Kamis, 14 Mei 2026
Peristiwa,
Hujan dan Pasang Laut, Elevasi Sungai Kampar di Pelalawan Terus Naik: Warga Mulai Khawatir
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Senin, 08 Des 2025 11:41
TRIBUNPELALAWAN.COM
PELALAWAN - Warga Pangkalan Kerinci Kabupaten Pelalawan Riau kuatir akan terjadi banjir tahunan yang melanda setiap akhir tahun.
Sebab, debit air Sungai Kampar terus meningkat.
Kenaikan elevasi Sungai Kampar terjadi setiap hari secara bertahap dengan ketinggian yang cukup signifikan.
Hal itu terlihat dari peningkatan tinggi air di sepanjang bantaran Sungai Kampar di Pangkalan Kerinci.
Masyarakat mulai mempersiapkan diri apabila sewaktu-waktu terjadi bencana banjir.
"Kalau air sudah terus naik, biasanya akan banjir akhir tahun. Tapi Warga sudah biasa menghadapinya," terang Warga Pangkalan Kerinci, Suwanto kepada tribunpekanbaru.com, Senin (8/12/2025).
Ia mengungkapkan, banjir tahunan biasanya sudah terjadi dari awal Bulan Desember.
Air biasanya menggenangi wilayah tepi sungai terlebih dahulu yakni Desa Kuala Terusan dan Desa Rantau Baru. Namun sampai saat ini kondisi sungai masih normal dan belum ada luapan air.
Selain itu, aktivitas masyarakat nelayan yang menjaring dan memancing ikan masih seperti biasa dan belum terdampak peningkatan debit Sungai Kampar.
Seluruh rumah di pemukiman warga di bantaran sungai terbuat dari panggung untuk mengantisipasi banjir tahunan.
Baca juga: Makan Korban, Dua Camat di Rohil Perbaiki Jembatan Rusak Pakai Batang Kelapa Karena Tak Ada Anggaran
Baca juga: Gelombang Laut Riau Berpotensi Capai 2.5 Meter di Beberapa Kawasan Perairan
"Mudah-mudahan banjir tahun ini tidak sepeparah tahun lalu. Sampai berbulan-bulan lamanya," ungkap warga lainnya.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pelalawan, Zulfan M.Si membenarkan peningkatan level air Sungai Kampar yang cukup signifikan dalam sepekan terakhir.
Data itu diterima dari hasil pengukuran alat indikator level di jembatan penyeberangan ponton di Kecamatan Langgam.
"Hari ini naik 29 Centimeter ke titik 0,97 meter di atas batas normal. Tapi masih kategori rendah dan aman," kata Zulfan.
Ia menyebutkan, peningkatan debit air Sungai Kampar dipengaruhi oleh dua faktor.
Yakni curah hujan yang tinggi di bagian hulu dan hilir sungai. Sehingga menambah tinggi permukaan air.
Selain itu, elevasi sungai juga dipengaruhi air pasang yang masuk dari laut.
Mengingat Pelalawan merupakan bagian paling hilir Sungai Kampar, langsung terhubung ke laut.
Pasang yang masuk ke Sungai otomatis menahan laju arus dan menambah tinggi permukaan.
"Kodisinya tetap aman dan masih jauh dari kategori banjir. Apalagi belum ada pembukaan pintu air dari PLTA Koto Panjang, belum mengkuatirkan," tandas Zulfan.
Informasi yang diperoleh dari pengelolaan PLTA Koto Panjang di Kabupaten Kampar, kondisi waduk masih stabil dan belum ada keputusan membuka pintu pembuangan air ke hilir.
Sumber: TRIBUNPELALAWAN.COM
komentar Pembaca