Peristiwa
Pria Tewas di Perairan Tapteng Ternyata Diikat Abang Kandung
Rabu, 29 Mei 2019 09:13
Kapolres Tapteng AKBP Sukamat mengatakan pelaku tega mengikat adiknya karena korban disebut mengalami gangguan jiwa selama lebih kurang 10 tahun dan sering mengganggu tetangga sekitar. Bahri bahkan sempat mengancam ibunya dengan sebilah pisau.
"Terakhir kali pada Jumat 24 Mei 2019 sekira pukul 20.00 WIB, korban emosi dan mengancam ibu kandungnya Nursaida Hutabarat di dalam rumah dengan sebilah pisau. Kemudian warga sekitar mengamankan korban, dan selanjutnya diserahkan kepada abangnya," ujar Sukamat lewat keterangannya, Selasa (28/5/2019).
"Selanjutnya oleh abang kandung korban mengikat tangan korban dengan tali rapia dan menempatkan korban di dalam rumah," ujar Rensa.
Singkat cerita, korban kemudian ditemukan tewas terikat di Perairan Pulau Putri. Polisi masih menyelidiki penyebab kematian korban hingga ditemukan tewas mengambang.
"Setelah peristiwa tersebut, belum ditemukan saksi yang melihat saat tangan dan kaki korban diikat oleh abangnya, hingga kemudian ditemukan tewas mengapung di Perairan Pulau Putri," kata Rensa.
Belum diketahui juga pelaku yang melilitkan lakban di mulut korban. Selain itu, korban juga ditemukan tewas dengan benda pemberat berupa batu yang menggantung ditubuhnya.
Kasus ini masih terus didalami oleh Polres Tapteng. Jenazah korban selanjutnya akan diautopsi di rumah sakit.
"Akan dilakukan autopsi ke RSU Rajamin Saragih Pematang Siantar," ujarnya.
Sebelumnya, mayat pria bernama Abdul Bahri Simanungkalit ditemukan tewas oleh seorang warga bernama Monica Mendrofa, Rabu (29/5) pukul 10.00 WIB. Monica yang hendak liburan ke Pulau Mursala awalnya melihat ada sesuatu yang terapung di laut.
"Awalnya kami kira patung atau kayu, tetapi aku penasaran dan saya bilang kepada bapak saya yang mengemudikan kapal stempel untuk berbalik arah. Setelah kami mendekat, memang benar itu adalah sesosok mayat laki-laki. Usianya sekitar 40-an dengan posisi kaki dan tangan diikat tali, dan mulutnya dilakban warna kuning," ungkap Monica kepada wartawan melalui sambungan telepon, Selasa (28/5).
Merasa takut dengan penemuan mayat itu, lalu Monica menghubungi Pendeta Juniaro Mendfora, yang tinggal di Pandan, Tapanuli Tengah. Dia pun meminta Juniaro untuk menghubungi Tim SAR. Tim kemudian datang dan mengevakuasi korban.
Plt Bupati Tegaskan Pemerintah Daerah Hadir sebagai Fasilitator Terkait Eks Lahan PT Adimulia Agrolestari
TELUKKUANTAN - Plt. Bupati Kuantan Singingi, H. Muklisin, menegaskan Pemerintah Kabupaten Kuantan Singingi hadir sebagai fasilitator dalam menyelesaikan persoalan lahan eks 200 hektare PT Adimulia Agr
Anggota Polri Staf KPK Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan Bupati Pemalang
JAKARTA - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menetapkan seorang anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) sebagai tersangka dalam kasus dugaan pemerasan terhadap Bupati Pemalang Anom Widiya
'Perbaiki Surat Dakwaan', Kejagung Pastikan Kasus Dokter Tifa Tetap Berjalan
JAKARTA - Jaksa penuntut umum memastikan kelanjutan proses hukum kasus dugaan pencemaran nama baik terkait keaslian ijazah mantan Presiden Joko Widodo. Berkas perkara dengan terdakwa Tifauzia Tyassuma
Melangkah Bersama PHR, Koperasi Pucuk Rebung Ekspor Produk UMKM Hingga Negeri Sakura
PEKANBARU â€"Yuneli (49) tidak pernah membayangkan perjalanan Koperasi UMKM Pucuk Rebung bisa sejauh ini. Berawal dari kesederhanaan dapur-dapur rumah tangga di Pekanbaru, kini produk-produk olahan lo
Pangdam Mutasi Empat Perwira dari Jabatan Strategis
PEKANBARU - Panglima Daerah Militer (Pangdam) XIX/Tuanku Tambusai Mayjen TNI Agus Hadi Waluyo lakukan rotasi empat jabatan strategis. Mutasi jabatan tersebut bagian dari pembinaan personel dan penyega