- Home
- Pendidikan
- Menteri Nadiem Ungkap Banyak Siswa Curhat Rindu Belajar di Sekolah
Menteri Nadiem Ungkap Banyak Siswa Curhat Rindu Belajar di Sekolah
Admin
Rabu, 02 Jun 2021 14:46
Nadiem Masih Dengar Keluhan Anak-Anak Ingin PTM, Tapi Sekolah Belum Lakukan
Sudah satu tahun lebih pandemi akibat virus Covid-19 melanda Indonesia dan banyak negara di dunia. Selama itu pula, banyak negara memutuskan memberlakukan pembelajaran jarak jauh untuk melindungi anak-anak dari bahaya Covid-19.
Namun demikian, tak bisa dipungkiri banyak pula anak-anak yang sudah merindukan kembali ke bangku sekolah melakukan pembelajaran tatap muka (PTM). Kondisi itu dibenarkan Mendikbud Ristek, Nadiem Makarim.
"Sampai hari ini masih membaca atau mendengar keluhan anak-anak di medsos yang ingin pembelajaran tatap muka segera dimulai. Ini menunjukkan bahwa masih cukup banyak sekolah yang belum memberikan opsi PTM terbatas," kata Nadiem.
Hal itu dia sampaikan saat membuka dan meresmikan Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran untuk PAUDIKDASMEN di Masa Pandemi 2021, dalam akun YouTube Kemendikbud, Rabu (2/6).
Nadiem mengakui masih banyak sekolah yang belum memberikan pilihan untuk melaksanakan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas. Padahal, kata Nadiem, pihaknya telah menyarankan kepada satuan pendidikan yang berada di zona hijau serta tenaga pendidiknya telah divaksin untuk segera melaksanakan PTM terbatas.
"Dalam hal ini saya bisa memahami kekhawatiran Ibu dan Bapak sekalian sebagai guru, tenaga pendidik dan orang tua, khususnya terkait kesehatan anak-anak kita. Namun kita juga perlu mengingat risiko-risiko jika kita tidak segera memulai PTM terbatas," tegasnya.
Jika pihak sekolah terus memberlakukan pembelajaran jarak jauh, tentu akan ada konsekuensi yang diterima bersama. Salah satunya dampak untuk jangka panjang.
"Kita juga perlu mengingat dampak jangka panjang dari risiko tersebut. Tentu ibu dan bapak memahami bahwa masa depan Indonesia sangat tergantung pada SDM, sehingga tidak ada tawar menawar pada pendidikan terlepas situasi yang kita hadapi," ungkapnya.
Itu sebabnya, sambung Nadiem, tenaga pendidikan dan semua pihak yang berkecimpung di dalamnya mendapat prioritas vaksinasi. Harapannya, PTM dapat segera dimulai meski dalam kondisi terbatas.
"Kami mengupayakan pendidikan dan tenaga pendidik menjadi prioritas penerima vaksinasi Covid-19, kerja sama dalam program vaksinasi akan sangat membantu target pemerintah dan perwujudan cita-cita bangsa Indonesia," ungkapnya.