- Home
- Pendidikan
- Menyiapkan Tenaga Kerja di Masa Perubahan Industri
Kampus
Menyiapkan Tenaga Kerja di Masa Perubahan Industri
Senin, 25 Mar 2019 16:15
YOGYAKARTA – Indonesia berbenah menyiapkan diri menyambut Revolusi Industri 4.0. Akan banyak terjadi perubahan. Tak terkecuali lapangan kerja. Apakah dunia pendidikan sudah menyiapkan lulusannya menghadapi perubahan ini ?
Pertanyaan itu mengemuka dalam diskusi publik bertajuk "Tantangan Universitas Menyikapi Generasi 4.0" pada Senin, (25/03/2019). Diskusi yang diselenggarakan Kantor Staf Presiden (KSP) bersama Universitas Gajah Mada (UGM) berlangsung di Hall Gedung Perpustakaan Sekolah Vokasi UGM, Yogyakarta.
Pada era Industri 4.0, akan terjadi otomasi besar-besaran dimana antar komputer bisa saling berkomunikasi melalui cloud server. Namun peran manusia masih sangat dibutuhkan untuk mengoperasikan dan menjadi perancang sistemnya. "Mahasiswa dituntut berpikir kritis dan multi disiplin. Mereka harus berlomba mengasah kemampuan, seperti kemampuan bahasa Inggris, teknik informatika, dan skil berkomunikasi," kata Dekan Sekolah Vokasi UGM Wikan Sakarinto S.T dilansir dari keterangan resmi yang diterima Okezone.
Wikan mengingatkan, dalam menghadapi era industri baru, lawan kompetensi bukan hanya orang. Robot atau teknologi selain bisa menjadi kawan, juga bisa menjadi lawan nantinya. "Pemahaman dan pelatihan industri 4.0 yang diberikan Universitas kepada mahasiswa penting dilakukan," kata Wikan.
Saat ini pemerintah tidak hanya menyiapkan infrastruktur menyambut industri 4.0. Pemerintah telah menyusun dan merancang strategi menghadapi era ini. Tahun 2030, pemerintah menargetkan Indonesia menjadi 10 negara terbesar dan menyerap 10 juta tenaga kerja dan lapangan kerja. Target ini merupakan bentuk optimisme dalam menghadapi perubahan industri yang terjadi. Beberapa lapangan pekerjaan baru akan muncul dalam industri ini.
"Yang dibutuhkan ke depan bukan berlomba kecepatan teknologi, melainkan kecepatan dan keterampilan diri untuk menjadi pemenang. Ubah potensi jadi aksi," ujar Yanuar Nugroho Deputi II Kantor Staf Presiden.
Pemerintah telah menyiapkan infrastruktur Indonesia secara optimal. Bersamaan dengan kesiapan infrastruktur, sumber daya manusia juga akan dioptimalkan dengan fasilitas yang diberikan pemerintah. "Yang paling penting adalah mengubah pola pikir manusia Indonesia. Pemerintah butuh seribu lebih anak muda untuk bisa melahirkan seribu start up," tambah Yanuar.
Diskusi ini dihadiri oleh 300 peserta dari berbagai departemen di
Sekolah Vokasi UGM. Peserta tampak antusias dengan persoalan yang akan
mereka hadapi ini hingga sesi terakhir diskusi.
Sumber: okezone.com
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam