Jumat, 26 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Gajah Betina Yang Mati Di Balai Raja Ternyata Bernama Dita, Ini Keterangan Pihak BBKSDA Riau

Gajah Betina Yang Mati Di Balai Raja Ternyata Bernama Dita, Ini Keterangan Pihak BBKSDA Riau

Senin, 07 Okt 2019 18:17
win
Dita, Gajah Betina Yang Mati Di Wilayah Kelurahan Balai Raja Kecamatan Pinggir,(06/10).
Pinggir - Dari ciri-cirinya, ternyata gajah yang ditemukan warga mati di dalam kanal pembatas kebun milik warga di wilayah Kelurahan Balai Raja Kecamatan Pinggir pada Senin siang,(07/10), bernama Gita.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Kepala Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Propinsi Riau, Suharyono, melalui keterangan rilis pers yang disampaikan oleh Kepala Bidang (Kabid) KSDA Wilayah II Balai Besar KSDA Riau, Heru Sutmantoro, kepada Spiritriau.com,(07/10).

Dalam keterangannya, Heru menyampaikan bahwa kematian Gajah Sumatera Di Suaka Marga Satwa Balai Raja, Balai Besar KSDA Riau mendapatkan laporan dari masyarakat. Dan selanjutnya kordinator PLG (Pusat Latihan Gajah) Sebanga melakukan pemeriksaan dilokasi.

"Yang mana berdasarkan hasil pemeriksaan bangkai Gajah Sumatera diketahui berjenis kelamin 
betina diperkirakan berumur 25 tahun denga ciri-ciri fisik, ada cacat kaki kiri depan dengan tidak adanya telapak kaki, tidak mempunyai caling atau gading. Kondisi membusuk dengan isi perut sudah keluar dan tidak ditemukan adanya luka bekas benda tajam atau kekerasan fisik di tubuh gajah tersebut. Dan kematian diperkirakan 5 (lima) hari yang lalu. Jika melihat dari cir-ciri fisik Gajah betina 
tersebut merupakan anggota kelompok Gajah di Suaka Margasatwa (SM} Balai Raja yang dikenal dengan nama Dita, "terang Heru.

Di rilis Persnya, Heru juga menerangkan bahwa upaya yang pernah dilakukan pihak Balai Besar KSDA Riau bersama dengan Vesswic dan 
HIPAM pernah melakukan kegiatan medis pada gajah tersebut.

"Pada tahun 2014 lalu, Tim Balai Besar KSDA Riau menemukan telapak kaki depannya sudah putus dan telah dilakukan pengobatan. Di tahun 2016 nya, tim medis Balai Besar KSDA Riau dan Vesswic kembali melakukan pengobatan luka pada kaki Gajah tersebut. Dan di tahun 2017, tim medis Balai Besar KSDA Riau dan Vesswic kembali melakukan 
pengobatan karena kondisi Gajah yang lemah (berjalan sangat lambat). Serta pada tahun 2018 lalu, kembali lagi tim medis Balai Besar KSDA Riau melakukan pengobatan sebanyak 2 (dua) kali, "papar Heru.

"Dan untuk saat ini, penyebab kematian Gajah Dita belum dapat kita pastikan. Jelasnya pihak Balai Besar KSDA Riau sudah menurunkan tim untuk melakukan Neukropsi terhadap jasad Gajah tersebut, "tutup Heru Sutmantoro.
-win-
Peristiwa
Berita Terkait
  • Kamis, 05 Des 2019 01:04

    Modal Tarigan Diduga Sebar "Hoax" Soal Perceraian EP Dengan Suaminya

    MEDAN | Lagi Lagi , Modal (MT) menjadi Sorotan Sejumlah Media , Kemarean soal tudingan dugaan perselingkuhan nya dengan seorang wanita inisial EP . Namun kali ini , MT kembali di Flow Up ke

  • Rabu, 04 Des 2019 20:28

    Ustaz Abdul Somad Gugat Cerai Istrinya

    PEKANBARU-Ustaz Abdul Somad Batubara (UAS) menggugat cerai istrinya. Istri UAS, Mellya Juniarti, membenarkan gugatan cerai dari suaminya. Dilansir dari detik.com, Informasi ini dibenarkan istri UAS, M

  • Rabu, 04 Des 2019 18:58

    ITA Riau Akan Buka Wisata Alam Di Kampar

    PEKANBARU - Ikatan Trail Adventure (ITA) Riau, akan membuka Wisata Alam Riau Dua (WAR2) dengan seluruh Koordinator Wilayah (Korwil) se-Provinsi Riau. Acara akan digelar, Minggu (8/12) mendatang t

  • Rabu, 04 Des 2019 18:52

    Polsek Rokan IV Koto Lakukan Pencari Balita Yang Hanyut

    ROKAN HULU - Polisi Sektor (Polsek) Rokan IV Koto Resort Rokan Hulu turun langsung membantu mencari seorang anak laki-laki yang Hanyut saat mandi sambil mencari ikan dengan menggunakan Tangkuo (Alat p

  • Rabu, 04 Des 2019 17:40

    Wartawan Pelalawan Berduka, Supendi Wafat

    PELALAWAN-Kepergian Wartawan Haluan Riau, Supendi  memberikan duka yang mendalam bagi insan Pers kususnya  di Kabupaten Pelalawan Provinsi Riau.Supendi  berpulang di usianya yang ke 39

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.