Diskes Riau Sebut Ada 125 Nakes di Riau Tepapar Covid-19, Ini Peta Sebarannya di 10 Kabupaten Kota
admin
Kamis, 13 Agu 2020 15:46
PEKANBARU - Kepala Dinas Kesehatan (Kadiskes) Riau, Mimi Yuliani Nazir mengatakan Tenaga Kesehatan (Nakes) di Riau banyak yang terinfeksi Covid-19. Hingga saat ini setidaknya ada sebanyak 125 Nakes yang bekerja di Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) di Riau yang terkonfirmasi Covid-19.
"Menurut laporan data kabupaten/kota di Riau sampai tanggal 12 Agustus 2020, jumlah SDM di Fasyankes Riau yang terkonfirmasi covid-19 ada sebanyak 125 orang. Dan 125 fasyankes tersebut tersebar di 10 kabupaten/kota di Riau," kata Mimi, Kamis (13/8/20).
Mimi merincikan 125 orang yang bekerja di fasyankes terkonfirmasi covid-19 dan tersebar di 10 kabupaten/kota di Riau. Diantaranya di Pekanbaru sebanyak 38 orang, Kampar 35 orang, Rohil 13 orang, Siak 12 orang, Dumai 11 orang, Inhil 6 orang, Rohul 4 orang, Bengkalis 2 orang, Pelalawan 2 orang dan Kuansing 1 orang.
"Dari 125 orang tersebut, kalau bidang profesinya dirincikan yakni Dokter sebanyak 18 orang, Perawat 32 orang, Bidan 32 orang, Analisis 9 orang, Administrasi 6 orang, Manajemen 5 orang, Security 3 orang, Dinkes 3 orang, Rekam Medis 2 orang," ujar Mimi.
Kemudian Rehabitasi Medik 2 orang, Pekarya 2 orang, Asisten Apoteker 2 orang, Survailandns 2 orang, Driver 1 orang, Cleaning Service 1 orang, Diklat 1 orang, Tim ahli lab 1 orang, IPSRS 1 orang, PKRS 1 orang dan Puskesmas Perawang 1 orang.
Sedangkan berdasarkan tempat kerjanya, RSUD Arifin Achmad 26 orang, Kampar Utara 26 orang, RSU Indah Bagan Batu 12 orang, Puskesmas Perawang 8 orang, RS Eka Hospital 7 orang, Puskesmas Bangkinang Kota 6 orang, RSUD Puri Husada 5 orang, Dinkes Dumai 4 orang, RSUD Tengku Rafian 3 orang, RD Prima 3 orang.
Kemudian Puskemas Sungai Sembilan 2 orang, Puskemas Jaya Mukti 2 orang, Puskemas Rambab Samo dua 2 orang, Praktek Mandiri 1 orang, Dinkes Kampar 1 orang, Puskemas Bagan Batu 1 orang, Puskemas Siak 1 orang, Puskemas Sidomulyo RI 1 orang, Puskemas Ukui 1 orang, Rumah Sakit Bersalin Annisa 1 orang, Puskemas Rokan IV Koto I 1 orang, RSUD Mandau 1 orang, RSUD Kuansing 1 orang.
Kemudian di RSUD Bengkalis 1 orang, Rumah Sakit Surya Insani 1 orang, Rumah Sakit Efarina 1 orang, Puskemas Rumbai 1 orang, Puskemas Gajah Mada 1 orang, Pukemas Bukit Timah 1 orang, Klinik Mitra Keluarga 1 orang, KKP Dumai 1 orang, dan Puskemas Lima Puluh 1 orang.
Banyaknya Nakes yang positif Covid-19 ini menjadi perhatian serius dari Pemprov Riau. Pihaknya berharap kedepan bisa dilakukan upaya pencegahan untuk memimalisir penyebaran Covid-19 di lingkungan Nakes.
Pihaknya mengingatkan tenaga kesehatan baik yang langsung memberikan pelayanan kepada pasien Covid-19 maupun tidak, untuk menerapkan protokol kesehatan Covid-19.
Kalau yang menangani pasien Covid-19 protapnya jelas harus menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) dan kami tak bosan-bosannya mengingatkan pentingnya menerakan protokol kesehatan Covid-19," katanya.
Selain itu, kata Mimi, yang tidak kalah pentingnya, masyarakat yang ingin berobat ke fasilitas pelayanan dapat memberikan informasi yang sebenar-benarnya kepada petugas kesehatan. Sehingga dengan informasi yang benar, petugas kesehatan dapat melakukan langkah-langkah penanganan yang sesuai dengan standar penanganan pasien Covid-19
"Masyarakat atau pasien tentu diharapkan untuk jujur menceritakan riwayat perjalanan dan kondisi kesehatanya," ujarnya.
Meski ada banyak Nakes yang terkonfimasi positif Covid-19, Mimi mengimbau kepada masyarakat, khususnya bagi yang memiliki masalah kesehatan agar tidak takut datang memeriksakan dirinya ke Rumah Sakit.
Imbauan ini disampaikan Mimi menyusul adanya ketakutan yang terjadi ditengah masyarakat yang khawatir tertular virus corona. karena adanya sejumlah Tenaga Kesehatan di rumah sakit yang terinfeksi Covid-19.
Mimi mengungkapkan, disetiap rumah sakit sudah ada tim Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI). Tim inilah yang bertugas melakukan upaya pencegahan agar virus yang bisa menular ke orang lain.
Fungsi tim PPI ini di rumah sakit dan di fasilitas pelayanan kesehatan, sebut Kadiskes merupakan suatu upaya kegiatan untuk meminimalkan atau mencegah terjadinya infeksi pada pasien, petugas, pengunjung dan masyarakat sekitar rumah sakit.
''Jadi kalau ditemukan virus di rumah sakit, tim PPI akan melakukan pencegahan dan pengendalian,'' kata Mimi.
Selain itu, peran dari tim PPI, juga berperan melakukan audit. Diantaranya melacak sumber virus dari mana, apakah dari dalam atau dari luar rumah sakit.
Mimi berharap masyarakat, terkhusus bagi pasien rawat jalan, agar tidak takut mendatangi Rumah Sakit. Setiap rumah sakit di masa sekarang ini, diharuskan menyediakan hand sinitizer dan menerapkan protokol kesehatan dalam menangani pasien.
''Masyarakat tak perlu takut datang kerumah sakit, karena setiap pengelola rumah sakit harus memiliki PPI. Maka, dengan adanya beberapa nakes terjangkit, tim itu sudah bekerja,'' kata Mimi.
Diluar terjangkitnya beberapa nakes ini. Setiap rumah sakit, juga selalu melakukan pencegahan dan pengendalian infeksi.
''Tim PPI juga bekerja bahkan jika tidak ada kasus nakes terjangkit Covid-19,
i