Kamis, 30 Jul 2026
Peristiwa,
Lahan Pertanian Hancur Diterjang Rob, DPRD Riau Minta Pemprov Bangun Tanggul di Meranti
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Selasa, 28 Jul 2026 16:50
PEKANBARU - Bencana banjir pasang air laut atau rob yang terus melanda wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti berdampak fatal bagi kelangsungan hidup warganya. Genangan air asin yang datang secara berkala kini melumpuhkan roda perekonomian, merusak lahan pertanian, hingga memutus akses jalan di hampir seluruh desa.
Anggota DPRD Provinsi Riau daerah pemilihan Dumai, Bengkalis, dan Kepulauan Meranti, Misliadi mengungkapkan kondisi memprihatinkan tersebut. Menurutnya, saat ini hampir 100 persen desa di Meranti terdampak banjir rob yang datang setidaknya dua kali dalam sebulan.
Kondisi geografis Meranti yang didominasi kepulauan dataran rendah membuat wilayah tersebut sangat rentan terhadap pasang laut. Air asin yang masuk perlahan mematikan sektor pertanian yang selama ini menjadi tumpuan warga untuk bertahan hidup.
"Hampir seluruh desa tergenang air pasang atau air laut. Masyarakat tidak bisa mengembangkan sektor pertanian karena lahannya terus terendam air asin," urai Misliadi.
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai situasi tersebut telah memicu masalah sosial dan ekonomi yang meluas. Terbatasnya lapangan pekerjaan di luar sektor pertanian membuat masyarakat kehilangan sumber penghasilan utama.
"Lapangan pekerjaan juga terbatas. Warga ingin bertani atau membuka usaha di kampung, tetapi sulit dilakukan karena lahan selalu tergenang air asin," terangnya.
Berbagai keluhan ini selalu diterimanya setiap kali menyerap aspirasi melalui masa reses. Warga menyadari bahwa pembangunan tanggul adalah solusi paling efektif untuk menahan intrusi air laut. Namun, Misliadi menyadari bahwa Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kepulauan Meranti tidak akan cukup untuk membiayai pembangunan fisik di seluruh desa terdampak.
Oleh sebab itu, ia mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau untuk segera turun tangan memberikan bantuan nyata. Intervensi yang diharapkan berupa pembangunan tanggul penahan air laut serta pengadaan alat berat yang bisa digunakan masyarakat secara bergotong royong.
"Minimal Pemprov Riau bisa membantu menyediakan alat berat di setiap kecamatan. Dengan kondisi APBD saat ini, saya yakin Meranti belum mampu membangun tanggul maupun menyediakan alat berat sendiri," tegasnya.
Sebagai bukti parahnya kondisi infrastruktur akibat rob, Misliadi menceritakan pengalaman pribadinya saat melintas dari Kecamatan Tebing Tinggi Timur menuju Kota Selatpanjang. Perjalanannya terpaksa tertahan hampir empat jam hanya untuk menunggu air surut dari badan jalan.
"Saya pernah pulang dari reses dan harus menunggu sekitar empat jam sampai air surut baru bisa melintas. Itu pun bukan di tepi laut, melainkan di jalur menuju Selatpanjang," kenangnya.
Ia menaruh harapan besar agar Pemprov Riau memberikan porsi perhatian khusus pada pembangunan infrastruktur pengendali banjir di Kepulauan Meranti. Intervensi pemerintah provinsi dinilai krusial agar masyarakat
Sumber: https://www.goriau.com/berita/baca/lahan-pertanian-hancur-diterjang-rob-dprd-riau-minta-pemprov-bangun-tanggul-di-meranti.html
komentar Pembaca