- Home
- Pendidikan
- ITS dan ITB Kolaborasi Kembangkan Potensi Maritim Indonesia
Kampus
ITS dan ITB Kolaborasi Kembangkan Potensi Maritim Indonesia
Minggu, 24 Feb 2019 11:28
Pernyataan tersebut diungkapkan Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I Kementerian Pariwisata, Ir Rizki Handayani Mustafa saat memamparkan potensi wisata maritim dalam Seminar Nasional Kemaritiman di Gedung Research Center Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), Sabtu(23/2).
Seminar itu dihelat oleh ITS dan Institut Teknologi Bandung (ITB) sebagai rangkaian menjelang peringatan 100 tahun Pendidikan Tinggi Teknik di Indonesia pada tahun 2020 mendatang. Seminar tersebut mengusung tema Pengembangan Sains dan Teknologi Kemaritiman untuk Pengembangan Berkelanjutan.
"Ini karena mayoritas wisatawan yang berkunjung ke Indonesia masih menggunakan maskapai penerbangan LCC (low-cost carrier)," imbuhnya.
Tidak hanya itu, Kementerian Pariwisata juga berperan menginisiasi pembinaan masyarakat di kawasan wisata pesisir. Kemudian menyusun masterplan di daerah tersebut untuk mengembangkan dan menatanya. Investor juga berperan dalam mengembangkan utilitas di kawasan tersebut, sehingga perlu kebijakan agar investor dengan mudah masuk dan berperan dalam industri wisata bahari.
Sebelumnya, dalam sambutan pembuka Rektor ITS Prof Ir Joni Hermana MScES PhD menyebutkan, potensi maritim Indonesia sangat besar mencapai USD 1,35 triliun, delapan kali lebih besar jika dibandingkan dengan APBN Indonesia saat ini.
Joni menambahkan, keberadaan Revolusi Industri 4.0 juga harus dimanfaatkan untuk mengembangkan Indonesia menjadi rujukan negara lain dalam bidang maritim. Inovasi dan kolaborasi harus dilakukan untuk mengembangkan potensi ini. Mulai dari pariwisata berbasis bahari hingga inovasi yang diperlukan untuk mengelola kawasan pesisir.
"Saat ini tidak perlu lagi ada kompetisi, namun perlu dijalin suatu kolaborasi," imbuh Guru Besar Departemen Teknik Lingkungan ini.
Hal senada diungkapkan Rektor ITB Prof Dr Ir Kadarsah Suryadi DEA. Menurutnya maritim merupakan isu penting yang terangkum dalam empat bidang tujuan utama pembangunan berkelanjutan.
Empat bidang itu yakni food, energy, water dan climate change yang bermuara pada maritime. Laut dapat dimanfaatkan untuk potensi energi dan pariwisata yang dapat memberikan kontribusi terbaik dalam membangun Indonesia.
Tidak hanya dari kalangan akademisi, seminar itu turut mendatangkan figur dari kalangan pemerintah. Mereka adalah Kepala SKK Migas Dr Ir Dwi Soetjipto MM yang memaparkan potensi migas Indonesia dan Wakil Gubernur Jawa Timur Dr H Emil Elestianto Dardak MSc yang ditunjuk sebagai pembicara mengenai pemberdayaan ekonomi Jawa Timur di masa mendatang.
Dengan seminar itu, diharapkan kalangan akademisi dan juga pemerintah dapat berperan aktif dalam mengembangkan potensi maritim negara. Hal ini untuk mendorong cita-cita Indonesia
Pendidikan
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam