKANBARU - Pelajar tingkat Sekolah Menengah Atas (SMA) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) di Provinsi Riau resmi mendapatkan jatah libur Hari Raya Idulfitri selama dua pekan. Masa liburan ini diteta
BKD Riau Siapkan Sanksi Pemecatan untuk Guru SMAN 18 Pekanbaru
PEKANBARU - Pemerintah Provinsi Riau mengambil langkah cepat menyikapi dugaan pelecehan seksual di SMAN 18 Pekanbaru. Seorang oknum guru di sekolah tersebut diduga melakukan tindakan tidak pantas terh