Kamis, 25 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • "Bapak Mati," Teriakan Anak 11 Tahun Kejutkan Tetangga, Syok Lihat Tali Terlilit di Leher Ayah

"Bapak Mati," Teriakan Anak 11 Tahun Kejutkan Tetangga, Syok Lihat Tali Terlilit di Leher Ayah

Admin
Rabu, 17 Feb 2021 14:22
pekanbaru.tribunnews.com

TELUK KUANTAN - Teriakan histeris Cici yang berusia 11 tahun mengejutkan warga.

Cici berteriak histeris kala melihat ayahnya, SR, 34 tahun, tergantung dengan seutas tali di lehernya di kamar mandi di rumah korban.

Lokasi kejadian berada di Jalan Sukarno Hatta RT 02/RW 02 Desa Marsawah Kecamatan Sentajo Raya, Kuansing.

Sang anak pun menangis dan berteriak, "Bapak mati. Bapak mati".

Kejadian tersebut terjadi pada Selasa sore (16/2/2021). Saat itu, Cici diminta oleh ibunya untuk melihat ayahnya di dapur.

Cici sebelumnya mengetahui ayah dan ibunya bertengkar.

Kala itu, Cici pulang ke rumah dan menyaksikan pertengkaran tersebut.

Pertengkaran korban dan istri bermula kala korban pulang kerja sekitar pukul 16.00 Wib bersama dengan Poiman dari Sungai Lintang.

Kemudian korban langsung pulang ke rumah.

Saat itulah pertengkaran dimulai.


Setelah bertengkar korban langsung menuju ke dapur sedangkan istri korban masuk ke dalam kamar.

Sekitar pukul 18.00 Wib, istti korban meminta Cici melihat ayanya didapur.

Mendengar teriakan Cici, Kateng, mertua korban, yang ditinggal disebelah rumah korban, langsung berlari ke rumah korban.

Dia melihat pintu kamar mandi yang terbuat dari triplek dalam keadaan tertutup.

Kemudian, Kateng mengintip dari celah pintu dan melihat korban sudah dalam keadaan tergantung dengan seutas tali tambang.

Kemudian Kateng membuka paksa pintu kamar mandi dan dibantu oleh masyarakat langsung menurunkan korban dari tali gantungan.

Kapolsek Benai Iptu Donal Tambunan SH bersama dengan Kasat Reskrim Polres Kuansing AKP Boy Marudut Tua, SH sendiri turun ke lokasi kejadian.

"Hasil pemeriksaan luar terhadap mayat yang dilakukan oleh team medis diperoleh fakta terhadap korban tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan,”kata Kapolres Kuansing AKBP Henky Poerwanto SIK MM melalui Kasat Reskrim AKP Boy Marudut Tua, SH.

“Murni bunuh diri. Korban diduga keras korban mati lemas akibat gantung diri," sambungnya kepada Tribunpekanbaru.com Rabu (17/2/2021).


Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.