- Home
- Pendidikan
- Ratusan Guru Honor Komite Belum Menerima Gaji
Ajukan dana Bos Rp.900 juta ke DPKA
Ratusan Guru Honor Komite Belum Menerima Gaji
Laporan : Fahrin Waruwu
Kamis, 13 Agu 2015 21:06
Dalam wawancaranya, Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Kadisdikpora) M.Zen, MM,Pd mengungkapkan, pihaknya telah mengajukan dana BOS Daerah (Bosda) Rokan Hulu (Rohul) kepada Dinas pengelolaan Keuangan dan Aset (DPKA) Rohul, yang akan digunakan untuk membayar gaji para guru Honorer tingkat Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA).
"Kita telah mengajukan dana Bosda ke DPKA untuk menggaji para Guru honorer tingkat SLTA. Untuk itulah, para guru Honor diharapkan bisa berdoa secara terus menerus. Agar dana Bosda yang kita ajukan bisa cepat dicairkan," katanya (13/8) saat ditemui di kantornya di Komplek Bina Praja.
Ia menambahkan, dana Bosda yang telah diajukan ke DPKA tersebut berjumlah Rp. 900 juta. Dari dana tersebut nantinya akan disalurkan kepada seluruh guru Honorer tingkat SLTA yang ada di Rohul. Pasalnya Dana Bos dari pusat dan Provinsi tidak menganggarkan honor para guru bantu tersebut.
Dirinya juga mengungkapkan, keuangan pada 2015 ini memang langsung berdampak pada pencairan honor para guru. Pasalnya, di tahun ini Pemkab Rohul mengalami defisit anggaran sehingga Pemkab harus bisa mengatur keuangannya.
Lebih lanjut dijelaskannya, memang pembayaran gaji guru honorer yang diajukan tersebut hanya diperuntukkan bagi para Guru Honor daerah tingkat SLTA. Pasalnya, pada 2015 pemkab Rohul sendiri telah banyak membangun Sekolah Tingkat SLTA. Sehingga untuk saat ini pihaknya lebih memprioritaskan pada Guru honor daerah tingkat SLTA.
"Entah mengapa ditahun ini kita selalu terlambat dalam menggaji para guru honorer. Kalau tahun sebelumnya lancar lancar saja. Mungkin imbas dari defisit Rohul, sehingga pemkab harus hati-hati dalam mengeluarkan dana, sehingga banyak para guru honor yang terlambat dibayarkan gajinya. Sama halnya dengan guru honor SMK yang belum juga mendapatkan gajinya ," ungkapnya.
Sebelumnya, pihak Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Rohul tengah mengusulkan 472 nama guru honorer komite yang tersebar di 33 SMK ke DPKA Rohul.
Pengajuan itu agar bisa menerima gaji honorer setelah adanya informasi dana Bosda dari Kabupaten Rohul tahun ini tidak lagi dikucurkan.
Bahkan informasi beredar, sudah 6 bulan terakhir, 472 guru honor komite di 33 SMK negeri dan swasta di Rohul, tidak bisa dibayarkan akibat dana BOS Daerah yang selama ini digunakan menggaji para guru honorer Komite tahun ini tidak dikucurkan karena adanya pemotongan dana Pusat yang berimbas ke APBD Rohul.
Ketua MKKS SMK Rohul, Idris Lika MM.Pd, juga Kepala SMKN 3 Rambah didampingi Koordinator MMKS SMK, Miswan S.Pd juga Kepala SMKN 1 Tambusai mengakui kini pihaknya tengah mendata seluruh guru honorer komite yang tersebar di 33 SMK negeri dan swasta di Rohul.
"Nantinya, nama 472 guru honorer Komite kita usulkan ke DPKA Rohul, agar mereka bisa mendapatkan gaji (honorer) dari APBD Rohul. Memang sudah enam bulan guru honorer belum terima gaji, karena adanya kabar dana Bosda tidak lagi dikucurkan untuk SMK mulai tahun ini," terang Idris Lika dan Miswan.
Wisman menuturkan, 472 guru honor komite yang kini mengajar di 33 SMK . Masih mengandalkan guru honorer komite, karena masih kekurangan tenaga pengajar.
"Memang awalnya, ada wacana Pemkab Rohul, semula guru honorer Komite di seluruh SMK akan diusulkan Februari 2015 lalu diangkat menjadi guru Kontrak daerah, sehingga nantinya bisa dikucurkan untuk dana gaji (honorer) guru tersebut melalui bantuan pendidikan. Namun wacana itu belum teralisasi, karena adanya pemotongan dana APBN," jelasnya.
Di tempat terpisah hari sebelumnya Rabu (12/8/2015) Kepala Dinas Pengeloalaan Keuangan dan Aset (DPKA) Kabupaten Rokan Hulu Jaharuddin SP yang di konfirmasi langsung, membenarkan pihaknya sudah meminta data yang secara rinci untuk Guru Honor Komite yang mengajar di tingkat sekolah SMA,SMK se Rohul, baik melalui MKKS dan Disdikpora Rohul sendiri.
"Benar kita meminta datanya yang valid, bener guru yang mengajar, selanjutmya kita upayakan kita ajukan, agar Guru Honor Komite tingkat SMA,SMK bisa menerima gaji," pungkasnya. (Fah)
Pendidikan
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam