Kamis, 14 Mei 2026
Gunung Dukono Erupsi Lagi, Semburkan Abu Tebal 1.000 Meter ke Arah Barat Laut
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 11 Mei 2026 16:21
Jakarta-Gunung Dukono di Halmahera Utara, Maluku Utara, kembali erupsi pada Senin sore (11/5/2026), pukul 17.08 WIT. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) menyebutkan, tinggi kolom letusan teramati mencapai 1.000 meter di atas puncak, atau sekitar 2.087 meter di atas permukaan laut.
Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah barat laut. Saat laporan ini dibuat, erupsi masih berlangsung.
Petugas Pos Pantau Gunung Dukono Bambang Sugiono mengimbau warga dan wisatawan untuk tidak beraktivitas, mendaki, dan mendekati Kawah Malupang Warirang di dalam radius 4 km.
Mengingat letusan dengan abu vulkanik secara periodik terjadi dan sebaran abu mengikuti arah dan kecepatan angin, sehingga area landaan abunya tidak tetap, maka direkomendasikan agar masyarakat di sekitar Gunung Dukono untuk selalu menyediakan masker/penutup hidung dan mulut.
"Dibutuhkan guna menghindari ancaman bahaya abu vulkanik pada sistem pernapasan," katanya.
Sepanjang 2026, Gunung Dukono tercatat sudah meletus sebanyak 113 kali. Hingga hari ini, Senin (11/5/2026), pukul 16.12 WIB, Gunung Dukono masih berstatus Waspada (Level II).
Aktivitas Gunung Dukono
berdasarkan hasil pemantauan sepanjang Minggu (11/5/2026), periode pukul 00.00-24.00 WIT. Gunung Dukono mengalami sebanyak 63 kali gempa Letusan/Erupsi dengan amplitudo 6-34 mm, dan lama gempa 32.54-229.2 detik, kemudian 3 kali gempa Tektonik Jauh dengan amplitudo 6-7 mm, S-P 33.65-39.83 detik dan lama gempa 100.16-143.06 detik, lalu 1 kali gempa Tremor Menerus dengan amplitudo 1-4 mm, dominan 2 mm.
2 Pendaki Ditemukan Tewas
Tim SAR gabungan menemukan dua Warga Negara Asing (WNA) pendaki Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, dalam kondisi meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang akibat erupsi gunung tersebut.
“Kedua korban ditemukan pada pukul 13.00 WIT di koordinat 1°42'9.90"N / 127°52'48.50"E, sekitar 13 meter arah utara dari lokasi pertama kali sinyal darurat ditangkap oleh Basarnas Command Center,” kata Kepala Kantor SAR Ternate Iwan Ramdani, di Ternate, Minggu.
Ia menjelaskan kedua korban ditemukan dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh sudah tidak utuh akibat tertimpa batu besar saat terjadi erupsi.
“Korban ditemukan dalam posisi saling berpelukan dan terhimpit batu besar,” ujarnya.
Dua korban meninggal tersebut diketahui bernama Heng dan Sha, keduanya warga negara Singapura. Sementara satu korban lainnya yang sebelumnya juga dilaporkan terdampak erupsi merupakan Warga Negara Indonesia (WNI) bernama Angel.
Setelah ditemukan, tim SAR gabungan melakukan proses evakuasi dengan membawa kantong jenazah dari bibir Gunung Dukono menuju posko induk di Desa Mamuya. Proses evakuasi berlangsung dalam kondisi cuaca hujan dan medan yang berisiko tinggi.
“Kantong jenazah tiba di posko induk Desa Mamuya pada pukul 17.43 WIT, selanjutnya korban dibawa ke RSUD Tobelo untuk keperluan autopsi,” kata Iwan.
Ia mengapresiasi seluruh unsur gabungan yang terlibat dalam operasi pencarian dan evakuasi, karena tetap bekerja maksimal meski menghadapi cuaca buruk dan ancaman aktivitas vulkanik.
“Walaupun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan, tim SAR gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah sehingga korban dapat ditemukan dan dievakuasi,” ujarnya.
Dengan ditemukannya seluruh korban, operasi SAR resmi ditutup dan seluruh personel yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing.(liputan6).
Sumber: https://berita.liputan6.com/regional/read/6410301/gunung-dukono-erupsi-lagi-semburkan-abu-tebal-1000-meter-ke-arah-barat-laut?_gl=1*1chgcmp*_gcl_aw*R0NMLjE3Nzc5NTI2NDkuQ2owS0NRandoLUhQQmhDSUFSSXNBQzBw
komentar Pembaca