Sabtu, 13 Jun 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • RESMI DICABUT, Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau Berakhir Hari Ini

RESMI DICABUT, Status Siaga Darurat Karhutla Provinsi Riau Berakhir Hari Ini

Admin
Selasa, 27 Okt 2020 16:09
pekanbaru.tribunnews.com

PEKANBARU - Status siaga darurat Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Riau resmi dicabut.

Pencabutan status siaga Karhutla ini diumumkan langsung oleh Wakil Gubernur Riau, Edy Natar Nasution dalam rapat koordinasi yang berlangsung di ruang Melati Kantor Gubernur Riau, Selasa (27/10/2020).

"Dengan mengucapkan alhamdulillah, status siaga darurat bencana Karhutla di provinsi Riau tahun 2020 saya nyatakan berakhir," kata Edy saat memimpin Rakor pencabutan status siaga darurat bencana Karhutla di Provinsi Riau.

Seperti diketahui status siaga darurat Karhutla Riau ditetapkan sejak 11 Februari 2020 lalu dan berakhir 31 Oktober 2020 besok.

"Alhamdulillah, sampai sekarang bulan Oktober kita masih terbebas dari asap. Ini semua berkat kerjasama kita semua stokeholder, dan dukungan pemerintah pusat," ungkap Edy Nasution lagi.

Dengan begitu, Wagubri berharap berdasarkan data yang disampaikan BMKG, bahwa bulan Oktober sudah masuk musim hujan.

Dan November sudah puncak hujan tidak ada kebakaran hutan dan lahan di Riau.

"Provinsi Riau menjadi percontohan dalam penanganan Karhutla nasional," katanya.

Mantan Damrem 031 Wirabima ini mengungkapkan, bahwa apa yang sudah diraih oleh Riau dalam penanganan Karhutla tahun ini tidak terlepas dari kerjasama semua pihak.

Mulai dari tingkat provinsi hingga ke kabupaten kota serta dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah pusat.


"Berbagai upaya kita lakukan selama status ini kita berlakukan. Mulai dari patroli darat dan udara, sosialisasi, kemudian pemadaman melalui darat dan udara yang dilakukan secara terpadu.”

“ Termasuk penegakan hukum, dengan ditetapkannya 65 tersangka pelaku Karhutla selama tahun 2020 ini," katanya.

Sementara itu, Kepala BPBD Riau Edwar Sanger mengatakan, Pemprov Riau pertama di Indonesia yang menetapan status siaga Karhutla setelah mendapat arahan dari Priseden.


"Sudah 264 hari kita menetapan status siaga tingkat provinsi. Status ini ditetapkan pada 11 Februari lalu, dimana setelah beberapa hari Riau mendapat arahan dari Pak Presiden," katanya.

Menurut Edwar, pihaknya bersama TNI/Polri, Manggala Agni, BPBD Kabupaten/Kota, KLHK telah berupa bersama melakukan pencegahan dan penanggulangan Karhutla 2020.

"Dari pekerjaan itu pada tahun 2020, Riau dapat menekan Karhutla. Itu dapat di lihat turunkan luas Karhutla tahun ini dibanding tahun sebelumnya. Ini berkat kerjasama semua," ujarnya.

Kemudian ISPU, lanjut Edwar, tahun ini di Riau tidak ada berbahaya maupun tidak sehat, semua hijau dan biru.

"Alhamdulillah tahun ini kita pencegahan Karhutla. Dan Riau berhasil melakukan upaya pencegahan sehingga tahun 2020 ini Riau bebas asap," katanya.

Edwar mengungkapkan, sepanjang status siaga darurat diberlakukan, luas lahan yang terbakar di Riau mencapai 1.587, 66 hektare dengan jumlah hotspot sebanyak 2.730 titik.

"Jika dibandingkan dengan tahun lalu terjadi penurunan jumlah luas lahan yang terbakar cukup signifikan. Bahkan penurunannya sampai 83,62 persen," kata Edwar.


Edwar menyebut luas lahan yang terbakar di periode yang sama dengan tahun 2019 lalu adalah seluas 9.706,73 hektare.

Edwar merincikan dari 1.587,66 hektare luas lahan terbakar di Riau sepanjang tahun 2020 tersebut, paling luas ada di Kabupaten Inhil seluas 479,5 hektare.

Kemudian di Bengkalis 382,1 hektare, Siak 174,56 hektare, Pelalawan 142,6 hektare dan di Dumai 138,95 hektare.

Kemudian Inhu 70,35 hektare, Rohil 60,15 hektare, Meranti 44,2 hektare, Kampar 37,09 hektare, Rohul 32 hektare, Pekanbaru 24,66 hektare dan di Kuansing 1,5 hektare.

Sumber: pekanbaru.tribunnews.com

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.