Rabu, 08 Jul 2026
Kondisi Taman Renungan Bung Karno di Enda Disorot
admin
Rabu, 29 Jul 2020 10:02
Wakil Ketua MPR RI, Jazilul Fawaid, menyoroti kondisi Taman Renungan Bung Karno di Kabupaten Ende, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur. Saat berkunjung ke sana, dia melihat kondisi taman Renungan Bung Karno memprihatinkan padahal tempat tersebut merupakan lokasi bersejarah bagi bangsa Indonesia.
"Saya miris melihat taman ini," kata Jazilul dalam keterangannya di Jakarta. Demikian dikutip dari Antara, Rabu (29/7).
Dia menceritakan, taman yang berdampingan dengan Pelabuhan Ende itu, pada masa lalu tepatnya saat Soekarno diasingkan oleh pemerintah kolonialisme Belanda, menjadi tempat yang digunakan Presiden Pertama RI untuk merenung memikirkan dasar-dasar negara.
Tetapi kini, dia melihat kondisi taman tersebut karena tidak terurus. Padahal, katanya, di itulah Soekarno menemukan lima mutiara.
Menurut dia, bawah pohon sukun di taman tersebut adalah tempat Soekarno mencurahkan pikiran untuk menemukan cara bagaimana menemukan nilai yang dapat mempersatukan Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau dan beragam suku, bahasa, agama, dan adat istiadat.
"Terbukti apa yang ditemukan Bung Karno mampu mengikat bangsa ini," ujarnya.
Ia menyayangkan kondisi taman yang ada tidak mendukung dari temuan besar dari Bung Karno. Di satu sisi bangsa Indonesia ingin memperkuat dan memasyarakatkan Pancasila, UUD NRI Tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Namun, di sisi lain kondisinya masih perlu banyak dibenahi.
"Artinya, kita kurang memberi penghargaan dari jejak sejarah yang ada," ujarnya.
Menurut politikus PKB itu, seharusnya di Taman Renungan Bung Karno juga fasilitas pendukung yang lain, seperti perpustakaan dan laboratorium Pancasila.
"Bila perlu, dijadikan tempat pendidikan kebangsaan selama 2 hingga 4 bulan," katanya.
Fasilitas seperti itu, menurut dia, perlu ada agar sebanding dengan sejarah yang pernah ditemukan Soekarno di Ende.
Ia pun mengajak kepada semua pengusaha, pihak swasta, masyarakat luas, dan pemerintah pusat untuk bersama-sama membangun dan membenahi Taman Renungan Pancasila agar menjadi taman yang megah.
"Apabila ada yang ahli desain, sumbangkan pikiran tentang tata kota. Bila pengusaha, bantulah dana," katanya.
Ia berharap pihak-pihak terkait, seperti Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, segera membenahi Taman Renungan Bung Karno itu.
Sumber: merdeka.com
komentar Pembaca