- Home
- Pendidikan
- Soal Ujian Cantumkan Bubarkan Banser, PBNU: Tidak Mendidik
Pendidikan
Soal Ujian Cantumkan Bubarkan Banser, PBNU: Tidak Mendidik
Kamis, 11 Apr 2019 09:40
"Soal itu dibikin agak aneh seperti dibikin oleh simpatisan-simatisan," ujar Wasekjen PBNU Masduki Baidlowi saat dihubungi detikcom, Kamis (11/4/2019).
"Itu kan (soal) bahasa Indonesia, kenapa seakan akan tidak ada pertanyaan lain. Di situ dijelaskan membakar bendera tauhid sebenarnya itukan sudah lama, kasusnya sudah selesai kenapa itu diungkit," ujar Masduki.
Menurut Masduki, soal tersebut tidak dapat digunakan untuk mendidik anak. Dia mengatakan seharusnya, soal dibuat untuk menampilkan kemajemukan dan saling menghormati satu sama lain.
"Secara pendidikan juga tidak mendidik, karena itu menanamkan unsur ketidaksukaan anak didik kepada ormas yang di sini adalah Banser NU. Sehingga mestinya kalau membikin soal untuk anak didik itu, mempunyai nilai-nilai positif, penghargaan," kata Masduki.
"Bahwa negara ini negara majemuk dengan menghargai antara satu dengan yang lain, kalau itukan (soalnya) menanamkan ketidaksukaan pada Banser," sambungnya.
"Orang-orang NU merasa tersinggung sehingga melakukan tindakan, saya kira itu langkah yang semestinya ditempuh agar tidak terulang seperti itu, Karena banyak kejadian guru-guru yang sengaja membuat soal yang mendiskreditkan NU,"
Dia juga meminta Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) dapat mengontrol anak buahnya di daerah. Serta memberikan aturan atau rambu-rambu terkait batasan dalam membuat soal-soal tersebut.
"Menteri Pendidikan juga diharapkan melakukan kontrol terhadap elemen yang ada di bawahnya dan memberikan arahan atau rambu-rambu lah, jangan ada soal-soal yang menimbulkan permasalahan sesama umat Islam, tetapi bagaimana untuk membangun persaudaraan," tuturnya.
Diketahui, beredar soal Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (USBN) SMP yang dianggap mendiskreditkan salah satu ormas Islam, Banser NU.
Soal itu dianggap mendiskreditkan Banser dan Nahdlatul Ulama. Soal USBN kurikulum 2006 itu beredar melalui pesan berantai di aplikasi perpesanan WhatsApp. Dalam soal nomor Bahasa Indonesia nomor 9 yang berada di halaman 3 tersebut, membahas persoalan pembakaran bendera yang disebut polisi merupakan bendera Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dilakukan oknum Banser saat gelaran Hari Santri Nasional (HSN) di Kecamatan Limbangan, 22 Oktober 2018 lalu.
Sumber: detik.com
Pendidikan
Petinggi Vendor Motor Listrik BGN jadi Tersangka Baru Kasus Korupsi MBG
Jakarta - Kejaksaan Agung menetapkan tersangka baru dalam kasus dugaan korupsi tata kelola Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Yakni Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal (YAT), Andri Mulyono (AM).Pene
PPDB Meresahkan Orang Tua, Sumardany: Banyak Anak Gagal Masuk Sekolah Bukan karena Nilai, Tapi Salah Jalur
PEKANBARU â€" Setiap tahun ajaran baru tiba, satu persoalan yang hampir selalu muncul adalah kepanikan orang tua saat mendaftarkan anaknya ke sekolah negeri. Tahun ini pun tak berbeda. Bahkan, sebelum
Residivis Narkoba Kembali Diciduk, 21 Paket Sabu Disita
BENGKALIS â€" Baru beberapa waktu menghirup udara bebas, seorang residivis kasus narkotika kembali ditangkap Tim Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Bengkalis. Pelaku berinisial MR (22) diam
Pemkab Bengkalis Siap Luncurkan Aplikasi SKM Online
Bengkalis-pemerintah Kabupaten Bengkalis siap mengimplementasikan aplikasi Survei Kepuasan Masyarakat (SKM) Online mulai 1 Juni 2026. https://s.id/SKMOnline_DiskominfotikAplikasi nasional yang dibangu
Demo Mahasiswa, Polisi Ingatkan Waspadai Provokasi
Jakarta - Polisi mengingatkan mahasiswa yang akan menggelar aksi demo hari ini, Jumat (12/6/2026) agar mewaspadai pihak-pihak yang mencoba menunggangi demonstrasi. Mahasiswa diminta tetap fokus menyam