- Home
- Pendidikan
- Mimpi Anak Tukang Las di Riau Angkat Derajat Orangtua Usai Lolos FK UI
Pendidikan
Mimpi Anak Tukang Las di Riau Angkat Derajat Orangtua Usai Lolos FK UI
Kamis, 25 Apr 2019 10:54
Seperti itulah yang kini dirasakan Azman dan Neni Marlina. Meski berprofesi sebagai tukang las dan penyapu jalan, semangat mereka justru mengantarkan Syahrul Ramadhan (18) meraih kursi di Fakultas Kedokteran, Universitas Indonesia (FKUI) melalui jalur Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) yang diikuti ribuan calon mahasiswa.
"Saya sudah bercita-cita menjadi dokter dan ingin menempuh pendidikan di UI. Sejak itu, saya konsisten menjaga nilai agar dapat tembus UI melalui jalur prestasi rapor," kata Syahrul di kampus UI di Depok, Jawa Barat. Demikian dikutip dari Antara, (24/4).
Syahrul yang berasal dari sekolah SMA Negeri 2 Bangko, Rokan Hilir, Riau, menceritakan tekun belajar menjadi kunci keberhasilannya lolos salah satu fakultas favorit di Indonesia.
Pada Senin (22/4) kemarin, Syahrul melakukan verifikasi rapor di Kantor Penerimaan Mahasiswa Baru UI Kampus Depok serta dilanjutkan dengan proses daftar ulang yang akan dilakukan pada Kamis (25/4) di Balairung UI.
Arul, demikian ia kerap disapa, mengaku sangat bahagia dan bangga saat mengetahui dirinya diterima di FKUI. Mamun di lain sisi, Arul dan orangtuanya khawatir akan biaya.
Tidak hanya biaya perkuliahan, dia juga bingung dengan biaya transportasi dan akomodasi semasa pendaftaran ulang sebelum kuliah yang terasa sangat berat.
"Namun ketika sudah diterima, saya kembali ragu mengingat biaya yang dikeluarkan tentunya tidak sedikit. Alhamdulillah, pihak UI khususnya Iluni FKUI dan Dekan FKUI memberikan dukungan dana sehingga keraguan saya seketika sirna," ujarnya.
Arul juga berhasil lulus Bidikmisi dan tak hanya itu, pihak UI juga memberikan kemudahan verifikasi rapor dan daftar ulang yang dilakukan pada minggu yang sama sehingga dirinya tidak perlu keluar uang transportasi Pekanbaru- Jakarta dua kali lebih banyak.
"Kemudahan-kemudahan yang saya peroleh membuat saya semakin yakin bahwa saya dapat menyelesaikan studi saya di UI tanpa terkendala biaya," katanya.
Syahrul merupakan anak bungsu dari tiga bersaudara. Pekerjaan ayah dan ibunya hanya pas-pasan. Dua kakaknya juga masih menempuh bangku kuliah di perguruan tinggi di Riau.
Semasa sekolah, Arul mengaku selalu meraih juara umum dengan rata-rata nilai di atas 90. Maka dari itu Arul memberanikan diri untuk mengambil jurusan kedokteran di UI.
Arul berharap kelak dapat mengangkat derajat orang tuanya serta bisa mengabdi kepada ke daerah di Rokan Hilir. "Saya melihat daerah saya membutuhkan dokter spesialis jantung dan spesialis kandungan. Semoga saya bisa menempuh pendidikan dokter hingga spesialis dan dapat memberikan manfaat bagi kota kelahiran saya," kata Arul berharap.
Sumber: merdeka.com
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam