Jumat, 15 Mei 2026
Sungai Kuantan Meluap, Ratusan Rumah Terendam, Daerah Hilir Diminta Waspada, BPBD Koordinasikan Kondisi Kebencanaan
PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 15 Mei 2026 09:45
TELUKKUANTAN-Masyarakat Kuantan Singingi (Kuansing), terutama yang tinggal di pinggiran Sungai Kuantan harus waspada. Sebab, debit air Sungai Kuantan terlihat naik dari kondisi normal. Sejumlah desa di Kecamatan Pangean mulai terendam banjir luapan Sungai Kuantan. Total ada 184 r umah warga terendam.
,Kamis (14/5) pagi, dari tribun finish Pacu Jalur Tepian Narosa Telukkuantan, penambahan debit air Sungai Kuantan menyisakan sembilan tangga batu di Desa Sawah. Sedangkan di bagian Desa Seberang Taluk, penambahan air Sungai Kuantan juga sudah sampai ke tangga batu.
Kondisi ini memang harus diwaspadai. Terutama masyarakat Kuansing di bagian hilir, seperti Cerenti, Inuman, Kuantan Hilir, Kuantan Hilir Seberang, Pangean, Benai, Sentajo Raya yang rawan banjir. Kondisi debit air Sungai Kuantan yang naik itu, ternyata mulai berdampak pada rumah warga di desa-desa di pinggiran Sungai Kuantan.
Sejumlah desa di Kecamatan Pangean, mulai terendam banjir luapan Sungai Kuantan. Camat Pangean Aswandi, menjelaskan, air mulai merambah ke permukiman warga sejak Kamis (14/5) pagi hingga siang. Dia bersama beberapa warga berkeliling melakukanpengecekan kondisi luapan air Sungai Kuantan.
Desa yang mulai terendam air luapan Sungai Kuantan di antaranya Desa Pulau Deras, Desa Pulau Kumpai, Pauh Angit, Pauh Angit Hulu, Pulau Tongah, Padang Kunyit. Ketinggian air beragam. Dari setinggi mata kaki hingga lutut orang dewasa. Luapan air Sungai Kuantan juga merendam lahan persawahan masyarakat dan fasilitas umum.
Namun secara detail, Aswandi belum menerima data rinci rumah warga dan lahan persawahan yang terendam luapan Sungai Kuantan. Tetapi dari data sementara yang diterimanya, sudah ada 184 rumah warga yang mulai direndam banjir luapan Sungai Kuantan. Di Desa Pulau Deras Pangean, luapan Sungai Kuantan sudah menjangkau ke 144 rumah warga. Di Dusun 1 sebanyak 58 rumah, Dusun 2 sebanyak 65 rumah, dan Dusun 3 sebanyak 23 rumah. Selain rumah, ada juga fasilitas umum yang terendam banjir. Yakni, tiga mushala, satu kantor desa, satu TK (Taman Kanak-Kanak), satu PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini), satu SD (Sekolah Dasar), dan satu Pos Kesehatan Desa (Poskesdes).
Di Desa Pauh Angit ada sekitar 15 rumah dan di Desa Pembatang ada 25 rumah. Sejauh ini, belum ada warga yang mengungsi. Meski di bagian Hulu Kuantan, air Sungai Kuantan sudah surut, Aswandi tetap mengimbau warganya untuk tetap waspada. Sebab, luapan air Sungai Kuantan akan terus mengalir ke wilayah bagian hilir.
Melihat kondisi ini, Bupati Kuantan Singingi Suhardiman Amby menginstruksikan jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kuansing untuk siaga penuh. Ia menginstruiksikan langsung Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kuansing.
“Saya minta Kalaksa BPBD terus memantau kondisi di lapangan, membantu masyarakat yang terdampak, serta meminta camat dan kepala desa aktif memberikan laporan perkembangan serta segera melakukan evakuasi terhadap warga yang membutuhkan pertolongan,” tegasnya, Kamis (14/5).
Ia juga meminta seluruh pihak terkait memperkuat koordinasi guna mengantisipasi kemungkinan terjadinya banjir apabila debit air terus meningkat. “Lakukan antisipasi dini dan tingkatkan koordinasi dengan seluruh stakeholder terkait,” ujarnya.
Berdasarkan laporan kaji cepat Pusdalops-PB BPBD Kuansing, banjir di Kecamatan Pangean, paling parah terjadi di Desa Pulau Deras, di mana sekitar 144 rumah warga terdampak. Kalaksa BPBD, Yulizar menyebutkan, Kamis (14/5) pagi, air masih terus naik dan berpotensi menambah jumlah rumah warga yang terendam.
Personel BPBD Kuansing telah diterjunkan ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan penanganan awal terhadap warga terdampak banjir. Yulizar mengatakan, berdasarkan hasil pemantauan Pos Duga Air (PDA) di Lubuk Ambacang Kecamatan Hulu Kuantan Rabu (13/5) hingga pukul 17.00 WIB, ketinggian air Sungai Batang Kuantan mencapai angka 470 sentimeter (cm) dan berada pada zona kuning serta mendekati zona merah.Namun Kamis (14/5) pukul 08.17 WIB, hasil pemantauan ulang kondisi air sungai Kuantan sudah surut 90 cm dari kondisi sebelumnya. Bahkan sudah jauh meninggalkan zona merah. Meski sekarang sudah surut dan masuk zona kuning, ia tetap meminta masyarakat di wilayah hilir Sungai Kuantan agar tetap siaga karena masih terdapat potensi kenaikan debit air.
Hal tersebut dipicu curah hujan tinggi di sejumlah daerah hulu yang bermuara ke Sungai Kuantan. Penambahan debit air Sungai Kuantan dipicu oleh curah hujan yang tinggi dari wilayah Sijunjung, Sumatera Barat. Hujan lebat terjadi di tiga sungai besar yang bermuara ke Muara Sijunjung, yakni Sungai Sukom dari Solok Selatan, Sungai Batang Ombilin dari Tanah Datar, dan Batang Palangki dari Kabupaten Solok.
Sedangkan di wilayah Kuansing sejak tiga hari belakangan, mulai Senin (11/5) tidak ada diguyur hujan lebat. Hanya mendung dan hujan gerimis. “Meski sempat terjadi penurunan debit air pada siang hari, hujan kembali turun dan menggenangi beberapa ruas jalan raya di wilayah Sijunjung. Karena itu kami mengimbau masyarakat tetap waspada,” tambahnya.Saat ini BPBD masih menunggu informasi kecamatan bagian Hilir. Sebab, bila dibagian hulu surut, bagian hilir akan bertambah. “Siang hingga sore ini perlu kita waspadai,” ujarnya. Badan Penanggulangan Bencana Daerah dan Pemadam Kebakaran (BPBD-PK) Riau terus meningkatkan koordinasi dengan BPBD kabupaten/kota untuk memantau kondisi kebencanaan di daerah. Hal ini dilakukan karena saat ini curah hujan kembali tinggi di Riau.
Kepala BPBD Damkar Riau M Edy Afrizal mengatakan, dalam beberapa hari terakhir, hujan dilaporkan terjadi cukup merata terjadi. Hal tersebut juga membuat beberapa daerah yang sempat dilaporkan terjadi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) sudah padam.“Untuk Karhutla sudah nihil, beberapa daerah yang sebelumnya sempat ada Karhutla saat ini sudah padam. Hujan belakangan ini terjadi cukup merata di wilayah Riau,” katanya. “Untuk OMC (Operasi Modifikasi Cuaca) dihentikan sementara, karena hujan sudah cukup banyak. Nanti kalau masih dilakukan dikhawatirkan malah terjadi banjir,” tambahnya.
Namun demikian, pesawat untuk kegiatan OMC hingga saat ini masih disiagakan di Riau. Sembari menunggu arahan dari pemerintah pusat apakah nantinya kegiatan OMC di Riau akan dihentikan atau dilanjutkan. “Pesawat untuk OMC masih ada di Riau. Pesawatnya juga bisa digunakan untuk kegiatan patroli karhutla,” ujarnya.
Sementara itu, akibat hujan yang terjadi di Riau. Hingga saat ini pihaknya belum menerima laporan adanya daerah yang terdampak banjir. Namun demikian, pihaknya mengimbau BPBD kabupaten/kota untuk tetap siaga. “Belum ada yang melaporkan terjadi banjir, tapi mungkin permukaan air sungai ada mengalami kenaikan tapi belum terjadi banjir. Kami minta untuk tetap waspada, jika memerlukan bantuan bisa segera melaporkan ke BPBD Riau,” imbaunya.(riauposjawapos).
Sumber: https://riaupos.jawapos.com/nasional/2605150010/sungai-kuantan-meluap-ratusan-rumah-terendam-daerah-hilir-diminta-waspada-bpbd-koordinasikan-kondisi-kebencanaan?page=1
komentar Pembaca