Jumat, 15 Mei 2026
  • Home
  • Sosial
  • Menuju Kota Global, Jakarta Perkuat Ketahanan Pangan dari Hulu ke Hilir.

Menuju Kota Global, Jakarta Perkuat Ketahanan Pangan dari Hulu ke Hilir.

PT.SPIRIT INTI MEDIA
Jumat, 15 Mei 2026 09:09
Sebagai pusat pemerintahan sekaligus pusat ekonomi nasional dengan jumlah penduduk mencapai 11,01 juta jiwa, Jakarta menghadapi tantangan besar dalam menjaga ketersediaan pangan setiap harinya.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta pun mengamini bahwa ketahanan pangan adalah salah satu fondasi utama dalam mewujudkan Jakarta sebagai kota global.

Beragam langkah penguatan pangan terus dilakukan, mulai dari membangun sistem pangan yang terintegrasi, memperluas pertanian modern, hingga memperkuat kolaborasi dengan berbagai daerah penghasil pangan. Seluruh upaya itu diarahkan untuk menciptakan sistem pangan yang tangguh, efisien, dan berkelanjutan.

Perkuat Ketahanan Pangan dari Hulu ke Hilir


Di tengah tantangan urbanisasi dan keterbatasan lahan, Pemprov DKI Jakarta memperkuat strategi ketahanan pangan melalui pendekatan yang terintegrasi dari hulu hingga hilir. 

Langkah ini untuk memastikan pasokan pangan tetap tersedia, harga terkendali, serta distribusi bahan pokok dapat menjangkau masyarakat secara merata. Sejumlah program pun terus dilakukan, di antaranya:

Urban Farming Perkuat Pasokan Pangan Lokal
Salah satu inisiatif yang terus diperluas adalah pertanian perkotaan atau urban farming. Di tengah padatnya kawasan ibu kota, lahan kosong, area kurang produktif, hingga rooftop bangunan disulap menjadi kebun produktif. 

Program ini tidak hanya memperkuat pasokan pangan lokal, tetapi juga mendorong partisipasi masyarakat dalam membangun lingkungan yang lebih hijau dan sehat.

Hingga Maret 2026, tercatat ada 1.399 lokasi urban farming yang tersebar di berbagai wilayah Jakarta dan aktif dikelola masyarakat. Mengutip data dari akun Instagram @dkijakarta, total hasil panen urban farming di Jakarta telah mencapai 13.480,98 kilogram. Berbagai komoditas pun dibudidayakan melalui program ini, mulai dari sayuran, tanaman buah, hingga tanaman biofarmaka.


Manfaat urban farming banyak dirasakan oleh warga. Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan rumah tangga, hasil panen juga memberi nilai tambah ekonomi bagi lingkungan sekitar. 


Hal tersebut disampaikan Ketua RT 07/12 Pasar Manggis, Setiabudi, Suryana, yang memanfaatkan rooftop rumahnya menjadi area urban farming sebagai upaya mendukung ketahanan pangan sekaligus pemberdayaan warga.

“Awalnya saya menanam hijauan pakan ternak (HPT). Kemudian saya mulai menanam sayuran seperti kangkung, tomat, dan cabai bersama ibu-ibu PKK setempat. Paling tidak, aktivitas ini membantu mengurangi polusi lingkungan dan kami bisa mendapatkan bahan pangan yang segar serta sehat,” papar Suryana.

Pemantauan Harga dan Stok Pangan
Di sisi lain, Pemprov DKI Jakarta juga memperkuat sistem pemantauan harga dan stok pangan agar distribusi kebutuhan pokok tetap terkendali. 

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, secara aktif memantau pergerakan harga pangan sekaligus memastikan pasokan tetap aman di tengah dinamika ekonomi dan perubahan cuaca. 

Berbagai program pangan murah juga terus dihadirkan untuk membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau. Langkah ini menjadi bagian dari upaya pengendalian inflasi sekaligus menjaga daya beli masyarakat.

Selain memperkuat produksi pangan lokal, Pemprov DKI Jakarta membangun strategi pasokan jangka panjang melalui skema contract farming dan optimalisasi lahan sawah yang masih tersisa. 



Pendekatan ini dilakukan agar Jakarta tidak hanya bergantung pada mekanisme pasar, tetapi juga memiliki kepastian pasokan dari daerah mitra.

Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno, mengatakan kerja sama antardaerah menjadi langkah penting dalam membangun ketahanan pangan yang berkelanjutan.

“Kami ingin pasokan terjaga dan harga tetap wajar, petani tersenyum, serta warga Jakarta merasa tenang menyambut Ramadan, Imlek, dan hari-hari besar lainnya dengan stok pangan yang cukup,” urai Wagub Rano saat menghadiri panen bersama di Desa Sindang Jaya, Kecamatan Ciranjang, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, pada Kamis (12/2/2026), seperti dikutip dari Jakarta.go.id.



Salah satu implementasi contract farming dilakukan melalui kerja sama antara PT Food Station Tjipinang Jaya dan Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Rorotan Jaya di lahan seluas 235 hektar di Rorotan, Jakarta Utara, pada bulan Mei 2025. 

Kolaborasi Lintas Daerah
Tak hanya itu, Pemprov DKI juga menandatangani kesepakatan bersama di sektor pertanian dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang, Pemkab Cianjur, Pemkab Kediri, Pemerintah Kota Pariaman, dan Pemerintah Provinsi Sumatra Barat demi memperkuat swasembada dan ketahanan pangan Jakarta. 



Dalam kesempatan terpisah, Gubernur Pramono menegaskan kolaborasi lintas daerah menjadi langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan pangan. 

“Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memastikan ketersediaan pangan yang stabil dan terjangkau. Selain itu, ini memberi ruang bagi petani untuk meningkatkan produksi,” ujar Pramono saat menghadiri panen padi sekaligus menyerahkan sejumlah bantuan sarana pertanian kepada Gapoktan Karawang di Desa Kutawargi, Kecamatan Rawamerta, pada Selasa (06/05/2025).

Langkah Mitigasi Hadapi Ancaman El Nino
Di tengah penguatan sistem pangan, Pemprov DKI Jakarta juga bersiap menghadapi potensi dampak fenomena El Nino. Musim kemarau yang diperkirakan berlangsung sepanjang tahun ini berpotensi mengganggu produksi pertanian di sejumlah daerah pemasok pangan Jakarta.



Berbagai langkah mitigasi disiapkan, mulai dari pencegahan kebakaran, penjagaan pasokan pangan, hingga pengendalian polusi udara dan dampak kesehatan masyarakat,  serta dukungan pompa air bagi daerah pertanian yang terdampak kekeringan.

Mengutip Kompas.id, Gubernur Pramono menyatakan Pemprov DKI Jakarta akan menambah cadangan pangan untuk menjaga ketersediaan stok, khususnya komoditas daging.

Melalui BUMD Dharma Jaya, Jakarta menambah impor sapi dari Australia. Total impor sapi yang disiapkan mencapai 7.500 ekor, dengan sekitar 3.000 ekor di antaranya sudah didatangkan ke Jakarta.

“Saya izinkan untuk segera diimpor. Lebih baik stoknya ada di Jakarta daripada kemudian masih harus menunggu di luar,” ujar Pramono.

Saat ini Jakarta berupaya membangun sistem pangan yang tidak hanya responsif terhadap tantangan saat ini, tetapi juga siap menghadapi ancaman krisis pangan dan perubahan iklim di masa depan. Dengan langkah tersebut, Pemprov DKI ingin memastikan seluruh warga Jakarta dapat memperoleh akses pangan yang aman, cukup, dan terjangkau.(tribunpekanbaru).

Sumber: https://www.tribunnews.com/metropolitan/7829900/menuju-kota-global-jakarta-perkuat-ketahanan-pangan-dari-hulu-ke-hilir?page=2

komentar Pembaca

Copyright © 2012 - 2026 www.spiritriau.com. All Rights Reserved.