Rabu, 08 Jul 2026
Kantongi Izin dari Komite Etik, Pendaftaran Relawan Uji Klinis Vaksin Corona Dimulai
admin
Selasa, 28 Jul 2020 14:22
Komite Etik Penelitian Universitas Padjadjaran (Unpad) memberikan persetujuan terkait pelaksanaan uji klinis vaksin Covid-19 tahap III. Pendaftaran relawan yang ingin berpartisipasi sudah mulai dibuka dengan syarat yang berlaku.
Tim riset uji klinis vaksin Covid-19 Unpad mulai membuka pendaftaran peserta terhitung mulai Senin (27/7). Calon peserta uji klinis harus memenuhi kriteria yang ditentukan. Yakni, mereka harus berusia antara 18â€"59 tahun, kondisinya sehat, mematuhi protokol kesehatan dan melakukan pembatasan fisik maupun sosial selama wabah pandemi Covid-19 berlangsung.
Kemudian, relawan pun harus dinyatakan tidak memiliki riwayat terinfeksi virus corona. Untuk memastikannya, mereka akan dites terhadap apus tenggorokan (swab test) dan rapid test.
"Benar, (Komite Etik) sudah (menyetujui)," ujar Ketua tim riset uji klinis vaksin Covid-19 Unpad Prof. Kusnandi Rusmil, melalui laman resmi Unpad seperti dikutip merdeka.com, Selasa (28/7).
Selain itu, sehat tidaknya kondisi calon peserta dibuktikan dengan tidak mengalami penyakit ringan, sedang, atau berat, tidak memiliki riwayat penyakit asma dan alergi terhadap vaksin, hingga tidak memiliki kelainan atau penyakit kronis seperti gangguan jantung, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol, diabetes, penyakit ginjal dan hati, tumor, epilepsi atau penyakit gangguan syaraf lainnya.
Syarat lain adalah calon peserta tidak memiliki kelainan darah atau riwayat pembekuan darah, tidak memiliki penyakit infeksi lain dan demam, serta tidak memiliki riwayat penyakit gangguan sistem imun. Suhu tubuh calon pendaftar juga tidak boleh melebihi 37,5 derajat Celcius.
Selain itu, relawan yang terlibat bukan merupakan wanita hamil atau berencana hamil selama periode penelitian, serta tidak sedang menyusui. Calon peserta juga tidak sedang ikut atau akan diikutsertakan dalam uji klinis lain.
"Peserta tidak mendapat imunisasi apa pun dalam waktu 1 bulan ke belakang atau akan menerima vaksin lain dalam 1 bulan ke depan," tutur Prof. Kusnandi.
Calon peserta berdomisili di Kota Bandung dan tidak berencana pindah dari lokasi penelitian sebelum penelitian selesai dilaksanakan.
Dalam 14 hari sebelum dimulainya penelitian, peserta tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien terinfeksi Coronavirus, tidak memiliki riwayat kontak dengan pasien yang menunjukkan demam atau gejala sakit saluran pernapasan yang berdomisili di daerah atau komunitas yang terdampak Covid-19, serta tidak memiliki dua atau lebih kasus demam dan/atau gejala saluran pernapasan di daerah dengan lingkup kecil, seperti rumah, kantor, dan sekolah.
Dalam uji klinis vaksin tahap III ini dibutuhkan 1.620 relawan dibutuhkan dalam proses uji klinis vakisin. Namun, tidak semua peserta akan disuntikkan vaksin. Sebanyak 540 orang akan disuntikkan vaksin, sedangkan sisanya akan mendapat cairan plasebo. Penentuan pemberian vaksin atau plasebo akan dilakukan secara acak.
"Bagi yang menerima plasebo akan mendapatkan vaksin Covid-19 setelah vaksin didaftarkan," jelas Prof. Kusnandi.
Kesehatan peserta dipastikan tetap dipantau oleh petugas penelitian secara tertatur selama jalannya penelitian, atau sekitar 6 bulan setelah pemberian vaksin terakhir. Prof. Kusnandi memastikan, seluruh peserta dilindungi asuransi kesehatan.
Pendaftaran peserta uji klinis dibuka hingga 31 Agustus 2020. Pendaftaran bisa dilakukan dengan menghubungi Unit Riset Klinis Departemen Ilmu Kesehatan Anak Lantai 1 RSUP Hasan Sadikin Bandung di telepon 022 â€" 2034471 atau whatsapp 08112214235.
Sebelumnya, Wali Kota Bandung Oded M. Danial memperbolehkan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang ingin menjadi relawan uji klinis vaksin Covid-19 selama memenuhi kriteria yang sudah diterapkan.
"Boleh asal memenuhi kriteria, kondisinya sehat" kata dia di Balai Kota Bandung.
Menurutnya, penelitian yang dilakukan Unpad dan Biofarma harus didukung, karena kepentingannya jelas. Terlebih, manfaatnya akan dirasakan oleh banyak orang apabila vaksin sudah ditemukan dan diproduksi.
Ada empat Puskesmas di Bandung yang disiapkan sebagai tempat penyuntikan, yakni Puskesmas Dago, Puskesmas Garuda, Puskesmas Sukaparkir, dan Puskesmas Ciumbuleuit.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca