(FotoRepublika.co.id)
JAKARTA -- Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mendukung talenta muda dengan membuka peluang beasiswa bagi atlet berprestasi untuk mendapatkan pendidikan tinggi yang berkualitas.
Hal ini disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek), Brian Yuliarto, saat menerima audiensi Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga (Wamenpora), Taufik Hidayat, di kantor Kemdiktisaintek, Kamis (19/2).
Brian Yuliarto menekankan pentingnya keseimbangan bagi para atlet: “Jangan sampai di bidang akademik para atlet tidak maksimal, maupun di bidang olahraganya tidak bertumbuh.”
Menteri Brian mendorong integrasi data atlet nasional sebagai dasar perumusan kebijakan beasiswa yang lebih tepat sasaran. Ia juga mengusulkan penguatan kolaborasi teknis antara Kemdiktisaintek dan Kemenpora, termasuk pengembangan dan pemanfaatan database atlet secara bersama untuk mendukung perencanaan program beasiswa.
Dengan basis data yang terkelola bersama, proses identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet dapat dilakukan secara lebih sistematis dan akuntabel,” katanya.
Menpora Erick Thohir menambahkan bahwa sinergi lintas kementerian sangat penting untuk memberikan kepastian masa depan akademik yang jelas bagi para atlet. Ia memaparkan kebutuhan penguatan skema beasiswa khususnya bagi atlet yang tengah menjalani pembinaan prestasi maupun yang telah mengharumkan nama bangsa.
Skema ini diharapkan tidak hanya menjamin akses pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan keberlanjutan karier atlet setelah masa kompetisi berakhir. “Kita perlu sistem yang jelas, supaya pembinaan olahraga tetap optimal dan pendidikan mereka juga tidak tertinggal,” kata Erick Thohir.
Inisiatif ini sejalan dengan perhatian Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, terhadap penguatan kualitas sumber daya manusia Indonesia. Pengembangan talenta unggul tidak hanya melalui capaian akademik, tetapi juga melalui prestasi olahraga yang membawa nama bangsa di tingkat internasional.
Unhan RI Buka Beasiswa Penuh untuk Putra-Putri Papua
Universitas Pertahanan (Unhan) RI mengharapkan generasi muda Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, memperoleh beasiswa penuh di perguruan tinggi pertahanan untuk membantu meningkatkan sumber daya manusia (SDM) di daerah setempat.
Dekan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Unhan, dr. Ferdik Sukma Wahyudin, dalam keterangan tertulis di Wamena, Minggu, mengatakan bahwa arahan Presiden RI Prabowo Subianto telah membuka kesempatan seluas'luasnya bagi putra'putri terbaik bangsa, khususnya dari Kabupaten Jayawijaya, untuk menuntut ilmu di Unhan RI.
Waktu bapak presiden masih Menteri Pertahanan mendirikan Fakultas Kedokteran, Farmasi, Teknik dan MIPA strata satu atau S1. Dan semua fakultas ini memperoleh beasiswa penuh termasuk diasramakan serta kebutuhan belajar lain seperti laptop bagi setiap anak bangsa terutama putra-putri Papua,” katanya.
Unhan RI memiliki program khusus afirmasi bagi putra-putri Papua untuk melanjutkan studi perguruan tinggi. “Bapak presiden saat ini mengharapkan ada anak-anak Papua yang melanjutkan studi di Kedokteran, Farmasi, Teknik, dan MIPA. Dan sesuai arahan bapak presiden, semuanya gratis,” ujarnya.
Lulusan Unhan diharapkan menjadi prajurit TNI dengan pangkat Letnan Dua. Untuk masuk ke Unhan RI, calon mahasiswa harus memenuhi kriteria berikut:
-IQ minimal 120;
-rata'rata nilai 80;
-mental ideologi bagus;
untuk jurusan kedokteran: nilai Matematika dan Biologi minimal 90 pada semester lima SMA/SMK;
-skor TOEFL minimal 500;
-sehat lahir dan batin.
Selain program S1, Unhan RI juga menyediakan program Diploma Tiga (D3), termasuk permesinan kapal, pertanian, dan perkebunan " semua dengan beasiswa penuh. Unhan berada di bawah Kementerian Pertahanan RI.
Program S1 afirmasi di Unhan RI terbuka bagi lulusan SMA/SMK dua tahun terakhir, yaitu tahun 2024 dan 2025.
Dr. Ferdik menegaskan bahwa kebijakan Presiden Prabowo Subianto memprioritaskan putra'putri Indonesia Timur untuk berkuliah di Unhan RI dengan fasilitas lengkap: laptop, asrama, uang saku, dan bantuan dalam penempatan kerja setelah lulus. “Kebijakan bapak presiden anak'anak Indonesia Timur diprioritaskan dan mendapatkan fasilitas belajar seperti Laptop, asrama, uang saku, semuanya difasilitasi hingga bekerja,” pungkasnya.
Sumber: (Republika.co.id)
Pendidikan