Kamis, 16 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Bupati Garut: Pemudik yang Sudah Sampai Tidak akan Dipulangkan

Bupati Garut: Pemudik yang Sudah Sampai Tidak akan Dipulangkan

admin
Sabtu, 09 Mei 2020 09:07
Bupati Garut pantau pemudik. ©2020 Merdeka.com/M Iqbal
Bupati Garut Rudy Gunawan menegaskan, pihaknya tidak akan memulangkan pemudik yang sudah terlanjur sampai di Garut, walau masih di dalam kendaraan. Pemudik yang datang ke Garut tidak menggunakan angkutan umum tidak mungkin dipulangkan kembali.

"Kita akan mempersilakan masuk ke Garut dengan syarat walau sebetulnya larangan mudik tetap berlaku sesuai arahan pemerintah. Tapi kalau sudah terlanjur datang, kita akan lakukan pemeriksaan sebelum masuk ke dalam rumahnya," ujar Bupati, Jumat (8/5).

Selain itu, Rudy juga mengungkapkan bahwa pemudik harus membuat pernyataan yang isinya siap menjalani isolasi mandiri di rumahnya selama 14 hari. Selain itu, pemudik pun diharuskan melapor ke RT, RW, desa, dan Puskesmas sehingga kondisi kesehatannya terus dipantau.

Syarat lainnya bagi pemudik yang sudah sampai di Garut, mereka harus memiliki keluarga inti, dan pemerintah pun akan menerapkan protokol kesehatan kepada seluruhnya.

"Kalau pemudik datang dengan kondisi sakit dan suhu tubuh di atas 38 derajat, kita arahkan ke tempat isolasi khusus," ungkapnya.

Bupati menyebut bahwa Pemkab telah menyediakan ruang isolasi di eks Kantor KB Provinsi Jawa Barat di Kecamatan Tarogong Kidul. Disana terdapat 60 kasur. "Kalau ada pemudik yang datang dalam kondisi demam dan kondisinya mencurigakan akan dibawa ke sana," sebutnya.

Ia juga menambahkan bahwa di hari ketiga pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di Kabupaten Garut, tingkat kepatuhan dan kesadaran masyarakat terus meningkat. Berdasarkan pantauannya, sejumlah titik di kawasan perkotaan yang biasa dipadati tampak lebih sepi walau masih terdapat mobilitas warga yang belanja dan pedagang yang berjualan.

Bupati mengungkapkan bahwa pihaknya tidak melakukan pelarangan kepada pemilik toko dan pedagang kaki lima untuk berjualan. Pihaknya hanya ingin menerapkan kebijakan humanis.

"Ini kan kebutuhan mereka. Kita terapkan kebijakan yang bijaksana tanpa mengesampingkan aturan. Jadi bagaimana caranya tetap masyarakat bisa, tapi social dan physical distancingnya dapat," ungkapnya.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki