- Home
- Pendidikan
- Program Beasiswa 5.000 Doktor Dianggap Langkah Ambisius
Kampus
Program Beasiswa 5.000 Doktor Dianggap Langkah Ambisius
Kamis, 27 Agu 2015 16:38
JAKARTA-Kementerian Agama baru saja mengulirkan program beasiswa 5.000 doktor bagi putra-putri terbaik Indonesia. Program yang dianggap ambisius dan menantang ini akan ditunggu gebrakannya di masa mendatang untuk memajukan pendidikan tinggi Islam di Tanah Air.
Tahun ini sebanyak 1.074 orang peserta program yang dinyatakan lolos seleksi memperoleh kesempatan untuk menuntut ilmu dan pengetahuan sesuai dengan bidang studi masing-masing guna menjadi pemimpin dan tokoh bangsa yang mampu memberi teladan dan perubahan positif bagi Indonesia ke depannya.
Animo para dosen, tenaga kependidikan, dan alumni PTKI untuk melanjutkan studi sangat besar dengan mengikuti program beasiswa 5.000 doktor. Pendaftar beasiswa studi di universitas dalam negeri yang menjalin kerjasama dengan Kementerian Agama seperti UI, UGM, ITB, IPB, Unhas, UM Malang, UPI, UNJ dan UIN mencapai 2.647 orang. Naik secara signifikan hampir 100% dari tahun sebelumnya.
"Tahun 2015 kami mengalokasikan beasiswa 5.000 doktor sekitar Rp100 miliar. Jika ditambah dengan bantuan studi yang dialokasikan di PTKIN, jumlahnya pasti lebih besar. Dengan alokasi sebesar itu kami berharap program 5.000 doktor akan memiliki nurturant effect yang berarti bagi pengembangan pendidikan tinggi Islam di Indonesia," terang Dirjen Pendidikan Islam Kamaruddin Amin di Jakarta sebagaimana dikutip Okezone dari laman kemenag, Kamis (27/8/2015).
Kementerian Agama menyadari bahwa program 5.000 doktor ini terbilang ambisius dan menantang. Tapi tetap memiliki perhitungan yang matang. Pertama, jumlah PTKI (negeri dan swasta) sangat banyak dan tersebar ke seluruh negeri. Kedua, sejalan dengan transformasi kelembagaan PTKI, jumlah mahasiswa meningkat secara tajam mencapai 783.000.
Ketiga, pembukaan program studi yang massif di PTKI membutuhkan dosen yang sesuai kualifikasi dan kompetensi. Keempat, kajian Islam yang terintegrasi dengan sains, terutama di UIN, memerlukan sokongan jumlah dosen yang memadai secara keilmuan.
Salah satu titik krusial peningkatan mutu PTKI terletak pada kualitas dan kompetensi dosen dan tenaga kependidikan yang menjadi penopang utamanya.
Data Kementerian Agama saat ini menunjukkan bahwa jumlah dosen PTKI mencapai 29.824 orang dengan sebaran 11.666 orang di negeri (PTKIN) dan 18.158 berada di PTKI swasta (PTKIS). Dari jumlah tersebut, dosen yang berpendidikan doktor (S3) baru berjumlah 2.920 orang, sedangkan magister (S2) mencapai 21.521 orang.
"Program 5.000 doktor mendapat sambutan positif baik dari dalam negeri (perguruan tinggi, kementerian, lembaga, tokoh masyarakat, dan pers) maupun audiens luar negeri," tegas Kamaruddin Amin.
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam