Kamis, 11 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Kampus Terpapar Radikalisme, PBNU Ingatkan Rektor Pantau Mahasiswa dan Dosen

pendidikan

Kampus Terpapar Radikalisme, PBNU Ingatkan Rektor Pantau Mahasiswa dan Dosen

Senin, 28 Mei 2018 08:59
Ilustrasi

JAKARTA - Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menyebutkan hampir semua perguruan tinggi negeri sudah terpapar paham radikalisme. Fakta itu harus segera disikapi sebelum berkembang hingga akhirnya melahirkan teroris-teroris baru yang akan melakukan penyerangan.

Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Marsudi Syuhud mengingatkan agar para rektor lebih sensitif memantau aktifitas mahasiswa dan dosennya. Pasalnya, kampus memang menjadi sasaran empuk bagi para penyebar paham-paham radikalisme di Indonesia.

"Pimpinan dikampus jangan cuma memikirkan akademiknya saja, mahasiswanya dan dosennya itu dilihat punya kegiatan apa," kata Marsudi saat berbincang-bincang dengan Okezone, Senin (28/5/2018).

Menurut Marsudi, kampus umum adalah paling rawan disusupi paham radikal, karena rata-rata mahasiswanya tidak memiliki latar belakang pemahaman keagamaan dari pesantren. Sementara mereka memiliki rasa ingin tahu yang kuat terhadap ajaran Islam, yang kemudian dimanfaatkan oleh penyebar paham radikal.

"Rata-rata kampus umum lebih riskan karena ilmu agamanya lebih sedikit. Rata-rata mereka, mahasiswanya bukan latar belakang atau dari backround yang belajar agama di pondok pesantren," jelas Marsudi.

Marsudi mengatakan, seharusnya seorang rektor itu mampu memantau setiap gerak-gerik dosen dan mahasiswanya selama berada di kampus. Selain lingkungan yang sempit, jumlah mahasiswa dan juga dosen juga tidak terlalu banyak sehingga masih dalam radar rektor.

Apabila ada kampus yang masih kebobolan disusupi paham radikal sebagaimana data yang disampaikan BNTP maka patut dipertanyakan kerja rektor dan jajaran selama ini.

"Kampus wajib untuk tahu dan memahami mereka jangan sampai berkembang dengan pesat. Lingkungan kampus itu sempit, mahasiswanya sekitar 30 ribuan kalau tidak termonitor itu artinya pimpinan tidak bekerja," pungkasnya.

(okezone.com)

Pendidikan
Berita Terkait
  • Kamis, 11 Jun 2026 11:10

    KPK Tahan 2 Tersangka Terkait OTT Pegawai BPK

    Jakarta - KPK menahan dua orang usai melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pegawai BPK. OTT tersebut merupakan lanjutan dari kasus suap yang melibatkan Bupati Muara Enim nonaktif Ed

  • Kamis, 11 Jun 2026 11:09

    Polsek Tanah Putih Intensifkan Patroli Objek Vital Nasional pada Malam Hari

    TANAHPUTIH-Dalam rangka menjaga keamanan dan mencegah terjadinya tindak kriminalitas pada objek vital nasional, personel Polsek Tanah Putih melaksanakan patroli rutin di kawasan operasional PT Pertami

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:22

    Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UNM Diganjar Hukuman 4 Tahun 6 Bulan Penjara

    Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada Khaeruddin, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam perkara kekerasa

  • Kamis, 11 Jun 2026 10:19

    607 Personel Disiagakan Kawal Tiga Aksi Demo di Jakpus Hari Ini

    Polisi menyiapkan pengamanan untuk mengawal sejumlah aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026).Sebanyak 607 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga situ

  • Kamis, 11 Jun 2026 09:32

    Kantor BGN Disegel Massa, Demonstran: Saat MBG Bermasalah yang Protes Justru Pengelola Dapur

    Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026), diwarnai aksi penyegelan simbolis gedung.Dalam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.