Sabtu, 18 Apr 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Enggan Menjarah, Pemulung Cari Selongsong Gas Air Mata di Mako Brimob

Peristiwa,

Enggan Menjarah, Pemulung Cari Selongsong Gas Air Mata di Mako Brimob

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 01 Sep 2025 10:29
Berita satu.com
Seorang pemulung bernama Dedy (40) berjalan perlahan sambil memunguti selongsong gas air mata yang masih berserakan di tanah di depan Mako Brimob, Kwitang, Jakarta, Senin (1/9/2025).

Meski aroma pedih gas air mata masih menyengat, ia tetap sabar mengumpulkan sisa-sisa amunisi tersebut.

Bagi Dedy, selongsong itu bukan sekadar sampah. Barang bekas tersebut bisa dijual ke pengepul logam dengan harga Rp 12.000 per kilogram dalam kondisi biasa, dan hingga Rp 18.000 per kilogram jika isi tabung sudah dibersihkan.

“Awalnya saya takut diusir, tetapi ternyata anggota Brimob tidak melarang. Bahkan ada yang bilang silakan saja kalau mau ambil. Jadi ya saya kumpulin,” ujar Dedy kepada wartawan.

Sebelum memungut, Dedy sempat memastikan kepada pengepul apakah barang itu bisa diterima. “Saya coba tanya dahulu. Kalau mereka mau beli ya saya terusin. Ternyata diterima, ya saya jual saja,” katanya.

Sejak Sabtu (30/8/2025), Dedy sudah berhasil mengumpulkan belasan kilogram selongsong gas air mata. Hasil penjualannya cukup membantu memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarga.

“Kemarin saya dapat Rp 200.000, hari ini sudah Rp 120.000. Kalau ditotal lumayan lah buat makan,” jelasnya.

Ia mengaku lebih memilih berburu selongsong dibandingkan ikut menjarah besi dari halte, pagar, atau kendaraan yang rusak akibat kerusuhan. “Ya mending kumpulin beginian, risikonya cuma pedih di mata. Kalau nyolong besi kan bisa masuk penjara,” ujarnya sambil tersenyum pahit.

Sementara itu, kondisi di sekitar Mako Brimob Kwitang mulai berangsur normal. Penjagaan aparat masih ada, tetapi tidak seketat saat kerusuhan berlangsung. Beberapa anggota Brimob hanya mengenakan rompi antipeluru, sementara yang lain berjaga tanpa senjata gas air mata.

Sebagian bahkan tampak berbaur dengan warga yang kembali beraktivitas di taman depan markas.

Di dalam area Mako Brimob, sejumlah kendaraan taktis tetap disiagakan di balik pagar besar sebagai langkah antisipasi. Namun, suasana yang lebih tenang memberi sinyal bahwa kondisi pascakerusuhan perlahan membaik.***(Berita Satu.com)

Sumber: Berita satu.com

Peristiwa
Berita Terkait
  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:47

    Bupati Kuansing Sampaikan Duka Mendalam atas Wafatnya Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang

    Kuansing-Bupati Kuansing Dr H Suhardiman Amby MM, menyampaikan duka cita yang mendalam atas berpulangnya Sekretaris Jenderal PWI Pusat, H Zulmansyah Sekedang, pada Sabtu (18/4/2026) pukul 00.05 WIB.Uc

  • Sabtu, 18 Apr 2026 11:01

    Plt Gubri Sampaikan Duka Mendalam, Ajak Masyarakat Doakan Almarhum Zulmansyah Sekedang

    Pekanbaru-Kabar duka menyelimuti dunia jurnalistik Indonesia setelah Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, meninggal dunia pada Sabtu 18 April 2026 dini ha

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:59

    Keluarga Besar PWI Berduka, Ketum Akhmad Munir: Kami Kehilangan Kader Terbaik

    Jakarta-Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.1

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:43

    Keluarga Besar PWI Berduka: Sekjen PWI Pusat Zulmansyah Sekedang Tutup Usia

    JAKARTA -Kabar duka menyelimuti dunia pers Indonesia. Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang (54), mengembuskan napas terakhir pada Sabtu dini hari pukul 00.

  • Sabtu, 18 Apr 2026 10:04

    SKK Migas Perwakilan Sumbagut Sampaikan Belasungkawa Atas Wafatnya Sekjen PWI Zulmansyah Sekedang

    RIAU-SKK Migas Perwakilan Sumatera Bagian Utara (Sumbagut) menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya Sekretaris Jenderal Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat, Zulmansyah Sekedang, pada Sa

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.