Sabtu, 13 Jun 2026

Siswa SMK Ini Buat Ratusan Mesin untuk BUMN

Jumat, 11 Sep 2015 16:34
Kabar Priangan
Siswa SMKN 1 merancang mesin perontok padi
SUMEDANG – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 1 Sumedang meluncurkan produk mesin perontok padi berlabel "Letios", yang dirancang para siswa semenjak tahun 2013.

Sampai saat ini, SMKN 1 Sumedang mampu memproduksi ratusan unit mesin dan sudah dipasarkan ke berbagai konsumen, antara lain ke PT Pupuk Kujang sebanyak 50 unit, PT Pusri Palembang 15 unit dan ke sekolah di Indramayu dua unit.

"Khusus ke PT Pupuk Kujang dan Palembang malah atas rekomendasi Dahlan Iskan," ujar Entoh ST, kepala bengkel pemesinan SMKN 1 Sumedang, kepada wartawan, Kamis, 10 September.

Selain itu, produk yang kini sudah mendapat sertifikat HAKI itu, mampu terjual ke kelompok tani atau individu.

"Terakhir kita diminta buat delapan unit oleh kelompok tani," ungkapnya.

Entoh menerangkan, produk mesin perontok padi "Letios" diinisiasi mulai tahun 2013. Semua pengerjaan untuk membuat mesin Letios itu, murni dikerjakan para siswa bidang mesin.

Dalam 10 jam saja, para siswa mampu mengerjakan satu unit mesin.

"Saat ini untuk penjualan kita menunggu pemesan," katanya.

Namun, kata Entoh, pihaknya kini menerima pemesanan produk yang cukup tinggi. Karena mesin perontok padi banyak yang membutuhkan.

Untuk kualitas, tambah dia, mesin yang dibanderol Rp2 juta itu telah melalui lisensi dan uji kualitas yang komprehensif. Tak hanya industri yang membidik penggunaan mesin Letios ini melainkan individu yang membutuhkan.

"Memudahkan petani dalam proses panen padi. Karena mesin tidak menggunakan bahan bakar. Praktis dan tidak memakan energi," tuturnya.

Diharapkan, mesin perontok padi buatan siswa SMKN 1 ini mendapatkan hak desain industri, sehingga akan menjamin produk dan melindungi hasil karya siswa.

Sedangkan bagian dari komponen Letios antara lain, rangka, silinder perontok,mekanisme penggerak dan saringan padi. Sedangkan bahan yang digunakan untuk membuat Letios antara lain, besi kotak, besi pipa, plat, ram kawat, paku dan tambang plastik.

"Mudah-mudahan produk ini bisa memicu para siswa untuk lebih inovatif dan berdaya kreasi tinggi, sehingga mampu menghasilkan produk-produk yang mampu dan memiliki daya jual tinggi," ujarnya.

(okezone.com)
Pendidikan
Berita Terkait
  • Sabtu, 13 Jun 2026 14:53

    IHSG Sepekan Naik 7,38%, Sentuh Kembali Level Psikologis 6.000

    Jakarta - Pasar modal Indonesia menorehkan kinerja gemilang sepanjang pekan ini. Data perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) untuk periode 8 hingga 12 Juni 2026 mayoritas ditutup di zona hija

  • Sabtu, 13 Jun 2026 14:49

    Pasca Kecelakaan Maut Beruntun di Tom Permai, , PT HK dan Polisi Bagikan Kopi dan Snack Cegah Mikrosleep

    PEKANBARU - Menyusul kecelakaan maut beruntun yang terjadi di Jalan Tol Pekanbaru-Dumai (Permai) beberapa waktu lalu, PT Hutama Karya (HK) bersama Petugas Patroli Jalan Raya (PJR) Polda Riau dan Satla

  • Sabtu, 13 Jun 2026 14:46

    Bhabinkamtibmas Polsek Tanah Putih Pantau Perkembangan Jagung Ketahanan Pangan, Tumbuh Subur

    TANAHPUTIH-Sebagai bentuk dukungan terhadap program Ketahanan Pangan Nasional yang sejalan dengan Asta Cita Presiden Republik Indonesia, jajaran Polsek Tanah Putih terus melakukan pendampingan dan pem

  • Sabtu, 13 Jun 2026 14:40

    Dalam Semalam, Polda Riau Bongkar Tiga Kasus Begal dan Curanmor

    PEKANBARU - Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Riau melalui Tim Resmob Jatanras berhasil mengungkap tiga kasus kriminal menonjol dalam satu rangkaian operasi yang dilaksanakan pada 10 hingga 11 Ju

  • Sabtu, 13 Jun 2026 14:35

    Dua Pelaku Judi Togel Diringkus Jajaran Polsek Bukit Kapur

    DUMAI â€" Jajaran Polsek Bukit Kapur mengungkap kasus tindak pidana perjudian jenis Toto Gelap (Togel). Sebanyak dua tersangka diamankan pada Selasa (9/6/2026).Kapolres Dumai, AKBP Angga Febrian Herla

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.