- Home
- Pendidikan
- Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Terapi Osteoporosis dan Stroke
pendidikan
Mahasiswa ITS Kembangkan Alat Terapi Osteoporosis dan Stroke
Rabu, 23 Mei 2018 11:53
Adalah Muhammad Fauzan (23), mahasiswa semester akhir Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) yang mengembangkan alat terapi fisik bagi penderita osteoporosis dan stroke untuk tugas akhirnya.
Oleh Fauzan, alatnya ini disebut dengan Medical Capture atau disingkat MedCap. Sebenarnya ia bukanlah orang pertama yang mengembangkan alat bantu terapi fisik ini.
Baca juga: Dari Surabaya, Inovasi Tongkat Ultrasonik untuk Tuna Netra
Cara kerja alat ini adalah dengan memberikan gambar gerakan visual yang nanti akan membantu pasien mengikuti gerakan yang ditampilkan pada gambar tersebut.
"Alat ini bekerja yaitu berupa gambar yang ditampilkan di monitor harus diikuti oleh pasien. Gerakan ini adalah gerakan aktif yaitu semua anggota tubuh akan bergerak," jelasnya sembari memberikan demonstrasi.
Pengguna tinggal mengikuti tiap perintah gerakan yang diberikan oleh alat ini di layar. Sejumlah gerakan yang ditampilkan dalam alat ini di antaranya tangan diangkat ke atas atau lengan kanan kiri di pinggang.
Setiap gambar yang diikuti akan memberikan angka penilaian, dan dari situ fisioterapis dapat menilai sejauh mana dampak osteoporosis maupun stroke yang dialami penggunanya.
![]() Tampilan alat yang dikembangkan Fauzan. Foto: Ongq Rifaldy Litualy |
Mahasiswa jurusan Ilmu Komputer ITS ini pun berharap inovasi tersebut bisa membantu setiap orang dimana saja tanpa harus ke fisioterapis atau rumah sakit.
"Yang coba saya lakukan adalah bagaimana kita bisa mendapatkan terapi versi kita sendiri dibantu alat ini tanpa repot-repot antre ke rumah sakit", tutur Fauzan.
Meski demikian Fauzan menyadari jika alat ini masih belum siap untuk dipergunakan masyarakat. Ditambahkan pembimbing Fauzan, Supeno Mardi Susiki Nugroho, alat ini juga perlu diberi penambahan fitur, terutama untuk penyembuhan penyakit stroke.
"Nanti akan ditambahkan fitur baru untuk sensor 5 jari nya, namun saya tidak bisa menjelaskan lebih lanjut takutnya keduluan orang lain, soalnya ini berkaitan dengan paten juga kan," ungkap Suspeno.
Ditemui dalam kesempatan yang sama, pembimbing Fauzan yang lain, I Ketut Eddy Purnama menambahkan, untuk saat ini, alat tersebut masih sebatas purwarupa dan baru menjalani uji skala di laboratorium.
"Sebenarnya tidak mudah untuk langsung go public, karena masih harus ke komite etik dari rumah sakit dan beberapa tahapan dalam bidang medis sampai alat ini benar benar dikatakan layak untuk digunakan pasien nantinya," terangnya.
![]() Pasien tidak perlu lagi repot-repot antre di rumah sakit. Foto: Ongq Rifaldy Litualy |
Terbukti Lakukan Kekerasan Seksual, Dosen UNM Diganjar Hukuman 4 Tahun 6 Bulan Penjara
Majelis hakim Pengadilan Negeri Sungguminasa menjatuhkan vonis 4 tahun 6 bulan penjara kepada Khaeruddin, dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Hukum Universitas Negeri Makassar (UNM), dalam perkara kekerasa
607 Personel Disiagakan Kawal Tiga Aksi Demo di Jakpus Hari Ini
Polisi menyiapkan pengamanan untuk mengawal sejumlah aksi unjuk rasa yang akan berlangsung di wilayah Jakarta Pusat pada Kamis (11/6/2026).Sebanyak 607 personel gabungan diterjunkan untuk menjaga situ
Kantor BGN Disegel Massa, Demonstran: Saat MBG Bermasalah yang Protes Justru Pengelola Dapur
Aksi unjuk rasa yang digelar sejumlah elemen masyarakat di depan Kantor Badan Gizi Nasional (BGN), kawasan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (10/6/2026), diwarnai aksi penyegelan simbolis gedung.Dalam
Pertamina: Harga BBM Ron 92 di Pasar Internasional Capai Rp21.000 per Liter
VP Commercial & Shipping Business Development Pertamina Patra Niaga, Sigit Setiawan menyampaikan harga bahan bakar minyak (BBM) RON 92 di pasar internasional berada di kisaran Rp20.000 â€" Rp21.000 pe
Aksi WN Hong Kong Selundupkan Ketamin Rp 10,9 Miliar
Jakarta - Polisi mengungkap upaya penyelundupan narkoba jaringan internasional senilai Rp 10,9 miliar. Aksi tersebut dilakukan seorang perempuan berinisial WNK, warga negara Hong Kong, yang diduga ber

