Senin, 27 Apr 2026

Siswa SMK Ini Buat Ratusan Mesin untuk BUMN

Jumat, 11 Sep 2015 16:34
Kabar Priangan
Siswa SMKN 1 merancang mesin perontok padi
SUMEDANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumedang meluncurkan produk mesin perontok padi berlabel "Letios", yang dirancang para siswa semenjak tahun 2013.

Sampai saat ini, SMKN 1 Sumedang mampu memproduksi ratusan unit mesin dan sudah dipasarkan ke berbagai konsumen, antara lain ke PT Pupuk Kujang sebanyak 50 unit, PT Pusri Palembang 15 unit dan ke sekolah di Indramayu dua unit.

"Khusus ke PT Pupuk Kujang dan Palembang malah atas rekomendasi Dahlan Iskan," ujar Entoh ST, kepala bengkel pemesinan SMKN 1 Sumedang, kepada wartawan, Kamis, 10 September.

Selain itu, produk yang kini sudah mendapat sertifikat HAKI itu, mampu terjual ke kelompok tani atau individu.

"Terakhir kita diminta buat delapan unit oleh kelompok tani," ungkapnya.

Entoh menerangkan, produk mesin perontok padi "Letios" diinisiasi mulai tahun 2013. Semua pengerjaan untuk membuat mesin Letios itu, murni dikerjakan para siswa bidang mesin.

Dalam 10 jam saja, para siswa mampu mengerjakan satu unit mesin.

"Saat ini untuk penjualan kita menunggu pemesan," katanya.

Namun, kata Entoh, pihaknya kini menerima pemesanan produk yang cukup tinggi. Karena mesin perontok padi banyak yang membutuhkan.

Untuk kualitas, tambah dia, mesin yang dibanderol Rp2 juta itu telah melalui lisensi dan uji kualitas yang komprehensif. Tak hanya industri yang membidik penggunaan mesin Letios ini melainkan individu yang membutuhkan.

"Memudahkan petani dalam proses panen padi. Karena mesin tidak menggunakan bahan bakar. Praktis dan tidak memakan energi," tuturnya.

Diharapkan, mesin perontok padi buatan siswa SMKN 1 ini mendapatkan hak desain industri, sehingga akan menjamin produk dan melindungi hasil karya siswa.

Sedangkan bagian dari komponen Letios antara lain, rangka, silinder perontok,mekanisme penggerak dan saringan padi. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat Letios antara lain, besi kotak, besi pipa, plat, ram kawat, paku dan tambang plastik.

"Mudah-mudahan produk ini bisa memicu para siswa untuk lebih inovatif dan berdaya kreasi tinggi, sehingga mampu menghasilkan produk-produk yang mampu dan memiliki daya jual tinggi," ujarnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Minggu, 26 Apr 2026 21:37

    Viral! Pria Ini Naik Gunung Andong Bawa Sound System, Netizen: Emang Boleh?

    JAKARTA - Viral di media sosial sebuah video yang memperlihatkan aksi seorang pendaki membawa sound system berukuran besar saat mendaki gunung. Video tersebut diunggah oleh akun TikTok

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:34

    Mitos atau Fakta: Pakai Tas Selempang Berat Bikin Tulang Belakang Melengkung ke Samping?

    BANYAK orang mengira memakai tas selempang berat hanyalah kebiasaan sepele. Padahal dalam jangka panjang, tas selempang berat bisa berdampak pada postur tubuh.Salah satu isu yang s

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:32

    Kenapa Vaksin Meningitis Wajib Sebelum Haji dan Umrah? Ini Penjelasannya

    JAKARTA â€" Calon jemaah haji dan umrah diwajibkan menjalani vaksinasi meningitis sebelum berangkat ke Arab Saudi. Kebijakan ini bukan tanpa alasan, melainkan sebagai langkah pencegahan

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:30

    AS Akan Kembali Berlakukan Eksekusi Mati dengan Regu Tembak dan Kamar Gas

    JAKARTA â€" Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) pada Jumat (24/4/2026) menyatakan bahwa negara itu akan kembali menerapkan regu tembak, hukuman mati dengan sengatan listrik, dan asfiksia ga

  • Minggu, 26 Apr 2026 21:27

    Tampang Pelaku Penembakan di Acara Gedung Putih hingga Sebabkan Trump Dievakuasi

    WASHINGTON - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengatakan pelaku penembakan saat makan malam koresponden Gedung Putih, Sabtu (25/4/2026), sudah ditangkap. Saat kejadian, T

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.