Kamis, 30 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Mengandung Virus, 272.300 Bibit Bunga Lili Asal Belanda Dimusnahkan

Peristiwa

Mengandung Virus, 272.300 Bibit Bunga Lili Asal Belanda Dimusnahkan

Sabtu, 22 Jun 2019 13:18
Detik.com
Bibit bunga lili dimusnahkan di Pangalengan, Kabupaten Bandung, karena mengandung virus dan bakteri.
BANDUNG - Sebanyak 18,8 ton atau 272.300 bibit umbi lilium SP (bunga lili) yang terindikasi virus dan bakteri asal Belanda dimusnahkan Balai Karantina Kementerian Pertanian di Pangalengan, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.

Pantauan detikcom Sabtu (22/6/2019), bibit bunga lili yang dikemas dalam boks plastik hitam yang terjangkit virus SLRV atau Strawberry Lentera Ringspot dan bakteri Rhodococus Fascians dimusnahkan dengan cara dibakar.

Pemusnahan dipimpin langsung oleh Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil. Bibit bunga lili itu dibakar di dalam lubang tanah yang berada di Instalasi Karantina PT Casa Fiore Cantiga di Pengalengan.

Kepala Badan Karantina Pertanian Ali Jamil mengatakan umbi lili ini di impor dari Belanda oleh PT Casa Fiore Cantiga. "Kita periksa di karantina dari Balai Karantina Semarang, dianalisis mengandung virus dan bakteri," kata Ali kepada wartawan.

Menurutnya benih umbi itu sudah diasingkan sekitar dua bulan di ruangan khusus dan selanjutnya hari ini dimusnahkan. Pemusnahan ini dilakukan agar bibit tersebut tidak merusak tanaman lain dan tanah yang ada di PT Casa Fiore Cantiga.

"Kita musnahkan, saya bilang sudah ini jangan dipakai lagi, kalau ini dipakai atau ditanam di lapangan ini berbahaya, virusnya bisa ke mana-mana. Namanya virus tidak bisa terbendung, tanah ini juga bisa terinfeksi. Ini yang dimusnahkan bukan umbinya saja, termasuk tanahnya kita bakar semua," katanya.

Bibit ini masuk ke Indonesia secara legal. Bibit ini diketahui terindikasi virus dan bakteri setelah dilakukan pemeriksaan oleh pihak Balai Karantina di Pelabuhan Tanjung Mas Semarang.

"Jumlahnya ada 18,8 ton, itu bukan uang kecil. Kita harapkan ke depan teman-teman importir harus diperiksa dahulu jangan sampai ada kerugian seperti ini. Bibit ini berasal dari Belanda," ujarnya.

Pihaknya akan, mengirimkan Notification of Non Compliance (NNC) ke negara asal yakni Belanda. NNC tersebut sebagai bentuk protes pemerintah Indonesia atas kualitas jaminan otoritas karantina negara asal terhadap pemenuhan aspek kesehatan komoditas yang dikirim.

Sementara itu, Penanggungjawab Lapangan PT Casa Fiore Cantiga Tony mengatakan bibit ini dibeli oleh pihak perusahaan. "Nilai rupiah tidak tahu (kerugian). Bibit ini diimpor karena kita belum bisa mengembangkan. Kata karantina, ini mengandung virus lalu disegel selama dua bulan dan harus dimusnahkan. Kita mematuhi peraturan pemerintah," ujarnya.

Menurutnya kejadian tersebut sudah terjadi dua kali yang pertama pada tahun 2018 lalu. "Sudah yang kedua kali dengan importir yang sama. Pasti diganti barang, tapi sekitar 40-50 persen," ucapnya.


Sumber: detik.com
Peristiwa
Berita Terkait
  • Rabu, 29 Jul 2026 18:30

    Sambu Group Buka Ruang Kolaborasi Bersama PWI Riau

    Pekanbaru - Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Provinsi Riau menerima kunjungan silaturahmi jajaran manajemen PT Pulau Sambu atau Sambu Group di Kantor PWI Riau, Rabu (29/07/2026). Pertemuan ters

  • Rabu, 29 Jul 2026 16:53

    Cari Bukti Baru, Polda Riau Segel Kantor LPSE Rohil

    BAGANSIAPIAPI - Penyidik Subdit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Reskrimsus Polda Riau menggeledah dan memasang garis polisi di kantor Bagian Pengadaan Barang dan Jasa atau Layanan Pengadaan Secara

  • Rabu, 29 Jul 2026 16:25

    Tiga Warisan Budaya Siak Diuji Jadi Cagar Budaya Nasional

    PEKANBARU - Tiga objek bersejarah kebanggaan masyarakat Kabupaten Siak selangkah lagi berpeluang menyandang status bergengsi di tingkat pusat. Istana Siak Asserayyah Al Hasyimiah, Balairung Sri (Balai

  • Rabu, 29 Jul 2026 16:23

    Pengawasan Publik Bagian Demokrasi', Gibran Tanggapi Kehadiran Menteri Bayangan

    JAKARTA - Lemahnya fungsi oposisi di parlemen memicu sejumlah tokoh masyarakat sipil dari kalangan akademisi dan pengamat untuk membentuk Kabinet Bayangan. Inisiatif yang bertujuan memperkuat pengawas

  • Rabu, 29 Jul 2026 16:19

    LHP BPK tak Dibagikan, Fraksi PDIP DPRD Pekanbaru Walkout

    PEKANBARU-Aksi walkout mewarnai rapat Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Pekanbaru bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rabu (29/7/2026). Langkah tegas ini diambil Fraksi PDI Perjuangan lant

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

    slot hoki slot hoki slot gacor sabithoki