Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Mahasiswa ITS Rebut Perunggu di Kompetisi Matematika Internasional

Mahasiswa ITS Rebut Perunggu di Kompetisi Matematika Internasional

Admin
Rabu, 11 Agu 2021 11:55
okezone.com

JAKARTA - Mahasiswa ITS Departemen Matematika, Alvian Alif Hidayatullah berhasil mendapatkan penghargaan perunggu pada ajang International Mathematics Competition (IMC) yang dituan rumahi oleh American University di Bulgaria secara daring.

Alvian menyebutkan, IMC ke-28 kali ini memiliki sistem penghargaan yang berbeda dari perlombaan biasanya. Pada lomba ini, setiap tingkat penghargaan diberikan kepada 20% dari jumlah peserta di luar penerima Grand First Prize yang berjumlah 10 orang.

Mahasiswa asal Sampang, Madura ini berangkat mengikuti IMC mewakili tim Indonesia bersama 10 mahasiswa lainnya yang dinaungi oleh Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek).

Peserta yang berada dalam tim Indonesia merupakan para pemenang dari Kompetisi Nasional Matematika dan Ilmu Pengetahuan (KN MIPA) 2020.

“Saya sendiri tahun lalu menerima penghargaan perak di KN MIPA,” ungkapnya.

Dari 11 orang tim perwakilan Indonesia tersebut, 9 diantaranya berhasil merebut penghargaan medali. Yakni 1 orang mendapatkan medali emas, 3 meraih medali perak, dan 5 orang (termasuk Alvian) berhasil menyabet medali perunggu. Sedang dua orang lainnya berhasil mendapatkan penghargaan honorable mention.

Pemuda kelahiran 2 Oktober 1999 ini menceritakan, pengerjaan soal dilakukan selama 2 hari dengan 4 soal dikerjakan selama 4 jam setiap harinya. Pengerjaan soal dilakukan dari rumah masing-masing peserta dengan pengawasan oleh leader tim lewat aplikasi Zoom.

“Pengerjaan ini direkam supaya misalnya nanti ada jawaban yang mirip, ada bukti bahwa kami tidak bekerja sama,” imbuhnya.

“Misalnya kita menjawab banyak tapi tidak mengarah pada soal, itu poinnya sedikit saja,” bebernya.

Pengerjaan yang harus dilakukan dalam Bahasa Inggris pun diakui menjadi salah satu hambatan bagi mahasiswa angkatan 2018 ini. Karena penggunaan bahasa asing dalam bidang matematika cukup berbeda dengan bahasa sehari-hari, Alvian merasa masih kurang fasih.

“Tapi untungnya dengan adanya pelatihan sebelumnya jadi bisa membiasakan mengerjakan soal dalam Bahasa Inggris tersebut,” tutur alumnus SMAN 1 Sampang ini.

Alvian mengungkapkan, sangat bersyukur dengan dukungan dari rekan-rekan tim Indonesia lainnya. Meskipun perlombaan dinilai secara individu, dukungan moral yang didapat dari momen pelatihan dianggap menambah tingkat percaya diri dalam mengikuti lomba Internasional tersebut sampai selesai.

Sumber: okezone.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.