Rabu, 08 Jul 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Pria di Bali Pukul Pesepeda dan Mengancam Menggunakan Pedang

Pria di Bali Pukul Pesepeda dan Mengancam Menggunakan Pedang

admin
Selasa, 28 Jul 2020 10:27
Pelaku saat diamankan di Mapolsek Denpasar Timur. ©2020 Merdeka.com
I Gede Prista Anggita (30) harus berurusan dengan polisi karena menganiaya serta melakukan pengancaman dengan menggunakan pedang samurai. Peristiwa itu terjadi Jalan Gatot Subroto, tepatnya di perempatan Jalan Nangka, Denpasar Timur, pada akhir pekan lalu.

"Akibat dari kejadian tersebut, korban mengalami luka memar di bagian pipi sebelah kiri," kata Kanit Reskrim Polsek Denpasar Timur, Iptu Made Putra Yudistira, Selasa (28/7).

Saat itu, korban bernama Pande Gede Agus Dwipayana (24) sedang bersepeda alias gowes bersama kawan-kawannya. Sesampainya di perempatan Jalan Nangka Selatan ada mobil merek Toyota Vios dengan nopol DK 1851 VC dari arah belakang mengklakson rombongan korban. Selanjutnya, korban ke pinggir sampai terjatuh.

Entah apa yang membuat pengemudi mobil begitu kesal sampai turun dan memukul korban sebanyak satu kali dengan menggunakan tangan kosong. Kemudian, pelaku mengambil pedang yang ada di dalam mobil dan mengancam teman korban bernama Kadek Teguh Wira Putra.

"Setelah mengancam, pelaku langsung kabur dan atas kejadian tersebut korban melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Denpasar Timur, untuk penanganan lebih lanjut," imbuh Iptu Yudistira.

Berdasarkan laporan itu, pihak kepolisian langsung melakukan pengejaran dan pada Senin (27/7) sekitar pukul 10.00 Wita, pelaku ditangkap di kediamannya di daerah Sempidi, Kabupaten Badung, Bali.

Hasil interogasi pelaku mengakui perbuatannya dengan melakukan pemukulan menggunakan tangan kosong. Kemudian, melakukan pengancaman dengan menggunakan senjata tajam jenis samurai kepada korban dan teman korban karena emosi mobil pelaku ditabrak oleh korban pada saat melintas di Jalan Gatot Subroto.

Kemudian, barang bukti yang diamankan satu buah pedang samurai merek Batom Sword, satu buah mobil merek Toyota Vios warna silver DK 1851 CV beserta kunci dan STNK.

"Pada saat naik sepeda gayung ada sebuah mobil mengklakson dari belakang. Selanjutnya, korban di serempet, setelah jatuh langsung di pukul dan teman korban diancam dengan mempergunakan pedang," ujarnya.

Sumber: merdeka.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.

slot hoki slot hoki slot gacor