Minggu, 31 Mei 2026
  • Home
  • Peristiwa
  • Simposium Pusat Kebudayaan Melayu, Bupati Afni: Bukti Akar Budaya Melayu Terjaga di Siak.

Berita

Simposium Pusat Kebudayaan Melayu, Bupati Afni: Bukti Akar Budaya Melayu Terjaga di Siak.

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Rabu, 11 Feb 2026 15:05
(FotoGoriau.com)
SIAK " Pemerintah Kabupaten Siak bersama Perhimpunan Keluarga Siak Riau (PKSR) menggelar Simposium Siak Sebagai Pusat Kebudayaan Melayu. Sebagai bukti nyata akar budaya melayu di Siak masih hidup dan berkembang pesat,

"Ini bukan sekedar pertemuan ilmiah, melainkan bukti nyata bahwa akar budaya melayu di Siak masih hidup dan berkembang dengan pesat dijaga oleh kita semuanya" ucap Bupati Afni Zulkifli saat memberi sambutan di Balairung Datuk Empat Suku Komplek Rumah Rakyat, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, apa yang telah diwariskan sejak masa Kesultanan Siak Sri Indrapura pada abad ke-17 Sultan Abdul Jalil Rahmat Syah, di masa itu Istana Siak menjadi loka karya bagi pengembangan bahasa Melayu yang kaya dengan kiasan dan makna, serta rumah bagi berbagai bentuk kesenian yang menghibur sekaligus mendidik.

Hal ini menjadi bukti bahwa Siak bukan hanya menyimpan budaya, melainkan menjadikannya sebagai bagian tak terpisahkan dari identitas melayu yang menunjukkan bahwa budaya melayu di sini selalu terbuka dan menghargai keberagaman.

"Itu benar-benar akan terjaga sampai berbilang zaman. Apa yang tidak diwariskan Siak kepada Riau, dan apa yang tidak diwariskan Siak kepada Indonesia, kita adalah bagian yang tidak terpisahkan dari republik ini" ujarnya.

Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Zulkifli menyampaikan apresiasi kepada Perhimpunan Keluarga Siak Riau bersama Pemerintah Kabupaten Siak yang telah menggagas, menyelenggarakan simposium secara serius, terencana dan berorientasi jangka panjang.

"Siak kami posisikan sebagai simpul utama pengembangan kebudayaan melayu dan pariwisata berbasis sejarah, yang terintegrasi dengan ekonomi kreatif dan pendidikan kebudayaan. Bukan hanya karena sejarah kesultanannya tetapi karena kelengkapan unsur peradabannya, adat, tata kelola, bahasa, sastra dan nilai keagamaan,” ucapnya. (Grc)
Sumber: GoRiau.com

Berita
Berita Terkait
  • Rabu, 18 Mar 2026 16:35

    Inisial 4 Anggota Bais Terduga Penyiram Air Keras ke Aktivis KontraS

    JAKARTA - Komandan Puspom TNI Mayjen Yusri Nuryanto menjelaskan pihaknya telah menerima empat prajurit yang diduga terlibat dalam kasus penyiraman air keras ke Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus.

  • Selasa, 17 Mar 2026 09:19

    Haji 2026 Berpotensi Ditunda Imbas Konflik Timur Tengah, MUI: Bangun Optimisme!

    JAKARTA - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bidang Fatwa, Asrorun Ni’am Sholeh menyoroti langkah pemerintah yang berencana menunda pemberangkatan jamaah haji 2026 imbas konflik Israel-AS dengan Ir

  • Senin, 16 Mar 2026 14:32

    Rismon Membelot, Roy Suryo Cs Kembali Gugat MK soal UU ITE

    JAKARTA - Roy Suryo dan Tifauzia Tyassuma atau dr Tifa akan kembali mengajukan gugatan baru ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait sejumlah pasal di KUHP dan Undang-Undang Informasi Transaksi Elektronik

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:39

    Peristiwa 14 Maret: Bung Hatta Wafat hingga Lahirnya Albert Einstein

    JAKARTA - Sejumlah peristiwa penting dan bersejarah tercatat terjadi pada 14 Maret di berbagai belahan dunia. Salah satunya adalah wafatnya Wakil Presiden pertama Indonesia, Mohammad Hatta atau Bung H

  • Sabtu, 14 Mar 2026 10:35

    Prabowo Larang Pejabat Gelar Open House Mewah saat Lebaran

    JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto meminta para pejabat pemerintah untuk tidak menggelar acara open house secara mewah pada perayaan Idul Fitri 2026. Imbauan tersebut disampaikan Presiden Prabowo dal

  • komentar Pembaca

    Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.