Kamis, 16 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Bali Tambah Dua Laboratorium PCR Covid-19, Sehari Bisa Uji 450 Sampel Swab

Bali Tambah Dua Laboratorium PCR Covid-19, Sehari Bisa Uji 450 Sampel Swab

admin
Kamis, 07 Mei 2020 09:52
Gubernur Bali Wayan Koster resmikan 2 lab PCR tambahan. ©2020 Merdeka.com
Gubernur Bali Wayan Koster telah meresmikan beroperasinya dua laboratorium pemeriksaan PCR Covid-19 tambahan di wilayah Bali, pada Rabu (6/5).

Kedua laboratorium tambahan ini, berada di laboratorium PCR di RS PTN Universitas Udayana (Unud) Jimbaran dan laboratorium Fakultas Kedokteran Universitas Warmadewa (Unwar) Denpasar. Dengan dua tambahan laboratrium itu, Bali memiliki tiga labarotrium pemeriksaan PCR dan sebelumnya sudah ada laboratrium di RSUP Sanglah Denpasar.

Gubernur Koster mengatakan, dengan dua unit alat, RS PTN Unud dalam satu hari bisa menguji sekitar 300 sampel swab. "Saya kira ini satu penambahan yang sangat memadai karena kita selama ini uji swab-nya hanya di Rumah Sakit Sanglah, sehingga memerlukan waktu yang cukup lama," kata Gubernur.

Ia juga menyampaikan, dengan dua tambahan laboratorium ini, diperkirakan Bali memiliki kapasitas uji sampel mencapai 450 sampel perhari. "Jadi bisa 450 ya. Karena ada di Sanglah digabung sama yang di (Universitas) Warmadewa," imbuhnya.

Laboratorium di Universitas Warmadewa sendiri dengan menggunakan satu alat memiliki kapasitas 40 uji sampel per hari. Gubernur Koster juga menyampaikan, dengan beroperasinya ketiga laboratorium itu akan mempercepat pelayanan penanganan Covid-19, khususnya dalam upaya mengetahui apakah seorang yang sedang dikarantina positif atau negatif Covid-19. "Kalau hasilnya negatif, bisa cepat pulang ," katanya.

Selain itu, Gubernur Bali juga meresmikan laboratorium uji swab di RS PTN Unud dan laboratorium uji swab FKIK Universitas Warmadewa, Denpasar.

Ia menyatakan, dengan diresmikannya laboratorium itu untuk menambah fasilitas penunjang penanganan Covid-19 di Provinsi Bali, terutama terkait mempercepat keluarnya hasil uji spesimen swab yang selama ini membutuhkan waktu paling cepat dua hari karena hanya mengandalkan laboratorium milik RSUP Sanglah.

"Dengan berfungsinya laboratorium ini, kami berharap bisa mendukung pengujian spesimen swab, yang bisa mempercepat keluarnya hasil, sehingga bisa segera memberikan kepastian status terhadap pasien yang diambil spesimennya, apakah positif ataukah negatif," ujarnya.

"Jika statusnya sudah jelas, tentu protokol yang harus dijalankan berikutnya pun akan jelas, entah dirawat apabila positif, atau dilanjutkan karantina mandiri apabila statusnya negatif," ujar Gubernur Koster.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki