Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Pendidikan
  • Soal Ujian Cantumkan Bubarkan Banser, PBNU: Tidak Mendidik

Pendidikan

Soal Ujian Cantumkan Bubarkan Banser, PBNU: Tidak Mendidik

Kamis, 11 Apr 2019 09:40
Detik.com
JAKARTA - Beredar soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMP yang dianggap mendiskreditkan salah satu ormas Islam, Banser NU. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan soal tersebut seperti dibuat oleh simpatisan.

"Soal itu dibikin agak aneh seperti dibikin oleh simpatisan-simatisan," ujar Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi saat dihubungi detikcom, Kamis (11/4/2019).

Dia mempertanyakan, mengapa dalam soal Bahasa Indonesia tersebut tidak dibuat dengan contoh lain. Masduki menyebut, kasus pembakaran bendera tauhid telah lama dan dinyatakan selesai sehingga menurutnya, hal ini tidak perlu kembali diungkit.

"Itu kan (soal) bahasa Indonesia, kenapa seakan akan tidak ada pertanyaan lain. Di situ dijelaskan membakar bendera tauhid sebenarnya itukan sudah lama, kasusnya sudah selesai kenapa itu diungkit," ujar Masduki.

Menurut Masduki, soal tersebut tidak dapat digunakan untuk mendidik anak. Dia mengatakan seharusnya, soal dibuat untuk menampilkan kemajemukan dan saling menghormati satu sama lain.

"Secara pendidikan juga tidak mendidik, karena itu menanamkan unsur ketidaksukaan anak didik kepada ormas yang di sini adalah Banser NU. Sehingga mestinya kalau membikin soal untuk anak didik itu, mempunyai nilai-nilai positif, penghargaan," kata Masduki.

"Bahwa negara ini negara majemuk dengan menghargai antara satu dengan yang lain, kalau itukan (soalnya) menanamkan ketidaksukaan pada Banser," sambungnya.

Dia menyebut respon NU terkait kasus ini telah sesuai. Sehingga diharapkan hal serupa tidak kembali terjadi di dalam soal ujian.

"Orang-orang NU merasa tersinggung sehingga melakukan tindakan, saya kira itu langkah yang semestinya ditempuh agar tidak terulang seperti itu, Karena banyak kejadian guru-guru yang sengaja membuat soal yang mendiskreditkan NU,"

Dia juga meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dapat mengontrol anak buahnya di daerah. Serta memberikan aturan atau rambu-rambu terkait batasan dalam membuat soal-soal tersebut.

"Menteri Pendidikan juga diharapkan melakukan kontrol terhadap elemen yang ada di bawahnya dan memberikan arahan atau rambu-rambu lah, jangan ada soal-soal yang menimbulkan permasalahan sesama umat Islam, tetapi bagaimana untuk membangun persaudaraan," tuturnya.

Diketahui, beredar soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMP yang dianggap mendiskreditkan salah satu ormas Islam, Banser NU.

Soal ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia tersebut memuat persoalan pembakaran bendera bertulis kalimat tauhid yang dilakukan oknum Banser saat Hari Santri Nasional di Garut beberapa waktu lalu.

Soal itu dianggap mendiskreditkan Banser dan Nahdlatul Ulama. Soal USBN kurikulum 2006 itu beredar melalui pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp. Dalam soal nomor Bahasa Indonesia nomor 9 yang berada di halaman 3 tersebut, membahas persoalan pembakaran bendera yang disebut polisi merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan oknum Banser saat gelaran Hari Santri Nasional (HSN) di Kecamatan Limbangan, 22 Oktober 2018 lalu.





Sumber: detik.com
Pendidikan
Berita Terkait
  • Jumat, 12 Jun 2026 19:53

    Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG

    Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:46

    PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur

    PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum

  • Jumat, 12 Jun 2026 19:30

    Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita

    BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam

  • Jumat, 12 Jun 2026 17:09

    Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online

    Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu

  • Jumat, 12 Jun 2026 15:04

    Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi

    Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.